
"Darimana saja kamu seharian?" tanya Mike tepat sesaat setelah Karin masuk ke dalam rumah.
"Abis ngerjain tugas kuliah," sahut Karin santai.
"Ngerjain tugas kuliah atau sibuk pacaran?" ketus Mike.
Bukannya menjawab, gadis itu justru melenggang meninggalkan Mike disana yang sudah kesal minta ampun.
Tiga puluh menit berselang, Karin mengirim pesan pada Mike.
Besok pagi aku ada kegiatan kampus dan akan menginap di Bandung selama tiga hari.
Mike membalas,
Aku tidak izinkan.
Karin membalas kembali,
Aku bukan meminta izin, aku hanya memberitahu agar kamu tidak menggangguku selama aku disana.
Membaca balasan Karin membuat Mike tersulut emosi. Mike pun segera menemui Karin di kamarnya.
Gubrak
Mike membanting pintu dengan keras sesaat setelah memutar gagang pintu kamar hingga membuat Karin terperanjat kaget.
"Katakan padaku, sebenarnya kamu ini kenapa Karin?, Kenapa kamu terus saja membuatku marah?. Hah?!" bentak Mike.
"Aku nggak kenapa-napa, aku cuma mau bilang kalau aku mau pergi ke Bandung, itu aja," Karin menanggapi santai.
"Bukan itu maksudku!!!"
Prang!!!!
Mike membanting gelas yang ada di nakas hingga membuat Karin tersentak.
"Kamu apa-apaan Mike?!" bentak Karin mulai tersulut emosi.
Pertengkaran hebat pun tak terelakkan disana. Sekuat tenaga Mike menahan emosinya agar tidak menampar wajah gadis didepannya saat gadis itu semakin meninggikan suaranya melawan setiap perkataan Mike.
"Kamu tidak punya hak sedikitpun untuk melarang ku melakukan apapun yang aku mau, termasuk dekat dengan Mas Bagas!!" suara Karin.
Dada Mike naik turun menahan amarahnya.
"Bagas lagi, Bagas lagi. Kenapa kamu tidak bisa berhenti menyebut nama laki-laki itu, aku akan menghabisi dia biar kamu berhenti menyebut namanya dari mulutmu!!"
"Kalau kamu berani nyentuh Mas Bagas, aku juga tidak akan segan menghabisi nyawaku Mike!!!"
"Aaakkhhhhhh....," teriak Mike frustasi.
Mike pun segera meninggalkan Karin dengan wajah murka penuh amarah.
...****************...
Di tempat lain, tampak Claire sedang mencari sesuatu didalam laci miliknya. Claire tersenyum senang saat melihat benda yang dicarinya ada disana.
Claire segera memainkan benda itu seorang diri untuk menuntaskan hasratnya.
Wajah Mike terbayang olehnya saat wanita itu mencumbu miliknya dengan benda tersebut.
Claire semakin bersemangat saat merasakan sensasi getaran dari benda tersebut menyentuh miliknya seraya membayangkan wajah Mike yang menggagahi dan mencumbunya disana.
Claire berteriak histeris saat mencapai *******. Namun, sesaat kemudian Claire tersenyum kecut karena merasa hasratnya tidak terpuaskan dengan sepenuhnya.
Claire mengakui sejak pertemuannya dengan Mike, Claire tidak bisa menahan diri dari pemuda tampan itu. Bahkan saat menatap mata pemuda itu, Claire seketika membayangkan permainan gila dan panas mereka, saat Mike menggerayangi tubuhnya waktu itu.
...****************...
Setelah pertengkaran Karin dan Mike tadi malam, pagi-pagi buta Mike sudah tidak ada di rumah. Mike pergi dari rumahnya tanpa memberitahu siapapun termasuk Difan yang pagi itu datang untuk menjemput Mike berangkat ke kantor.
"Apa yang terjadi ini?. Kemana perginya Mike, hah?" tanya Difan sesaat setelah masuk ke rumah Mike.
Bahkan ponsel Mike juga tidak bisa dihubungi olehnya.
"Tenanglah Difan, barangkali Mike sudah berangkat dan sekarang ada di kantor," jawab Karin santai, padahal dalam hatinya Karin mulai khawatir.
"Baiklah aku akan ke kantor sekarang. Kalau ada kabar dari Mike aku akan menghubungimu," ucap Difan kemudian pergi dari rumah Mike.
Sesaat setelahnya Karin menerima pesan dari Bagas.
Mas Bagas sudah di jalan mau jemput kamu. Kamu siap-siap ya, sepuluh menit lagi mas sampai.
Karin terlihat bingung.