
"Mike lepaskan aku, aku tidak mau melakukan itu," Karin mulai berontak.
Mike melepas pelukannya lalu mengubah posisinya menghadap Karin.
Karin dan Mike saling menatap intens. Entah kenapa, Karin melihat sebuah ketulusan di mata Mike kali ini.
"Layani aku malam ini. Aku meminta hakku sesuai kontrak yang telah kita sepakati," pinta Mike.
"Kamu harus melayaniku, atau aku akan menuntut mu di pengadilan," ancam Mike seraya menyentuh wajah Karin.
Mike kembali mengeras hanya dengan sekali sentuhan di wajah Karin, "Aaaggghhh..., egghrrrrrr...,"
Astaga, aku bisa gila dibuat wanita ini. Aku hanya menyentuh wajahnya, tapi aku sudah seperti akan meledak. Aku akan keluar, bisik Mike dalam hati.
"Aaaggghhh, Aaaggghhh, Euuggghhh..., Euuggghhh..., Aaaggghhh...," Mike menghentak pinggulnya dan akhirnya ia berhasil menyemprotkan cairan hangat yang sedari tadi tersendat didalam sana hingga membasahi selimut yang Mike kenakan.
Sementara Karin masih diam tak tahu harus menjawab apa atas ancaman Mike.
"Maaf Karin, aku tidak bisa menahannya lebih lama lagi," ujar Mike yang siap untuk menggempur pertahanan Karin.
Mike menyerang Karin persis seperti apa yang telah dia lakukan padanya tempo hari. Mike kembali mengulang kejadian itu pada Karin.
Setelah puas mencumbu paksa tubuh gadis itu, kini saatnya Mike menunjukkan keperkasaannya kembali.
Mike menggagahi Karin dengan buas. Hingga membuat Karin berteriak histeris bahkan menangis sanking kasarnya cara Mike bercinta kali ini. Bahkan lebih buruk dari waktu pertama kali Mike melakukan hal itu pada Karin.
Mike menjajaki dan meniduri Karin dengan sangat kasar, pengaruh obat perangsang kembali menguasai nafsu Mike. Mike benar-benar tidak bisa menguasai tubuh dan pikirannya.
Bahkan saat Karin sudah lemas tak bertenaga karena gempuran Mike yang tak ada habisnya itu, Mike masih saja terus melanjutkan hasratnya pada Karin bahkan memasukkan miliknya semakin dalam ke tubuh gadis itu.
"Mike, aku mohon hentikan. Aku kesakitan Mike," ujar Karin terengah.
Tubuh Karin sudah basah bermandikan cairan milik Mike yang disemprotkan Mike ke arahnya.
Dengan tenaga tersisa, Karin bertahan dengan kebuasan Mike. Tubuh Karin rasanya remuk redam dengan rasa sakit luar biasa dibawah sana. Sementara Mike masih saja tampak haus dan lapar, Mike benar-benar tidak bisa menghentikan hasratnya.
"Mike, aku mohon hentikan. Aku sudah tidak kuat lagi," pinta Karin.
Bukannya berhenti, tapi Mike masih saja terus memakan Karin dengan lahapnya.
"Aku mau keluar. Aku akan keluar didalam."
Karin panik, karena dengan begitu Mike akan menyemburkan lahar miliknya kedalam tubuh Karin. Tentu saja Karin menolak, sebab ia tidak mau mengandung benih dari Mike.
"Tenanglah sayang, Aaahhh..., aku sudah tidak tahan," balas Mike yang semakin mempercepat laju pompa miliknya.
Karin berusaha menghentikan Mike, tapi Mike justru semakin memuncak dan mencengkeram tubuh Karin lebih kuat hingga membuat Karin tidak berdaya untuk melawan lagi.
"Aaaggghhh..., Aaaggghhh..., Euugghhh..., Euugghhhh...., Euugghhh....!!!!," lenguhan panjang Mike saat mengeluarkan cairan panas miliknya, mengakhiri pergumulan mereka malam itu.
Mike terkulai lemas, dengan Karin yang berada dibawahnya. Karin menangis sesenggukan, sementara Mike hanya tersenyum sambil menatap wajah cantik gadis yang ada dibawahnya.
"Terima kasih Karin. Aku suka. Kamu menyelamatkan aku kali ini."
"Aku membencimu, Mike,"
Mike tidak menanggapi, pemuda itu justru memeluk Karin erat lalu mengecup kening gadis itu dengan lembut sesaat sebelum dirinya tertidur pulas.
Sementara Karin tampak sangat terpukul dengan apa yang dialaminya malam ini.
Tak berselang lama, Difan pun akhirnya tiba di rumah Mike bersama dengan seorang wanita.