Bad CEO

Bad CEO
Bertengkar kembali



Karin menatap wajah Mike yang berkeringat sesaat setelah ia mengganti pakaian pemuda itu. Karin menangkupkan telapak tangannya di kening Mike. Wajah Mike tampak memerah.


Dengan cepat, Karin mengambil air untuk mengompres Mike, berharap agar demamnya segera turun. Sesaat setelahnya Karin mengambil obat kemudian memberikannya pada pemuda itu.


Mike terlihat berbaring lemah sepanjang malam dan sepanjang malam itu pula Karin menemani Mike di samping ranjang.


Sesekali Karin dapat mendengar Mike meracau memanggil nama seseorang.


"Ellie, Ellie," racau Mike.


Karin mendengarkan dengan seksama sambil terus menatap wajah Mike.


"Siapa Ellie?" lirih Karin berbicara seorang diri.


...****************...


Malam pun berganti pagi, Mike sudah terlihat lebih baik pagi itu. Namun, tepat saat Mike membuka mata, Karin sudah tidak ada disana.


Mike dengan lemah, berjalan terhuyung menuju kamar mandi. Tubuhnya terasa berat dengan kepala yang masih terasa pusing.


Mike pun segera membilas tubuhnya dengan air. Perlahan ia mulai mengingat apa yang terjadi padanya di kantor saat bersama Claire.


Mike segera menelepon Claire sesaat setelah keluar dari kamar mandi.


"Halo, sayang. Bagaimana kabarmu?" sapa Claire dengan nada genit dari balik ponsel.


"Jawab pertanyaanku Claire, apa tadi malam kita sempat melakukan sesuatu?"


"Ya ampun Mike, lagi-lagi kau melupakan momen penting kita."


"Jawab pertanyaanku, Claire," geram Mike.


"Kalau kau penasaran, kau bisa datang ke rumahku. Aku pastikan kau tidak akan melupakanku lagi," rayu Claire.


"Dasar perempuan gila," balas Mike langsung menutup telepon dan meraup wajahnya kasar.


"Mike," sapa Karin tiba-tiba dari belakang.


Mike membulatkan matanya, ia tampak kaget saat melihat sosok Karin didepannya.


"Kau kenapa Mike?" ucap Karin dengan nampan ditangannya.


"Aku baru sampai. Bagaimana keadaanmu?. Apa kamu masih demam?" ucap Karin seraya menangkupkan telapak tangannya di dahi Mike.


"Sepertinya kamu sudah membaik," Karin tersenyum lega.


"Apa yang terjadi padaku Karin?"


Karin pun menjelaskan kalau Mike sakit parah saat diantarkan pulang oleh Claire tadi malam. Bahkan Mike terlihat tidak berdaya semalaman. Oleh karena itu Karin menjaganya sepanjang malam.


Karin pun bertanya pada Mike, tentang hubungan Mike dengan Claire.


"Mike, apa kamu sering menemui Claire?" tanya Karin membuka percakapan.


"Iya, aku sering menemuinya, tapi hanya untuk membahas pekerjaan," sahut Mike sambil menyesap teh hangat di meja.


"Apa tadi malam kalian melakukan sesuatu yang aku tidak boleh tau?"


Deg


Mike terperanjat, mencoba mencerna arah pembicaraan Karin.


Mike menelan ludahnya kasar saat Karin menunjukkan bekas lipstik Claire yang menempel di kemeja miliknya. Bahkan aroma parfum Claire masih tercium jelas disana.


"Aku benar-benar kecewa padamu, Mike. Aku benci orang sepertimu!"


Karin segera melempar kemeja Mike lalu pergi dari kamar tersebut dengan sangat marah.


"Karin..Karin, dengar penjelasan dariku dulu," ujar Mike sesaat setelah berhasil mengejar Karin.


"Penjelasan apa Mike?, penjelasan kalau kalian sudah tidur bersama, begitu?"


"Dengarkan aku, Karin. Tadi malam aku memang bertemu dengan Claire tapi kami tidak melakukan apapun. Aku bersumpah. Aku hanya..aku hanya..,"


Sial, aku tidak ingat apapun setelah itu, bisik Mike dalam hati.


"Kenapa Mike?. Kamu tidak ingat apapun?. Dasar pria brengsek," ucap Karin sebelum menutup pintu kamarnya tepat di wajah Mike.


Mike berteriak frustasi sambil terus memanggil Karin dari balik pintu. Pertengkaran mereka lun berlanjut kembali.