Baby From Idol

Baby From Idol
Part 4 Macet



HAPPY READING


"cepatlah Jessi! kau ini sangat lambat, kita bisa telat nanti. Bagaimana jika saat kita sampai di sana konsernya sudah selesai?" Dengan hebohnya Karin berteriak pada Jessi yang sedang bersiap-siap.


Sekarang sudah pukul 06.00 PM.


Sejam lagi acara konsernya akan di mulai,dan mereka baru saja bersiap-siap sejam yang lalu karena terlalu lama ketiduran.


Bahkan Bibi Helen sudah beberapa kali mencoba membangunkan mereka, tapi tidak berhasil. Alhasil? Kini mereka sangat sibuk untuk bersiap-siap karena sudah tidak punya banyak waktu.


Belum lagi jika nanti jalanannya akan sangat macet karena banyak yang akan menonton konser ini.


"Aku sudah selesai karin.


Ayo kita berangkat."


"Baiklah ayo. Aku sudah memesan taksi dan dia sudah menunggu di depan." Ujar Karin, dengan terburu-buru menuju kearah luar pada taksi yang sudah menunggu mereka.


"Berpamitlah dulu pada Bibi Helen karin." Ujar Jessi mengingatkan, membuat karin berbalik.


"Ah iya, aku lupa."


"Bibi, kami akan pergi untuk menonton konser."


Ucap Karin pada Helen yang sedang menonton televisi.


"Baiklah sayang. Hati-hati disana dan langsung pulang saat konsernya selesai." Kata Helen sambil menatap ke arah Karin dan Jessi.


"Iya Bibi, kalau begitu kami permisi."


Ucap Jessi dan Karin bersamaan.


Setelah berpamitan dengan Helen, mereka langsung menuju ke taksi yang sudah menunggu mereka di luar.


"Pak, ke alamat yang sudah saya bilang sebelumnya ya." Ujar Karin


"Baik Nona." Jawab sang sopir taksi.


°°°°°


Benar dugaan mereka, kalau jalanan pasti akan sangat macet karena banyaknya penonton dan pengguna jalan lainnya.


"Bagaimana ini Karin? Jalanan sangat macet. Kalau begini bisa-bisa kita nanti akan terlambat." Jessi begitu khawatir dengan kondisi jalanan yang macet parah.


"Kau benar, kita bisa terlambat" ujar Karin menyetujui ucapan Jessi .


"Apakah masih jauh jarakanya ke tempat tujuan pak?" Lanjutnya bertanya pada sopir taksi.


"Kurang lebih 200 meter lagi dari sini. Mungkin sekitar 5 menit lagi. Tapi kita terjebak macet, dan itu mungkin akan memakan waktu 45 menit untuk sampai." Jelas sang sopir.


"Si*l! Kalau begini kita bisa terlambat." Maki Jessi.


"Bagaimana kalau kita berjalan saja ke sana. Bukankah tak apa harus berjalan sejauh 200 meter dari pada harus menunggu selama 45 menit? Mungkin kita hanya akan memakan waktu sekitar 10 menit jika kita berjalan cepat." Usul Karin.


"Setuju! Ayo." Jessi menyetujui ide Karin karena menurutnya apa yang di katakan karin itu ada benarnya.


Tanpa berlama-lama, mereka langsung membayar dan meninggalkan taksi untuk berjalan menuju ke tempat di adakannya konser yang masih berjarak sekitar 200 meter lagi.


"Ayolah cepat Karin! Jalanmu begitu lambat." Bentak Jessi pada karin yang sudah terlihat kelelahan dengan sedikit keringat yang membasahi pelipisnya.


"Sabarlah Jessi! Aku mengajakmu untuk berjalan tapi kau malah menyuruh untuk lari demi menghemat waktu. Jika sudah begini kita tak akan punya tenaga lagi untuk nanti." bentaknya balik dengan nafas yang terengah-engah.


"Diamlah, ini semua salah kita berdua karena terlambat bangun.


Ayo lari lagi, sebentar lagi kita sampai." Ucap Jessi sambil berlari kembali.


Mau tak mau, Karin mengikuti langkah Jessi untuk berlari.


BRUKK!!!


"Aww" seseorang tak sengaja menabrak tubuh Jessi dari belakang hingga membuatnya terjatuh.


"Maaf, maaf. Aku tak sengaja, aku sedang terburu-buru." Kata orang itu sambil membantu Jessi berdiri lalu segera pergi meninggalkan Jessi yang terheran-heran dengan orang itu.


"Heyy aku baru saja mau marah padanya tapi dia sudah pergi. Sepertinya sangat terburu-buru." Kesalnya pada orang itu


"Sudahlah lagi pula ia juga sudah meminta maaf dan membantumu. Ayo lanjutkan saja perjalanannya, sedikit lagi kita hampir sampai." Ucap Karin yang memang melihat kejadian itu.


"Huh, orang itu sangat aneh. Bagaimana bisa dia mengenakan topi, masker, dan pakaian serba hitam. Sudah seperti pencuri saja." ujarnya mengingat penampilan orang yang menabraknya tadi.


"Tck, biarkan saja. Fokuslah pada yang menjadi tujuan kita." Karin kesal dengan sahabatnya yang satu itu. Tadi Jessi menyuruhnya untuk cepat dan sekarang Jessi malah memikirkan hal yang tidak penting.


"Hmm baiklah-baiklah." Jawab Jessi dengan datar.


"Akhirnya kita sampai. Dan beruntung juga konsernya belum di mulai."


Ujar Jessi saat berada di depan pintu masuk.


"Euhh aku sangat lelah." Timpal karin yang berada di belakang Jessi.


Mereka berdua melangkahkan kaki masuk ke dalam stadion.


°°°°°


"Kau dari mana saja Ax? Lihatlah konser akan segera di mulai dan kau baru saja sampai!"


Herry begitu kesal melihat Axel yang baru saja datang.


Tidak taukah Axel bahwa semua orang sudah panik mencarinya yang tak kunjung datang ?


"Maaf." Jawabnya singkat.


"Sudahlah. Cepatlah berganti pakaian dan segera perbaiki penampilanmu itu. Kita tidak punya banyak waktu lagi."


Axel segera melakukan apa yang di perintahkan sang manajer.


Setelah berganti pakaian, dia melanjutkan untuk memperbaiki penampilannya yang sudah kusut karena ia tak sempat bersiap-siap sebelum datang.


Jujur saja, alasan Axel telat datang adalah karena ia ketiduran  sebab terlalu lelah. Semenjak menginjakkan kaki di Madrid kemarin, ia menjadi sangat sibuk karena karena harus berlatih untuk penampilannya nanti.


Bahkan tadi pun dia masih sempat latihan.


Sebenarnya, Herry sudah mengajaknya untuk berangkat bersama dengan asistennya namun Axel menolak itu dengan alasan masih ingin istirahat sebentar dan akan menyusul menggunakan mobil sendiri.


Dengan terpaksa Herry menuruti permintaan artisnya itu, walapun sebenarnya ia merasa khawatir jika ada penggemar yang melihat keberadaan Axel.


Bukan tanpa alasan, Herry hanya takut sesuatu terjadi padanya dan akan berakibat pada konser nanti.


Namun Axel berhasil meyakinkan Herry bahwa ia tak akan seceroboh itu.


Dan hasilnya, Axel malah ketiduran.


Ia terbangun pukul 06.10 PM. Secepat kilat dia langsung menyambar kunci mobil yang terletak di atas meja dan segera pergi ketempat konser, sambil berharap sang manajer tidak akan marah atas keterlambatannya.


Namun sepertinya keberuntungan sedang tak berpihak padanya. Jalanan sangat macet.


Mau tak mau Axel memarkirkan kendaraanya di pinggir jalan dan berlari menuju ke tempat diadakannya konser. Tak lupa pula ia mengenakan topi dan masker agar tak bisa di kenali orang. Akan panjang urusannya jika orang-orang melihatnya.


BRUKK!!!


Axel bahkan tak sengaja menabrak seseorang karena terburu-buru.


"Aww" ujar gadis yang tak sengaja di tabraknya itu.


"Maaf, maaf. Aku tak sengaja,aku sedang terburu-buru." Kata axel sambil membantu gadis itu berdiri lalu segera pergi meninggalkan dan melanjutkan tujuannya.


Mengingat hal itu membuat Axel tersenyum tipis. Ia begitu ingat ekspresi gadis yang tak sengaja di tubruknya itu. Gadis itu terlihat sangat kesal. Dan bisa di tebak, gadis itu pasti juga menyumpahi dirinya.


"Ax, ini sudah selesai."


Ujar Penelop, asisten yang baru saja selesai merapakian penampilannya.


Axel hanya diam  tak menanggapi ucapan Penelop.


"Axel apakah sudah selesai? 5 menit lagi acaranya akan di mulai." Kata Herry yang baru masuk ke ruang ganti.


"Seperti yang kau lihat Herr."


"Baiklah ayo ikut aku."


°°°°


"AXELOVE APAKAH KALIAN SUDAH SIAP?"


teriak sang Mc pada para penggemar


Terdengar teriakan-teriakan yang mengatakan akan kesiapan mereka untuk melihat secara langsung penampilan sang Idola.


"BAIKLAH, LANGSUNG SAJA INI DIA PENAMPILAN DARI AXEL SANG IDOLA."


Akhirnya yang di tunggu-tunggupun tampil dengan penamipalan yang begitu memukau. Semua Lagu miliknya ia nyanyikan.


Malam itu, suasana stadion tempat diadakannya konser begitu ramai.


Para penggemar senang karena bisa melihat secara langsung penampilan sang Idola.