![ANGEL [ Mother To My Child ]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/angel---mother-to-my-child--.webp)
Ben menatap penuh cinta Angel yang berjalan disamping nya, dia mengeratkan genggaman tangannya hingga membuat Angel menatap nya
" Ada apa? " Tanya Angel setelah melihat Ben tersenyum menatap nya
" Tidak ada, aku hanya terlalu bahagia"
Angel tersenyum dan memeluk lengan Pria tersebut, Ben tidak bisa menutupi kebahagiaan nya atas perlakuan Angel dan mencium kepala Angel berkali-kali hingga puas
" Ben, apa kamu tidak mempunyai wanita yang menyukai mu? "
" Tentu saja ada"
"Lalu kenapa kamu memilih ku? Mereka pasti cantik-cantik"
" Jangan membahas mereka, nanti kamu malah iri dengan mereka " Kata Ben bercanda
" Iri? aku sudah tidak pernah merasa kan nya sejak 5 tahun terakhir " Angel mengangkat wajah nya menatap Ben
" Kamu tenang saja, aku bukan wanita yang suka syirik pada wanita cantik "
" Tentu saja, karena pria yang disukai wanita-wanita cantik sudah menjadi milikmu" Angel tersenyum mendengar nya dan menyandarkan kepada nya dibahu Ben
" Cerita kan tentang mantan istrimu, aku ingin tahu sosok ibu dari Glory "
" Menurut mu seperti apa dia? "
" Dia mungkin Wanita yang cantik, dengan tubuh yang indah dan hati yang baik"
" Dari tiga opsi yang kamu berikan hanya dua yang benar "
"Opsi yang mana yang tidak? Jika mantan istrimu itu jelek, tidak mungkin Glory bisa secantik itu"
"Karena dia lebih mirip denganku "
"Dia sama sekali tidak mirip denganmu, aku pikir dia pasti sangat mirip dengan mantan istri mu"
"Jangan membahas hal yang tidak penting"
" Ben... Apa kamu tidak berhubungan baik dengan mantan istrimu? Kamu terlihat tidak sedih sama sekali saat menceritakan tentang dia? "
Ben hanya diam saja dan menunjuk sebuah restoran
" Aku akan menceritakan semuanya tapi tidak di tengah jalan seperti ini "
" Jangan disana, lebih baik ditempat yang lebih tenang "
" Baiklah "
Mereka berhenti disebuah taman dan duduk disalah satu bangku, Ben duduk sangat dekat dengan Angel dan menggenggam tangannya dengan erat
" Sekarang cerita kan? " Ben menghembuskan pelan nafasnya menatap Wanita disamping nya
" Kamu yakin mau dengar? "
" Kenapa? Kamu terlihat ragu mengatakan nya padaku? Apa kamu tidak percaya padaku? "
" Tidak, bukan seperti itu, aku sudah lama tidak mengingat tentang wanita itu bahkan aku hampir melupakan nya"
Angel mengerut kan dahinya mendengar perkataan Ben
" Kenapa dia bisa melupakan wanita yang melahirkan anaknya ? "
" Jika kamu tidak ingin menceritakannya sekarang tidak apa-apa"
" Angel, aku sudah berjanji untuk selalu disamping mu bagaimana mungkin aku menutupi masa laluku darimu" Angel hanya diam saja menatap Ben yang terlihat sedang mengingat-ingat
" Maaf, aku akan mencoba mengingat nya lebih dulu "
" Ya Tuhan, apa dia benar-benar melupakan mantan istrinya hingga harus berpikir lebih dulu "
" Apa kamu memiliki masalah mengingat dalam jangka panjang? " Ben tertawa mendengar nya
" Tidak, baiklah dengar ya, aku akan menceritakan semuanya "
" Aku mendengar kan"
" Nama wanita itu... "
" Kenapa kamu menyebutnya wanita itu? panggilan dia mantan istrimu atau ibu Glory "
" Sayang kamu hanya perlu mendengar kan" Angel terdiam ketika Ben menatapnya dengan mata yang tajam
" Nama wanita itu Raisa, Waktu aku masih kuliah aku memiliki dua teman, kami selalu berkumpul bersama dan menghabiskan waktu akhir pekan dengan berjalan-jalan"
" Mereka Raisa dan Dennis, aku menyukai wanita itu dan kami berpacaran selama beberapa tahun, setelah lulus kuliah aku melamar wanita itu tepat dihari kelulusan"
" Apa dia menerima mu? "
Ben mendengus sinis mendengar nya
" Tentu saja, siapa yang bisa menolak pria seperti ku? " Mendengar itu Angel mencibikkan bibirnya kesal
" Aku tahu, lanjutkan.... "
" Keluarga ku awalnya menentang karena berpikir kami masih terlalu muda untuk berkeluarga tapi aku meyakinkan kedua orang tuanku dan kami pun menikah "
" Itu cerita yang indah, aku senang mendengar nya" Angel menatap langit karena berpikir ceritanya sudah selesai
" Sayang aku belum selesai "
" Belum ? "
" Jika kamu tidak ingin dengar ya sudah, aku juga malas untuk membahasnya "
" Tidak, tidak... Lanjutkan ya Babe" Ben tersenyum mendengar panggilan Angel untuknya
"Angel aku sangat menyukai mu" Ben mendekatkan wajahnya pada Angel, Angel yang melihat itu menahan kedua pundak Pria tersebut
" Ceritakan dulu, aku penasaran, maaf untuk mengatakan hal ini, apa mantan istrimu meninggal karena melahirkan Glory?"
"Akan lebih baik jika seperti itu "
" Jadi? " Angel mengusap keningnya merasa bingung
" Wanita itu masih hidup hingga sekarang "
" Apa! Ben tolong jangan mempermainkan ku"
" Aku tidak mempermainkan mu"
" Jadi kenapa kamu berpisah dari mantan istrimu dan apa Glory tahu? "
" Wanita sialan itu sudah menipuku bertahun-tahun, dia dan Dennis memiliki hubungan dibelakang ku, sejak kuliah mereka sudah berhubungan dan wanita itu memanfaatkan ku untuk menghidupi mereka berdua"
Angel menutup mulut kaget mendengar perkataan Ben, dia semakin penasaran dan menyentuh tangan pria itu
" Lanjutkan Babe... "
" Raisa wanita bodoh itu, selalu meminta uang padaku setiap bukan dengan jumlah yang besar, dan karena aku sangat mencintainya aku memberikannya dengan mudah dan siapa menyangka kalau dia menghabiskan uang itu bersama pria tak tahu diri itu"
" Jadi intinya kamu hanya dimanfaatkan oleh mantan istrimu? "
" Iya sayang"
" Jadi bagaimana kamu bisa mengetahui kebusukan mereka berdua? "
"Sayang... Aku akan menceritakan sebuah rahasia, aku mohon jangan pernah mengatakan nya pada siapa pun apalagi pada Glory.... Sebenarnya Glory bukanlah anak kandung ku, dia anak Raisa dan Dennis"
" Apa! " Ben memasang wajah santai dan membawa tangan Angel ke pipinya
" Saat itu Glory masih berumur tiga tahun dia jatuh dari tangga dan mengalami luka yang parah di Kepala nya, dia kehilangan banyak darah dan selaku ayah tentu saja aku langsung menawarkan diriku untuk mendonorkan darah untuk putri ku tapi.. Itu menjadi awal terbongkar nya semua kebusukan manusia-manusi tidak berharga itu"
" Jadi setelah mengetahui semua nya apa yang kamu lakukan pada mereka? "
" Tidak ada"
" Tidak ada?! "
" Iya, aku malah memberi mereka uang dan mengirim mereka ketempat yang paling jauh dari hidupku dan Glory "
" Ben aku semakin menyukaimu " Angel sangat takjub dengan cerita yang disampaikan Ben padanya apalagi dengan keikhlasan hati pria itu
" Benarkah?" mata Ben berbinar saat Angel mengatakan sangat menyukai dirinya
" Ya"
" Apa sekarang kita harus berciuman? "
" Tentu saja" Ben tersenyum dengan lebar dan langsung mencium Angel, dia menarik Angel lebih dekat dan ******* lembut bibir wanita itu, Angel membalas kecupan pada bibirnya hingga Ben semakin dalam menciumnya, Ben menggigit bibir bawah Angel hingga wanita itu membuka mulutnya, mendapat kesempatan itu Ben dengan cepat memasukkan lidahnya
cukup lama mereka berciuman, Ben menarik diri nya saat dia merasakan Angel hampir kehabisan nafas, dia tersenyum saat melihat wajah Angel yang sudah memerah seperti tomat
" Aku sungguh tidak sabar akan dirimu, ayo kita cari hotel didekat sini"
" Ben" Tegur Angel agar Ben tidak bebicara sembarangan
" Baiklah, ayo kita pulang, aku tidak tahu apa yang akan terjadi jika kita lebih lama ditempat yang sepi ini".