ANGEL [ Mother To My Child ]

ANGEL [ Mother To My Child ]
24



Mereka sudah mendarat dan sekarang sedang berada didalam mobil menuju kediaman keluarga Ben


"Apa kamu merasa tidak baik? " Tanya Ben pada Angel disamping nya


"Aku baik"


"Kamu lebih banyak diam sejak didalam pesawat, apa yang kamu pikirkan? "


"Aku merasa gugup"


"Jangan gugup, orang tuaku baik, kamu tenang saja" Ben menarik Angel mendekat dan membawa kepala Angel kedadanya


"Aku bukan gugup bertemu orang tua mu tapi aku gugup bertemu mantan istri mu, ibu kandung Glory" Kata Angel didalam hati sambil menatap Gloria yang duduk dipangkuan Liora di kursi depan.


**


Ben turun lebih dulu dan membukkan pintu mobil untuk Angel, Angel tersenyum dan menerima uluran tangan Ben padanya


"Terimakasih"


"Sama-sama sayang" Ben mencium Angel dengan lembut mencoba menenangkan Angel yang tampak gelisah


Liora yang sedang menggendong Gloria memalingkan wajahnya yang sudah memerah karena malu melihat adegan Ben mencium Angel


"Tente malu ya lihat Papa sama Mama Glory ciuman? " Tanya Gloria pada Liora


"Tidak siapa yang malu? " Tolak Liora tidak Terima


"Gloria sudah sering lihat Mama sama Papa ciuman, pasti tente sama pacar tente juga sering ciuman kan? "


Liora menelan ludahnya dengan susah payah, dia sama sekali tidak menyangka bocah prempuan berusaha 5 tahun mampu membuat nya terdiam dengan perasaan sedih dihati nya


"Aku jomblo! "


"Liora" Liora tersadar saat Ben memanggilnya


"Berikan Glory pada ku, kamu bisa pulang dan beristirahat" Liora sangat senang mendengar kata pulang dan istirahat, dia dengan cepat menyerah Gloria pada Ben


"Terimakasih Tuan Ben"


Ben mengangguk dan menggandeng tangan Angel untuk masuk kerumah nya,  Liora yang melihat kepergian Ben dengan Gloria di gendongan nya merasa itu seperti kelurga utuh yang bahagia


"Aku juga mau mempunyai keluarga seperti itu" Kata Liora dengan suara lemah


Tin.... Tin....


Ben menekan bel rumahnya dengan santai, dia dapat merasa tangan dingin Angel digenggam nya


"Sayang tenang saj.... "


"Ben"  Belum sempat Ben menyelesaikan perkataan nya sebuah suara lebih dulu memanggil nama nya


"Mama" Kata Ben dengan pelan


"Apa dia kekasih mu? " Tanya Anna dengan semangat menatap Angel


"Iya" Anna sangat senang dan menarik Angel masuk


"Ayo sayang, anggap rumah sendiri ya"


Ben tersenyum mengikuti kedua orang wanita yang dia cintai tesebut


"Ben" Ben terhenti dan menatap seorang wanita yang menatap sendu kearahnya


"Kenapa kamu datang kesini? " Tanya Ben dingin


Wanita itu menatap Gloria yang berada didalam gendongan Ben, dia mulai menagis dan hendak menyentuh Gloria, tapi belum sempat tangan Raisa dapat menyentuh Gloria, Ben dengan cepat menghindar


"Jangan sentuh putriku"


"Dia putri ku Ben! Aku yang melahirkan kan nya! " Kata Raisa dengan suara keras


"Aku yang membesarkan nya selama ini, kamu itu bukan siapa-siapa"


" Kamu yang membuat aku tidak bisa menjadi ibu yang baik bagi Gloria"


"Papa siapa dia? " Tanya Gloria


"Aku ibu kandung kamu sayang" Ben langsung menatap tajam Raisa yang mengatakan hal tersebut


"Tidak, Mamaku sudah meninggal kamu bukan ibuku"


"Aku tidak tahu bahwa kamu masih punya harga diri datang kerumah ku dengan membawa polisi"


"Itu aku lakukan demi anakku"


"Aku sudah memberikan uang dan tempat tinggal kenapa kamu kembali sialan!" Ben benar-benar marah hingga dia tidak sadar mengumpat didepan Gloria.


"Dennis sudah meninggal karena penyakit jantung, aku hanya punya Gloria sekarang"


"Aku tidak punya banyak waktu untuk berbincang bersama mu, kekasihku pasti mencariku sekarang" kata Ben tidak perduli meskipun dia sempat kaget kalau Dennis telah tiada


Ben mendengus sinis sebelum dia meninggal kan Raisa yang masih berdiri di tengah ruangan


" Ben, selama ini aku tidak mendengar kamu bersama wanita lain selain aku, aku yakin kamu masih mencintai ku, dan  wanita itu hanya wanita bayaranmu saja"


**


"Mama Minta maaf ya sayang, kalau Mama dan Papa tidak jadi datang kerumahmu"


"Tidak apa-apa Mama, aku mengerti"


"Mama harap kamu tidak salah paham dengan Ben, Raisa itu hanya masa lalu Ben" Angel tersenyum dan melihat Ben yang datang bersama Gloria


"Glory main sama Nenek dulu ya" Ben menyerah kan Gloria pada Ibunya dan menarik Angel untuk pergi dari sana


"Mama, aku akan membawa Angel kekamar dulu"


"Iya"


Angel hanya membiarkan Ben menariknya menuju kamar dilantai atas, Raisa bediri tidak jauh dari tangga, hingga Angel dapat melihat dengan jelas wajah wanita tersebut


Tatapan mata Raisa seakan dingin pada Angel yang melewati nya, bahkan Ben tidak menolehkan kepalanya sama sekali pada Raisa yang berdiri dekat dengannya


Bukkkk


Ben menutup keras pintu kamar nya saat dia dan Angel sudah masuk kedalam nya


"Ben" Kata Angel dengan pelan karena melihat wajah Ben yang yang terlihat marah


Ben mendorong Angel keatas ranjang dan langsung menciumnya di sana,


"Mptmpp.. Ben" Ben mengigit bibir Angel dengan lembut dan menelusup lidahnya menikmati rongga mulut Angel yang membuatnya tenang


Ben menurunkan ciumannya ke leher dengan tangannya bergerak mengusap punggung ramping Angel


"Ben! " Teriak Angel kesal, dia tahu Ben marah tapi bukan berarti pria itu harus melampiaskan nya pada dirinya


Ben menghentikan ciumannya dan memeluk Angel erat dengan posisi masih menindih tubuh wanita itu


"Aku tidak bisa mengontrol emosi ku saat melihat nya" Angel mengusap punggung Ben ketika dia dapat merasa detak jantung Ben yang berdetak cepat


" Kamu masih belum bisa memaafkan?"tanya Angel dengan lembut


Ben menghembuskan kasar nafasnya mendengar pertanyaan kekasihnya


"Aku marah bukan karena masa lalu aku dan dia, tapi karena dia ingin mengambil Glory dariku"


Ben menjatuhkan dirinya disamping Angel berbaring dan menggenggam tangan Angel dengan erat


"Menurut kamu apa yang harus aku lakukan? " Angel memalingkan wajahnya menatap wajah Ben yang sangat dekat dengannya


"Kamu tidak bisa mengubah takdir bahwa Raisa ibu kandung Glory" Ben juga memalingkan wajahnya hingga hidung mereka bersentuhan


"Aku takut Raisa akan membawa Glory pergi dari kita"


"Kamu tidak bisa memaksa keadaan, katakan yang sejujurnya pada Glory, biar dia menentukan dia memilih siapa"


"Bagaimana jika Glory memilih Raisa? "


"Kalau begitu kamu bisa kembali bersama Raisa dan memulai kehidupan baru bersama... Akhh! Ben! " Angel menjauh kan wajahnya karena Ben dengan tidak berperasaan menggigit hidungnya yang mancung


"Sakit" Kata Angel sambil mengusap hidungnya yang memerah


"Beraninya kamu mengatakan hal tersebut, aku sungguh ingin menggigit seluruh tubuhmu karena kesal" Ben menatap tajam Angel sehingga membuat wanita itu berdebar karena takut


"Maksudku... Bukan... Seperti itu" Angel mendudukkan dirinya menjaga diri dari serangan yang mungkin terjadi


"Aku tidak suka kamu mengikhlaskan aku bersama wanita lain, yang aku mau itu kamu bukan yang lain".