ANGEL [ Mother To My Child ]

ANGEL [ Mother To My Child ]
6



Ben langsung menelpon asisten nya agar menyiapkan jet untuk ke London esok hari


" Hallo Tuan"


" Hilda siapka jet untukku, besok aku mau ke London "


" Pagi Tuan? "


" Iya"


" Baiklah " Setengah mendengar kata yang diucapkan oleh Hilda, Ben langsung  memutuskan panggilan tersebut


" Siap yang perduli dengan kedatangan Gisela dan kedua orang tuanya " Ben membaringkan tubuhnya sambil menatap langit-langit kamar


Ben kembali meraih ponsel nya diatas nakas dan mengirim pesan pada Angel


'Aku tahu jika aku menelpon, kamu tidak akan mengangkat nya, jadi aku memilih mengirim pesan saja, aku cuma mau bilang selamat malam calon istriku❤'


Ben mengetik pesan tersebut sambil tertawa pelan, dia merasa lucu dengan dirinya sendiri yang bersikap seperti  seorang pria yang baru mengenal cinta


" Malam ini akan indah jika ada Angel yang berbaring disamping ku" Ben mengusap sisi tempat tidur yang dingin disamping nya, perlahan-lahan Ben menutup matanya dan tertidur.


**


Besoknya


Anna masuk kedalam kamar Ben untuk menemui anaknya


Tok.. Tok...


" Ben! "


" Ben! Ayo turun keluarga Gisela sudah datang "


Anna mengerutkan dahinya lalu menggerakkan engsel pintu kamar Ben


" Tidak dikunci " Anna masuk kedalam kamar Ben dan kembali memanggil Putra nya


" Ben"


"Ben kamu dimana? " Anna membuka kamar mandi tapi tidak ada Ben disana, dia juga berjalan menuju ruang ganti


" Dimana anak itu? " Anna mendekati ranjang Ben saat melihat sebuah kertas di atas nya


Anna mengambil kertas tersebut dan membaca tulisan yang ada disana


" Aku pergi Ke London, jangan cari aku, nanti aku bisa pulang sendiri "


Anna menghembuskan berat nafasnya saat membaca pesan dari Ben


" Ben kamu sungguh menyusahkan, kalau kamu tidak suka kamu temui kelurga Gisela dan tolak wanita itu di hadapan semua orang "


**


Ben sekarang sedang berada di dalam jet pribadi nya, dia tersenyum membayangkan wajah Angel


" Aku sungguh merindukannya"


Hilda yang duduk tidak jauh dari Ben menatap penasaran kenapa Tuannya ingin Ke Inggris


" Tuan" Ben menatap Hilda yang memanggilnya


" Apa kita ke London untuk bisnis? "


" Tidak, aku kesana untuk menemui calon istriku " Hilda menggerakkan matanya mencoba berpikir siapa calon istri Tuannya


" Bukannya calon istri Tuan ada di New York"


" Apa maksud mu? " Tanya Ben tidak senang


" Maaf Tuan, tadi pagi Tuan Roma menelpon saya meminta saya untuk mengosongkan jadwal anda hari ini karena anda akan bertemu Kelurga Nona Gisela untuk membahas pernikahan "


Hilda merasa takut dengan tatapan tajam yang Ben berikan padanya


" Kamu dengar perkataan ku baik-baik, calon istriku itu namanya Angel, A-N-G-E-L" Kata Ben dengan menekan setiap huruf nama Angel


" Baik Tuan "


" Kami sedang menjalin hubungan jarang jauh sekarang, jadi saya harap kamu bersikap baik saat bertemu dengannya "


" Baik Tuan "


Ben menyandarkan punggung nya dan memasang earphone ditelinga, pria itu bersenandung tanpa suara hingga membuat Hilda menatap aneh sikap Ben yang berbeda.


**


Angel berjalan bolak balik dengan risau, dia sedang menunggu telpon dari Airca


" Kapan Airca akan menelpon? " Angel menatap ponsel nya dan dia dengan cepat mengangkat panggilan yang masuk


" Airca "


" Sayang ini aku" Angel menarik nafasnya panjang saat dia mendengar suara Ben


" Ada apa? " Tanya Angel dengan pelan


" Apa kamu tidak senang aku menelpon?" Nada bicara Ben terdengar kesal di telinga Angel


" Tidak, aku hanya telalu lelah saja bekerja, maaf jika kamu merasa seperti itu "


" Jangan sampai kamu terlalu lelah, satu jam lagi aku mendarat, aku ingin melihat  wajahmu yang ceria saat bertemu "


" Kenapa pria ini bersikap seolah-olah sedang menjalin hubungan percintaan dengan ku"


" Apa kamu membawa Glory bersamamu? " Tanya Angel mengalihkan pembicaraan


" Tidak, dia sedang banyak kegiatan disekolah "


" Terus kenapa kamu sempat-sempatnya mengunjungi ku London, bukannya kamu mempunyai lebih banyak kegiatan di prusahaan mu"  Angel benar-benar menahan diri nya untuk tidak menyinggung perasaan Ben selaku investor dari proyeknya


" Kalau begitu sampai jumpa, aku masih ada meeting sebentar lagi " Kata Angel berbohong


" Baiklah sampai jumpa darling "


" Darling? Siapa yang kamu sebut darling, kita ini hanya rekan sesama bisnis"


" Sampai jumpa juga Tuan Ben" Angel dengan cepat mematikan ponsel nya agar dia bisa lepas dari panggilan telpon dari Ben yang membuat nya tidak tenang


" Aku tidak menyangka dia serius dengan perkataan nya kemarin untuk datang ke sini" Angel mengajak rambutnya merasa frustasi.


Dringggg


Angel menatap layar ponselnya dengan hati-hati, dan saat dia melihat nama Airca yang tertera di sana, dia langsung mengangkat nya


" Hallo Airca " Kata Angel dengan cepat


" Kakak maaf"


" Tidak bukan seperti itu, aku tidak sempat berbicara dengannya, dia sedang lembur dikantor semalam dan pulang sangat larut"


" Aku mengerti " Kata Angel dengan pasrah


" Tampaknya aku harus menyambut Ben dengan baik saat dia datang "


" Maaf, aku janji hari ini aku akan menemuinya dikantor untuk membicarakan tentang dana itu"


" Terimakasih Airca, aku sungguh bergantung padamu "


**


Jet pribadi milik Ben sudah mendarat, pria itu keluar dengan elegan dari pesawat, dia turun dengan didampingi oleh Hilda dan berberapa bodyguard


Saat Ben memasuki kawasan Bandara, mata semua orang menatap takjub penampilan nya yang terlihat berkelas



"Mana mobilnya? " Tanya Ben saat mereka sudah berada di luar Bandara


" Mobilnya akan datang sebentar lagi Tuan " Mendengar itu membuat Ben Daen berdecak dengan kesal


" Aku sudah membayar mahal untuk itu tapi mereka bahkan telat menjemput ku"


Hilda menatap Ben yang terlihat tidak sabaran


" Itu karena kita berangkat satu jam lebih cepat dari jadwal Tuan, mereka mengira kita akan tiba satu jam lagi"


" Kalau begitu telpon, kenapa kalian hanya diam saja" Hilda yang melihat kemarahan Ben langsung bicara


" Saya sudah menelpon Tuan, mereka akan tiba sebentar lagi "


" Sebentar lagi itu kapan? Kekasihku pasti sedang menungguku sekarang "


**


Angel bergerak gelisah didalam ruangannya, Mike yang melihat itu bertanya


" Ada apa Nona? "


" Ben Daen akan datang " Mike langsung berdiri mendengar nya


" Ini gawat, aku sempat membuat Tuan Ben tersinggung" Mike bergerak gelisah karena takut bertemu Ben


Mereka berdua bergerak ke sana kemari dengan panik seperti akan bertemu ******* saja


" Bagaimana ini Nona? " Tanya Mike khawatir


" Mau bagaimana lagi, kita sambut dia dengan hangat"


" Aku berdoa semoga dia tidak datang hari ini, aku belum siap, Aamiin" Kata Mike dengan menyatukan tangannya berdoa pada Tuhan


" Aamiin " Sambung Angel dengan penuh harap


**


Ben merogoh saku jasnya untuk mengambil ponsel nya yang berdering


" Hallo Ben Daen"


" Hallo ada apa? " Tanya Ben


" Aku dengar sekarang kamu ada di London "


" Bagaimana kamu tahu? "


" Aku mempunyai banyak mata disana "


"Ck, kamu pasti mau menagih janjiku kan? " Kata Ben dengan kesal


" Hahahha, tentu saja, dulu kamu berjanji jika datang ke London kamu akan menemuiku lebih dulu bahkan jika kamu tidak dapat berjalan, kamu akan merangkak menemuiku "


Ben memejamkan matanya mendengar kata ejek kan dari Antonsen


" Sial... Kenapa aku harus terjebak oleh kata-kata konyol ku sendiri "


" Bagaimana? " Tanya Antonsen


" Baiklah aku akan datang sebentar lagi "


" Ok, aku tunggu ya" Kata Antonsen tertawa pelan sebelum dia memutuskan panggilannya, Ben menggenggam erat ponsel ditangannya


" Putar arah"


**


Angel dan Mike saling pandang dengan bingung


" Kapan Tuan Ben akan datang Nona? "


" Dia bilang 30 menit lagi"


" Tapi kita sudah menunggu 40 menit"


Angel menatap ponsel nya yang berdering diatas meja dan langsung mengangkat nya


" Sayang, aku sungguh minta maaf, aku tiba-tiba saja mempunyai urusan mendadak dan tidak jadi menemuimu"


" Tidak masalah " Kata Angel dengan menahan rasa bahagia nya


" Kamu jangan merasa sedih ya, urusan ini tidak lebih penting darimu, tapi aku harus menemui orang ini"


" Iya"


" Baiklah sampai jumpa "


" Sampai jumpa " Angel tersenyum dengan sangat lebar pada Mike


" Dia tidak jadi datang, doa kita terkabulkan " Kata Angel dengan menyatukan kedua tangannya bersorak, sedangkan Mike menghembuskan nafasnya lega


" Syukur lah, aku sungguh takut dia memarahiku "


" Kenapa dia harus marah? " Tanya Angel bingung


" Karena aku mengabaikan panggilan nya berberapa hari ini "


" Kenapa dia menelpon mu? "


" Dia selalu menelpon ku sejak kita pulang dari Jepang, menanyakan tentang keberadaan Nona, apa yang Nona lakukan, itu sungguh membuat ku pusing "


" Kamu serius? " Tanya Angel tidak menyangka


" Iya, aku mohon lindungi aku Nona".