![ANGEL [ Mother To My Child ]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/angel---mother-to-my-child--.webp)
Ben Daen
Angel Salnont
**
"Akhhhh.... " Angel terbaring diatas kasur saat Ben mendorong nya dan dia dengan cepat menindih tubuh Angel
"Ben... " Suara Angel terdengar gugup di bawah kukungan Ben, Ben menatap lurus kedalam mata Angel yang selalu mengalihkan pandangan nya
"Jujur padaku, semua obat itu untuk apa? "
Angel memejamkan matanya mencoba menenangkan jantungnya yang berdetak dengan cepat
"Baiklah, tapi menyingkir dulu dari tubuhku"
"Tidak, katakan cepat"
"Itu hanya obat yang disarankan dokter untuk ku"
"Akhh.. Ben" Angel berteriak kecil ketika Ben menggigit bahunya
"Kamu berbohong padaku, aku sempat membaca salah satu obat disana, dan itu untuk menghilangkan kecemasan"
"Kamu ini aku tidak bohong! Semua obat itu memang disarankan oleh dokter"
"Aku tahu, aku hanya mengambil kesempatan saja" Ben tersenyum manis dan menjatuhkan tubuhnya diatas Angel, hingga Angel mersa tubuhnya menipis karena menahan berat tubuh Ben
"Aa... B... Ben... " Angel benar-benar merasa keberatan hingga bicara nya pun tidak lancar, Ben seakan tidak perduli dan menatap wajah Angel yang tersiksa
"Apa sangat berat? "
"I.. Ya" Ben tertawa pelan dan mencium bibir Angel dengan lembut, Lama-lama ciuman tersebut semakin dalam, Angel yang sudah tidak tahan lagi dengan ciuman tersebut mendorong Ben dengan sekuat tenaga nya
Ben yang lengah karena aktivitas mencium Angel terlempar kesamping setelah didorong Kekasihnya
Angel yang mendapat kesempatan itu dengan cepat beranjak dari ranjang dan berdiri dengan kesal menatap Ben
"Kamu sungguh lancang, jangan Lakukan itu lagi! Semua orang sudah dibawah menunggu kamu untuk sarapan " Angel pergi dengan kesal dari sana meninggalkan Ben yang masih berbaring diatas kasur
"Angel benar, aku terlalu Agresif, kalau saja tadi Angel tidak mendorong ku, aku pasti tidak akan mengakhiri nya dengan mudah"
**
Angel mengubah wajah nya yang tadi kesal menjadi tersenyum saat melihat Gloria yang menatap kearahnya
"Mama, Papa mana? "
"Sedang berganti pakaian sayang" Angel duduk disamping Gloria dan mengusap rambut halus putri kecil Ben tersebut
" Glory lapar " Angel menarik nafasnya panjang dan menatap kedua orang tuanya yang belum menyentuh sarapan mereka
" Ben bagaimana kamu bisa menjadi menantu dan ayah yang baik, disaat kamu membiarkan mereka menunggu mu"
" Tidak apa-apa Angel, hari ini kan weekend kita tidak perlu sarapan dengan terburu-buru " Cintya berbicara setelah dia menangkap raut kesal dari putrinya
Angel sudah akan bicara sebelum sebuah suara terdengar
" Maaf" Ben datang dengan raut bersalah dan duduk disamping Angel, Ben menatap raut satu-satu orang disana dan hanya Angel yang memasang wajah dingin padanya
" Maaf" Kata Ben dengan pelan pada Angel disamping nya
"Tidak apa-apa Ben, kita bisa sarapan sekarang" Louis berbicara agar Ben tidak merasa bersalah
Angel menatap sekilas Ben sebelum dia mengambilkan makan untuk Gloria
Kedua oleh tua Angel juga sarapan dengan tenang, Ben melirik Angel yang masih mempertahankan wajah datarnya, dia merasa tidak nyaman di hatinya dan menyentuh kaki Angel dengan kakinya sendiri
Angel menatap Ben saat merasakan sentuhan di kakinya, Ben tersenyum dengan manis mencoba memastikan apa wanita itu benar-benar marah padanya atau tidak
" Mama" Angel mengalihkan matanya menatap Gloria yang memanggilnya
" Tidak apa-apa" Kata Angel dengan lembut saat melihat baju Gloria yang kotor karena saos pasta, dia membersihkan mulut Gloria yang penuh saos dengan perhatikan
"Makan pelan-pelan ya sayang" Angel mengusap rambut Gloria sayang dan Gloria menganggukkan kepalanya mengerti.
Ben yang juga memperhatikan apa yang dilakukan Angel merasa hangat di hatinya, dia juga ingin diperhatikan dan disayang seperti itu.
**
Setelah sarapan dan memandikan Gloria, Angel membawa Gloria untuk menonton kartun diruang keluarga, Angel tidak melihat Ben, sepertinya pria itu sedang mencoba menjadi menantu yang baik dengan berbincang bersama Louis
"Mama Angel? "
"Ya sayang" Angel duduk disamping Gloria dan memeluknya
"Kapan Mama menikah dengan Papa? "
"Sebentar lagi "
"Jangan lama-lama Nanti Papa diambil tente Gisela" Angel tersenyum dan mencium pipi Gloria yang lembut
"Itu tergantung Papa Ben, dia mau menikah dengan siapa" Gloria mengerucutkan bibirnya mendengar perkataan Angel yang terdengar tidak terlalu ingin menjadi ibunya
"Papa juga datang kesini bersama wanita lain, apa Mama tidak cemburu? "
"Siapa? " Tanya Angel penasaran
"Tidak tahu, Glory sempat dengar Papa memanggilnya Liora" Angel terdiam dan menatap Gloria yang memasang wajah polosnya
"Apa mereka sangat dekat? " Gloria tertawa mendengar pertanyaan Angel padanya
"Ternyata Mama cemburu" Gloria bersorak didalam hati dan berpindah duduk menjadi dipangkuan Angel
"Iya sangat dekat, seperti nya Papa tertarik padanya" Gloria berbohong dan ber akting sedih, anak kecil itu sepertinya sering menonton telenovela hingga bisa menipu orang tua
"Apa mereka juga bersentuhan? " Angel sepertinya ingin tahu lebih tentang kedekatan Ben dengan wanita bernama Liora, Gloria mencoba memutar otaknya atas pertanyaan calon ibunya, dia sebenarnya tidak mengerti dengan sentuhan yang dimaksud Angel tapi dia menjawab dengan asal
"Cium" Kata singkat itu keluar dengan santai dari mulut gadis polos tersebut, tapi kata itu mampu mengetarkan jiwa terdalam Angel, wanita itu menggeram dengan kesal hingga Gloria dapat mendengar nya
"Apa Mama marah? " Tanya Gloria sedikit takut
"Siapa yang memulai nya? " Angel tahu itu terdengar asing di telinga Gloria saat dia bertanya hal yang intim,
"Tante Liora" Gloria tidak ingin menyebut nama Ayahnya, karena merasa ayahnya bukan pria yang nakal
" Dimana? " Angel menyudutkan Gloria dengan banyak pertanyaan, Gloria merasa bingung dan menepuk-nepuk pipi dan bibir nya, Angel yang sudah terpancing melihat gerakkan Gloria merasa itu merupakan jawaban
"Ben berani nya kamu mencium ku setelah mencium wanita lain dibelakang ku"
Angel sudah akan berdiri untuk mencari Ben tapi terhenti ketika orang yang dia bicara kannya bersama Gloria sudah datang lebih dulu dengan senyum tak berdosa
"Hai Glory, Hai sayang... " Ben mengedipkan matanya saat menyebutkan kata sayang sambil menatap Angel, tapi Angel tidak bergeming sama sekali
Ben duduk disamping Angel dan memeluk pinggang wanita tersebut, dengan posisi Gloria yang berada dipangkuan Angel mereka terlihat seperti keluarga yang bahagia dan penuh cinta
"Ben" Angel memanggil nama Ben dengan nada dingin, Ben menatap Angel yang menatap dengan tajam kearah nya
"Maaf, aku tidak akan mengulangi lagi" Ben berpikir Angel masih marah mengenai dia yang lama turun untuk sarapan hingga semua orang menunggu lama dirinya
Ben mendekat kan dirinya dan mencium bibir Angel sebagai pengungkapan rasa bersalah
"Aakhh.. Sayang" Ben dengan cepat menarik bibir nya saat Angel mengigit keras bibir nya
Ben menatap tidak percaya atas tidakkan kekasih nya
"Kamu sangat liar.... Tapi aku suka" Ben malah tersenyum dengan lebar mengerat kan pelukkan nya
"Bibir kamu itu telah dicemari oleh wanita bernama Liora bagaimana kamu bisa menggunakan bibir itu untuk menciumku"