ANGEL [ Mother To My Child ]

ANGEL [ Mother To My Child ]
31



Raisa masih memikirkan perkataan Angel saat mereka berbicara berdua ditaman beberapa jam yang lalu


"Jangan sia-sia kesempatanmu untuk menjadi ibu yang baik bagi Glory, kamu telah gagal menjadi istri tapi kamu masih bisa menjadi ibu terbaik bagi Glory"


Kata-kata itu terngiang-ngiang di kepala Raisa merasa itu begitu menusuk hati nya


" Angel benar, apa yang aku cari dengan kembali kerumah ini jika hanya memburuk keadaan, Ben dan keluarga nya sudah sangat baik padaku bahkan setelah perselingkuhan ku dan Dennis diketahui, mereka masih memberikan rumah dan uang, meskipun Gloria harus bersama Ben tapi pria itu mendidik dan mengurus Gloria dengan sangat baik"


"Mama" Raisa tersadar saat Gloria tiba-tiba datang dan menegurnya


"Iya sayang"


"Kenapa Mama melamun? "


"Tidak ada apa-apa" Raisa tersenyum dan menarik Gloria kesisinya


"Mama, Glory mau tanya"


"Tanya apa? "


"Banyak yang bilang kalau Glory tidak mirip Papa, apa Glory mirip Mama? " Raisa terdiam dan menatap mata Gloria yang berwarna biru sama dengan Mata Milik Dennis


"Menurut Glory, Glory mirip siapa? "


Gloria mencoba berpikir dan meneliti wajah ibunya


"Glory rasa Glory tidak mirip Mama, Glory mirip Papa, tapi orang bilang Glory tidak mirip Papa Ben" Jawab Gloria dengan sedih


Raisa merasa terpukul melihat keadaan Gloria sekarang, itu pasti menyakitkan saat gadis kecil tersebut mengetahui kebenarannya


"Jika aku tidak menberitahu Gloria sekarang, akan sangat sulit memberitahu nya suatu saat" Raisa meyakinkan dirinya dan menarik nafasnya dengan pelan


"Gloria ada yang Mama mau bicara kan sama Gloria" Gloria menatap Ibunya dan memilih duduk disamping Raisa


"Cerita apa? "


Raisa menyentuh tangan Gloria dan menatap lurus ke dalam mata gadis kecil tersebut


"Papa Ben bukanlah Papa kandung Gloria" Raisa masih menatap Gloria menunggu reaksi putri nya


"Maksud Mama, aku bukan anak Papa?" Raisa merasa tidak tega melihat wajah sedih Gloria, dimana anak kecil itu pasti akan langsung menangis saat dia menganggukkan kepala nya saja


"Gloria dengarkan Mama ya, ini salah Mama, Mama yang membuat Papa membenci Mama dan memilih menikah dengan Mama Angel" Raisa mencoba memperbaiki sikapnya dan mulai memanggil Angel dengan sebutan Mama untuk Gloria


"Tapi kenapa? Kalau Glory bukan anak Papa, Glory anak siapa?" Gloria mulai menagis dengan kencang hingga Raisa sedikit kaget


"Gloria... Jangan menangis sayang" Raisa memeluk Gloria dan mengusap punggung nya sayang


"Hiks... Hiks... Hiks.... "


Raisa tahu ini akan terjadi, sangat sulit bagi Gloria untuk mendengar semua kenyataan nya tapi ini yang terbaik bagi Gloria dan dirinya


"Papa Gloria bernama Dennis Fans bukan Ben Daen"


Gloria mengangkat wajah nya menatap Raisa


"Jadi dimana Papa Dennis? "


Tiba-tiba dada Raisa menjadi sesak saat Gloria bertanya tentang Dennis


"Papa sudah meninggal... " Air mata Raisa turun dan mereka menangis bersama sambil berpelukan, orang yang melihat nya pasti akan tersentuh dan dapat merasakan kesedihan ibu dan anak yang ditinggalkan ayah dan suami


"Sayang" Ben mengusap pipi Angel yang basah karena menangis, Angel memeluk Ben dan mulai menagis dengan deras


"Sayang, kenapa kamu menangis? "


"Aku merasa sedih melihat Raisa dan Glory " Ben menghembuskan pelan nafasnya dan memeluk Angel dengan erat


"Kamu Jangan menagis, itu membuat ku merasa sakit dihati" Angel mengerutkan dahi nya menatap Ben


"Kenapa kamu harus sakit hati? "


"Kamu hanya boleh menangis untukku"


Angel memukul lengan Ben dengan pelan mendengar kata-kata Konyol kekasih nya


"Kamu ini sungguh aneh"


"Jadi apa kamu ingin aku bersedih dan menangis karena kamu? Bukankah itu sangat buruk" Kata Angel tidak senang


"Maksudku kamu hanya boleh menangis dibawa tubuh ku saja" Kata Ben sambil tersenyum menggoda


Angel bukan gadis yang polos yang tidak mengerti kata yang di ucapan Ben


"Aku merasa tidak yakin aku akan menangis" Setelah mengatakan hal tersebut Angel pergi dari sana meninggalkan Ben seorang diri


"Sayang! " Teriak Ben dengan kuat, di tidak perduli Raisa dan Gloria akan mendengar nya


"Sayangku! " Ben mengejar Angel dengan cepat dan mendekap nya dari belakang


"Aku sudah memberitahukan orang tuamu kalau kita kan menikah minggu depan" Angel kaget dan melepas pelukkan Ben padanya


"Kapan? "


"Semalam"


"Lalu apa yang mereka katakan? "


"Dia menyerah kan semua nya pada kita"


"Ternyata kamu sudah sangat tidak sabar ya menikah denganku" Angel mengangkat sudut bibir nya menatap mengejek pada Ben


"Iya, aku sudah tidak sabar untuk memasukimu"


Angel kesal sekaligus malu mendengar perkataan Ben, dia mendorong Ben dengan kuat lalu dia menyilang kan tangannya didepan dada sambil menatap garang Ben


"Aku menjadi curiga kalau kamu menikahi ku hanya untuk meniduri ku"


"Iya"


"Ben kamu berengsek! Jadi selama ini kamu hanya menginginkan tubuhku, kamu tidak benar-benar mencintai ku apa adanya"


"Aku berhasrat sayang, itu tanda aku mencintaimu, jika aku tidak memiliki hasrat padamu bukan kah itu artinya aku tidak mencintaimu"


"Ya ya terserah kamu saja yang jelas jangan lampaui batas mu, tunggu hingga kita menikah dulu" Ben mengerucutkan bibir nya merasa kecewa


"Kamu sangat kejam pada ku, setiap malam kita tidur diranjang yang sama dan aku selalu menahan diriku dan itu sakit sayang" Ben mengeluh dengan sangat putus asa


"Benarkah? "


"Ya"


"Kamu yakin kamu sudah menahan dirimu? "


"Iya itu sangat menyiksa"


"Lalu... kenapa setiap aku bangun dari tidur, begitu banyak tanda di sekitar leher dan dadaku"


Ben terdiam dan mengalihkan pandangannya dengan salah tingkah


"Itu... Itu.. Mungkin digigit nyamuk"


"Kamu yakin? Karena tanda itu tidak sedikit, itu banyak Ben! " Angel mendekat dan memukul-mukul Ben meluapkan kekesalan nya pada pria tersebut, Ben mencoba mempertahankan dirinya dan saat dia memiliki celah dia kabur menjauhi Angel yang terlihat tidak akan berhenti dengan cepat untuk memukul nya


"Ben! Mau kemana kamu! "


"Ampun sayang! " Ben masih berlari dan Angel mengejar nya dengan berlari cepat


"Kamu benar-benar pria mesum yang mengambil kesempatan disaat aku tidur"


Ben kaget saat Angel tinggal beberapa langkah lagi dari dirinya, dia berlari lebih cepat dan memutari sisi kolam renang


"Ampun sayang! " Angel menjadi geram dan berhasil menggapai keraha baju Ben, Ben yang kaget memundurkan langkah nya


Byuuurrrrrr


Angel membuka matanya besar saat Ben terjatuh kedalam kolam karena saat Ben mundur dia tidak menyadari kalau dia sudah diujung pembatas kolam


"Hahahahahahha" Angel malah tertawa merasa itu begitu lucu apalagi saat dia mengingat wajah Ben saat terjatuh


"Hahahhah Ben ini sungguh lucu jika kamu melihat wajahmu saat jatuh itu sangat jelek" Angel masih tertawa dan seketika dia terdiam saat tidak mendengar suara Ben dari kolam.