![ANGEL [ Mother To My Child ]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/angel---mother-to-my-child--.webp)
"Huh? " Ben tidak mengerti dengan perkataan Angel
"Huh? Huh? Jangan bertindak seperti orang bodoh" Angel memindahkan pelan Gloria yang ada dipangkuan nya untuk duduk disofa yang kosong
"Aku tidak......." Ben belum sampai menyelesaikan perkataan nya karena Angel dengan ganas mengusap bibir nya dengan tisu yang ada disana
"Sa.. Sayang" Ben mencoba menghentikan Angel yang semakin menggosok kuat bibir nya
"Kamu berciuman bersama wanita lain dibelakang ku, bagaimana kamu bisa tidak berperasaan seperti itu" Angel mengambil tisu baru diatas meja dan berpindah mengusap kedua pipi Ben bergantian
Ben yang bibirnya sudah terbebas mulai bertanya
" Kapan sayang? Aku tidak pernh mencium wanita lain selain kamu selama 6 tahun terakhir "
"Bohong! " Ben sudah merasakan panas di pipinya, di menangkap pergelangan tangan Angel dan menariknya hingga tubuh mereka bertabrakan
"Kamu jangan melakukan kekerasan dalam rumah tangga didepan Glory, ayo kita ke kamar dan menyelesaikan nya diatas ranjang"
Angel bertambah kesal dan menggigit pipi kiri Ben, itu sakit karena Ben mengernyitkan dahinya dengan dalam
"Angel kamu seperti nya suka mengigit, kalau begitu biar aku ajarkan mengigit dengan benar"
Ben menangkap punggung Angel dan membawa wanita tersebut dipundak nya seperti membawa barang
" Ben! " Angel kaget dan memukul-mukul pundak Ben, Ben tidak merasakan sakit sama sekali, dia menatap putrinya yang menatap bingung kearahnya
"Papa jangan hukum Mama, ini semua salah Glory, Glory berbohong pada Mama, Glory bilang tante Liora mencium Papa, makannya Mama marah, Papa jangan hukum Mama, hukum Gloria saja"
Air mata sudah menggenang dipelupuk mata Gloria yang cantik, Ben akhirnya tahu kenapa wanita yang ada dipundak nya berubah menjadi rubah yang suka menggigit
"Ternyata kamu cemburu ya" Ben menepuk pantat Angel hingga berbunyi sedikit keras, Angel menggeram kesal dan kembali memukul pundak Ben
"Dasar mesum! "
Untung saja Cintya dan Louis sedang ada ditaman belakang, jadi mereka tidak melihat adegan tersebut.
"Aku mesum cuma sama kamu" Ben membenarkan posisi Angel dipundak nya dan itu tentu saja dengan menyentuh pinggul Angel
"Ben turun kan aku! Sebelum ada yang melihat nya"
Ben tahu dia harus menjaga kesopanan dirumah calon mertua nya, dia menurunkan dengan pelan Angel, Angel yang sudah turun memukul pelan dada kekasih nya
"Perutku sakit karena tertekan dipundakkmu" Angel mengungkapkan kekesalan dengan masih memukul Ben
"Kamu beruntung ini dirumah orang tuamu, jika kita sudah menikah dan ini dirumahku, aku benar-benar akan menyiksamu diatas ranjang"
Angel menggelengkan kepala nya tidak percaya mendengar perkataan tersebut
"Setiap kamu bicara, pasti yang keluar kata-kata mesum, aku tidak tahu bagaimana aku bisa menyukai pria seperti mu"
Angel duduk dengan kesal disamping Gloria yang menatap polos kearahnya, Angel sebenarnya merasa tidak nyaman bertengkar didepan Gloria tapi dia sungguh tidak bisa mengontrol emosinya
Ben tersenyum saat Angel dengan tak sadar mengatakan menyukai nya
"Angel, Liora itu sekretaris ku dikantor, dia yang mengurus persiapan ku kesini, aku tidak bisa mempercayai Hilda lagi makanya aku meminta dia ikut denganku"
Mendengar itu air muka Angel berubah lebih tenang, Ben yang melihat wajah tenang kekasih kembali duduk disamping Angel, dia juga mengangkat Gloria dan membawanya kepangkuan
"Glory tidak boleh berbohong seperti itu lagi pada Mama, kamu lihat kan bagaimana kalau Mama marah" Gloria mengangguk dan memeluk Angel
"Mama Glory minta maaf" Angel menghembuskan pelan nafas dan membalas pelukkan Gloria
"Tidak apa-apa, Mama tidak marah sama Glory"
"Jangan marah Papa juga, Glory senang kalau Mama sayang Papa"
"Mama tidak marah sama Papa"
"Kalau begitu Mama cium Papa tapi jangan mengigit nya"
Angel sadar tindakan nya yang tadi mengigit Ben terlihat oleh Gloria. Dia menatap Ben yang seakan siap menerima kecupan darinya
Ben tersenyum menatap Angel yang mempertahankan egonya untuk tidak mencium dirinya
"Kalau begitu Papa saja yang cium Mama tapi Mama tidak boleh menolak" Gloria kembali bicara setelah Angel tidak kunjung mencium ayahnya
"Aku cium ya sayang" Ben seakan tidak sabar dan berinisiatif mendekat kan bibirnya pada Angel
"Ini sebenarnya hanya kesalahpahaman, aku sungguh tidak bisa marah pada pria ini" Kata Angel didalam hati
Saat bibir mereka hampir bertemu
" Ben!! " Ben kaget setengah mati saat suara keras seseorang memanggilnya
Ben menatap Antonsen yang berjalan cepat kearahnya, seperti seorang singa yang menatap mangsanya
" Antonsen " Kata Ben dengan pelan
Antonsen sudah berdiri didepan Ben yang masih duduk disofa dengan mata penuh intimidasi
"Apa yang kamu lakukan dirumah mertua ku? " Ben mencoba menenangkan dirinya dan menjabat akrab tangan Antonsen
"Hai.. " Sapa Ben dengan hangat, Antonsen tidak mengubah ekspresi nya dan masih menatap tajam Ben
"Kenapa kamu bisa ada disini? " Antonsen kembali bertanya
"Aku calon kakak ipar mu"
Jdarrrrrrr
Antonsen seperti tersambar petir disiang hari, dia menunjuk Ben dengan tidak percaya
"Kamu... "
"Iya, dia kekasih ku" Kata Angel menimpali, Antonsen benar-benar tidak percaya mendengar nya, dia menatap istri nya yang berdiri disamping nya
"Sayang ini prank kan? "
Airca menggaruk keningnya yang tidak gatal merasa bingung untuk menjawab
"Tidak"
Antonsen sesak nafas dan menjatuhkan kepalanya kebahu Airca
"Aku tidak percaya ini, Aku bahkan belum bisa dengan sepenuh nya menerima Angel sebagai kakak iparku dan sekarang bagaimana mungkin pria ini juga akan menjadi kakak ipar ku"
"Memang apa salah dengan ku hingga kamu harus sekaget itu? " Ben menatap kesal Antonsen yang bersikap berlebihan
" Tentu saja salah, kamu lupa saat kita kuliah dan tinggal di gedung apartement yang sama, kamu selalu minta makan di apartemen ku dan memakai baju-baju ku"
Ben terdiam dan menatap Angel yang mengerutkan dahinya
"Sayang aku tidak seburuk yang dikatakan pria ini, dia juga sering datang ke apartemen ku untuk membantu nya menyelesaikan tugas"
"Kapan aku meminta kamu mengerjakan tugasku?" Kata Antonsen ngegas
"Lalu kapan juga aku pernah memakai baju mu? " Kata Ben tidak mau kalah
"Baju sweater ku yang bergambar Donald Bebek hilang"
"Tapi bukan berarti aku yang mengambil nya"
"Baju tidurku juga banyak yang hilang, karena kamu selalu tidur di kamarku dan meminjam baju tidur setelah itu kembali ke apartemen mu tanpa mengembalikannya"
Ben di sekak mat oleh Antonsen, dia terdiam dan tersenyum canggung
"Mengenai itu... Aku tidak sengaja"
" Antonsen kenapa kamu harus sangat kesal dengan kekasih kakakku? Bukannya kalian tampak akrab seminggu yang lalu saat bertemu di ruanganmu"
"Adik ipar maafkan aku Ok" Antonsen merasa geli mendengar kata adik ipar keluar dari mulut Ben untuk nya
"Jangan panggil aku adik ipar, aku geli mendengar nya"
Ben yang menemukan cara untuk membalas Antonsen Terus-menerus memanggilnya adik ipar
"Adik ipar restui aku menjadi kakak ipar mu"
"Ben kamu gila! "
**
7-8 chapter lagi End ya kak😘❤
Terima kasih