ANGEL [ Mother To My Child ]

ANGEL [ Mother To My Child ]
34 The First Night



Ben tersenyum saat dia melihat Angel yang sedang berbincang bersama Anna dan Cintya, dia berjalan mendekat dan langsung memeluk pinggang ramping Angel yang masih terbalut gaun pengantin


" Ben" Kata Angel sedikit kaget dengan kehadiran suaminya, Ben tersenyum dan mengusap-ngusap pinggang dan pinggul Angel dengan lembut


Angel menelan susah salivanya merasakan jari-jari nakal pria tersebut, Angel menatap Anna dan Cintya yang menahan senyum mereka Yang Angel yakin mereka pasti melihat tangan Ben yang bergerak dengan mesum di tubuh nya


"Ben kamu kenapa disini? Kamu harus menyapa tamu undangan yang datang" Tanya Anna dengan senyuman aneh


"Aku kesini mencari istri ku, dan kenapa kalian berkumpul di taman? " Tanya Ben penasaran


Anna tersenyum dan memilih pergi dari sana sambil menarik tangan besannya, Ben mengerutkan dahinya bingung melihat kepergian ibu dan mertuanya


Plakkk


"Aduhh" Ben menarik tangannya dari memeluk pinggang Angel setelah Istrinya tersebut menepuk tangannya dengan keras


"Tanganmu itu mesum sekali" Ben mengerucutkan bibir nya dan menarik Angel dengan kuat hingga tubuh mereka menempel


"Aku ingin kamu" Angel menegang dan berusaha melepaskan pelukkan suaminya yang sangat erat tersebut


"Iya tapi jangan disini, kalau ada yang lihat bagaimana? "


"Kamu benar, dikasur lebih nyaman" Ben melepaskan pelukkan nya dan menarik Angel pergi dari sana


Ben mengabaikan tamu undangan yang berpas-pasan dengannya, Angel hanya bisa menundukkan wajahnya malu melihat tatapan orang-orang padanya


"Coba kamu lihat sepertinya Tuan Ben sudah tidak sabar lagi"


"Mereka sangat romantis"


"Apakah Tuan Ben ingin melakukan malam pertama nya sekarang" Orang-orang saling berbisik dan tertawa pelan melihat Ben yang terkesan tidak sabar lagi untuk menunggu hingga acara selesai


"Ben tunggu" Kata Angel saat mereka sudah hampir sampai dikamar pengantin mereka, Ben berhenti dan menatap istri nya


"Ada apa? "


"Harusnya kita tadi lewat jalan belakang saja, kamu lihat tadi tamu undangan menertawakan kita"


Ben tersenyum dan mendorong Angel untuk masuk kedalam kamar


"Tidak masalah, yang mereka katakan memang benar"


Mereka sudah masuk kedalam kamar dan Saat Ben sudah mengunci pintu


"Aa Aaaaa! " Angel berteriak saat melihat ada dua orang yang sedang berbaring diatas ranjang miliknya dan Ben


"Ada apa sayang? " Tanya Ben dengan kaget, Angel tidak bicara dan menunjuk dengan jarinya, Ben melihat arah yang ditunjuk istri nya


Disana Antonsen dan Airca berada di atas ranjang dengan posisi Antonsen di atas Airca


"Antonsen" Kata Ben tidak percaya, dia berjalan mendekati Antonsen dan Airca yang terdiam kaget di atas ranjang


"Apa yang kalian lakukan? " Tanya Angel tidak percaya, Airca merasa malu dan menyembunyikan wajahnya kedada Antonsen, Antonsen mengusap rambutnya dan menghembuskannya dengan kasar


"Ini hanya kesalahpahaman, kami salah masuk kamar"


Antonsen menarik Airca dan memeluk nya sambil turun dari ranjang


"Tapi bagaimana kalian bisa salah kamar? " Tanya Angel dengan masih dalam keterkejutan


"Kalian masuk terlalu cepat, harusnya tunggu acara selesai baru melakukannya dan sekarang aku harus berhenti ditengah jalan karena kalian" Kata Antonsen kesal sebelum dia keluar dari kamar pengantin


Ben dan Angel hanya bisa membuka mulut mereka tidak percaya mendengar perkataan Antonsen yang menyalahkan mereka


"Antonsen sialan, harusnya aku yang marah karena dia memakai kamar pengantin ku" Ben menjadi kesal dan mengepalkan tangannya tidak Terima


"Sudah lebih baik kita kembali ke bawah acara juga belum selesai"


"No! Aku mau sekarang" Ben menatap tajam Angel dengan nafas yang memburu, Angel hanya bisa menghela nafas dengan pelan


"Iya iya tapi kamu jangan terburu-buru, pelan-pelan saja" Ben mencoba mengontrol keinginannya dan dengan perlahan mendekati istri nya


"Kunci pintu lebih dulu" Tunjuk Angel pada pintu kamar yang terbuka saat Antonsen dan Airca keluar,


"Iya! " Ben langsung menuju pintu dan menguncinya dengan cepat, lalu dia berlari dengan kencang menuju Angel yang sudah duduk disisi ranjang


Di langsung mendorong Angel hingga berbaring dan menindih nya


"Ben! Kamu mengagetkan ku" Angel sungguh kaget dengar serangan tersebut karena sekarang jantung nya berdebar tak menentu entah karena ke kagetan nya atau karena malam pertama yang akan mereka lalui


"Maaf, aku tidak bisa menahan diriku"


"Menyingkir dulu" Ben patuh dan menyingkir dari tubuh Angel, Angel bernafas dengan lega dan mendudukkan dirinya


"Sekarang bagaimana? " Tanya Ben dengan tidak sabaran


Angel menggaruk keningnya yang tidak gatal merasa canggung dengan situasi mereka sekarang, dia menatap Ben yang sangat berharap padanya


"Aku mau mandi lebih dulu" Angel hendak berdiri tapi sebuah tangan menahannya hingga kembali duduk, Ben mendekat dan mengendus tubuh Angel, Angel hanya bisa diam dengan sedikit manahan  nafas karena hidung pria itu menyentuh kulit nya


"Kamu harum, tidak perlu mandi" Ben menggerakkan tangannya dan dengan perlahan menurunkan resleting gaun milik Angel, Angel benar-benar gugup, dia menggenggam kain gaunnya dengan erat merasakan hawa dingin yang mulai terasa di punggung nya


"Ben..... "


"Husssshsh" Ben menutup mulut Angel dengan jarinya hingga wanita itu berhenti bicara


"Kamu hanya perlu diam dan bersikap santai, biar aku yang melakukannya" Ben tersenyum mesum saat dia menurun kan gaun yang dikenakan Istrinya hingga bahu mulus Angel terlihat, Ben mendekatkan wajahnya dan mengecup lembut pundak wanita yang baru saja dia nikahi tersebut


Angel memejamkan matanya merasa sensasi yang menggetarkan hatinya dan seketika dia membuka matanya dengan lebar saat Ben menurun gaunnya hingga ke pinggang


"Kamu sangat cantik" Angel menatap mata Ben yang sudah ter selimut api gairah, pria itu seakan siapa menerkam dirinya dengan sangat liar malam ini


"Ben kita jangan terburu-buru" Suara Angel sedikit bergetar dan dia merasa kesal dengan dirinya yang sangat gugup di depan suaminya itu


Ben menggeleng dan mendorong pelan Angel hingga wanita itu berbaring, dia menatap dalam mata Angel yang membuat dia merasa hanyut dalam mata bening milik istrinya tersebut, dia mendekat dan mengecup kening Angel, lalu turun dan mengecup kedua kelopak mata indah tersebut, kembali turun mencium hidung mancung yang menggemaskan bagi Ben, mengecup kedua belah pipi yang lembut seperti awan dan terakhir bibir sexy yang menggoda iman


Cup


Ben tidak hanya mengecup tapi dia mencium liar bibir Angel yang sangat menggoda baginya, dia masih mencium impulsif istrinya tersebut tapi tampaknya Angel tidak se gairah dirinya, dia mengangkat wajahnya untuk melihat wajah istrinya


Disana Angel sedang menutup matanya dengan tubuh yang kaku dan wajah yang memerah seperti tomat, Ben tersenyum dan berbisik pelan di telinga Angel yang juga memerah


"Buka mulut mu, biarkan aku menguasai mu malam ini"


Angel membuka matanya dan pandangan mereka bertemu, Angel seperti terhipnotis dan membuka kecil mulut nya, Ben tersenyum miring dan mengusap pelan bibir terbuka tersebut


"Aku tidak akan  melepas kan mu malam ini" Ben dengan cepat mencium Angel dan langsung memasukkan lidahnya menikmati rongga mulut Angel yang menghanyutkan, lidahnya bergerak dengan berani hingga Angel merasa sesak nafas untuk mengimbangi ciuman tersebut


Bibir Ben masih mencium dengan liar sedang Tangannya bergerak dengan agresif membuka pakaian milik Angel, Angel merasa menggigil dan mencoba menyentuh tubuh nya tapi terhenti karena Ben membawa tangan Wanita itu keatas kepala nya


"Sudah aku bilang kamu hanya perlu diam, aku yang akan memuaskan mu malam ini" Angel menelan ludahnya dengan sudah payah saat Ben berlutut untuk membuat Underwear yang dia kenakan


"Kamu sangat menggoda" Ben mengangkat tubuh Angel untuk lebih ketengah dan mulai memposisikan dirinya


"Ben pelan-pelan" Ben tidak menjawab dan membuka jas hitam yang dia kenakan dan melemparkan dengam sembarangan dilantai


Dia juga membuka kemeja dan celana yang dia kenakan beserta celana dalamnya hingga dia polos tanpa sehelai benang pun sama seperti Angel yang terbaring dibawah nya


Angel yang melihat itu memalingkan wajahnya merasa malu, dia dapat merasa mukanya panas membayangkan milik pria tersebut


"Sayang" Kata Ben dengan suara yang serak, pria itu sungguh-sungguh sudah bergairah dan menjatuhkan dirinya diatas Angel, Angel tidak tahu kenapa dia sama sekali tidak merasa berat menahan berat tubuh Ben yang besar


"Aku akan mulai melakukan nya" Angel yang belum siap tiba-tiba tersentak saat sesuatu memasuki tubuh nya, dia mencengkram erat kedua pundak Ben saat pria itu mulai melakukan aksi nya


"Apa kamu menikmati nya? " Tanya Ben tanpa menghentikan aksi nya, Angel tidak menjawab karena dia sedang menahan antar sakit dan nikmat


Ben tertawa pelan saat wanita tersebut tidak dapat berkata-kata


"Aku akan melayanimu  hingga puas malam ini istri ku".