![ANGEL [ Mother To My Child ]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/angel---mother-to-my-child--.webp)
Antonsen duduk sambil matanya menatap lurus Ben yang dengan nyaman berbincang bersama Louis
" Sejak kapan Papa mengenal Ben? " Tanya Antonsen pada Louis
"Baru malam tadi"
"Malam tadi? " Antonsen menyipitkan matanya menatap Ben, Ben seakan tidak perduli dan berbicara
"Sebenarnya aku dan Antonsen ini teman kuliah waktu di Amerika"
"Benarkah? " Louis tampak antusias mendengar nya
"Iya, kami teman yang sangat dekat"
"Itu hal yang baik, Papa senang mendengar nya"
"Antonsen kamu datang kesini tidak membawa cucuku" Sambung Louis
"Alfan ada kegiatan sekolah melihat danau hari ini, sore nanti kami akan menjemputnya"
"Hari ini wekeend, apa tidak ada hari lain" Louis terlihat sedih karena tidak bisa melihat cucu tampan nya tersebut.
"Papa, besok kedua orang tuaku akan datang kesini untuk melamar Angel sebagai istri ku" Louis tampak kaget mendengar nya
"Apa itu tidak terlalu cepat? Kalian baru mengenal sekitar 2 minggu"
"Tidak, kami berdua sudah membicarakan"
"Papa mengerti, Papa mendukung apa pun yang terbaik untuk kalian, tapi masalah nya jika kamu nanti menikah dengan Angel, dia pasti akan kamu bawa ke New York, siapa yang akan mengurus perusahaan menggantikan Angel? "
"Maaf untuk mengatakan ini, apa Papa tidak lagi mengurus perusahaan? " Tanya Ben
"Iya, sudah 2 tahun Papa tidak mengurus perusahaan lagi, Papa tidak sanggup lagi duduk lama dimeja kerja, kepala suka pusing dan tubuh yang mudah lelah, setiap kali Papa kerja, pulang nya pasti sakit"
Ben terdiam dan menatap Antonsen yang memerhatikan istrinya Airca yang sedang menyiapkan makan siang
"Kalau Airca saja yang menggantikan Angel, Bagaimana? " Antonsen terlalu fokus pada istri nya hingga tidak mendengar perkataan Ben
"Antonsen, aku bertanya padamu" Antonsen tersadar dari lamunan pada Airca
"Ya ada apa? "
"Apa istrimu bisa mengambil alih perusahaan menggantikan Angel" Antonsen menelan ludahnya susah, dia sudah melarang Airca bekerja dengan berbagai alasan dan sekarang dia hadapkan dengan hal yang memungkinkan Airca untuk bekerja
"Kami sedang program kehamilan" Jawab Antonsen pelan, Louis tidak bisa memaksa Airca untuk bekerja kembali untuk mengurus perusahaan nya karena sekarang Airca adalah istri Antonsen
"Coba kamu tanyakan pada Airca dulu, aku rasa dia pasti mau menggantikan Angel" Kata Ben
Antonsen sebenarnya tidak ingin Airca kembali bekerja, dia ingin istri nya tersebut hanya dirumah saja
"Kalau begitu kenapa tidak kamu saja yang pindah kesini? "
"Bagaimana mungkin aku meninggalkan New York, kamu tahu sendiri aku mengelola perusahaan ayahku di sana"
"Berarti itu resikonya"
"Antonsen kenapa kamu bisa se egois ini"
"Sudah-sudah, kalian jangan bertengkar, Papa masih sanggup untuk mengawasi perusahaan Salnont"
Antonsen dan Ben langsung terdiam mendengar pekataan dari ayah wanita yang mereka cinta
" Ini sungguh berat, bagaimana aku sanggup membawa Angel pergi ke New York, jika Ayah wanita itu dalam kesulitan" Kata Ben didalam hati
"Bagaimana mungkin aku akan bersikap egois dengan membiarkan Papa mengurus perusahaan" Sambung Antonsen didalam hati, dia mengusap kuping menatap Ben yang juga menatap nya
"Papa tidak perlu khawatir, aku yang akan mengurus perusahaan Papa" Kata Antonsen memilih mengalah
"Kamu serius Antonsen, kamu mau mengurus dua prusahaan sekaligus? " Tanya Louis memastikan
"Iya, itu hal yang mudah, Papa percaya padaku"
Ben tersenyum mendengar nya, dia tahu Antonsen itu pria yang baik, selama masa kuliah dulu, Antonsen suka menolong orang lain meskipun secara diam-diam, Antonsen bukan pria yang sangat pintar saat kuliah, tapi dia pria yang bertanggung jawab dan dapat diandalkan
"Baiklah, Papa percaya"
"Sayang"
"Iya sayang" Jawab Louis, Antonsen, dan Ben berbarengan, sambil mata mereka menatap orang yang memanggil sayang
"Aku kira Angel, ternyata ibunya"
Antonsen dan Ben saling tatap dengan malu karena mereka satu pemikiran
" Makan siang sudah siap? " Louis berdiri sambil menahan senyumnya
"Kalian ternyata Bucin terhadap putri- putri ku, maaf mengecewakan, aku yang dipanggil sayang oleh istri ku"
Louis pergi dari sana sambil tertawa pelan meninggalkan menantu dan calon menantu nya
"Uuh ini memalu kan" Kata Ben dengan menutupi wajahnya dengan tangan
"Antonsen"
"Ben" Mereka berdua menatap Airca dan Angel yang datang mendekat
"Sayang sepertinya kita harus membicarakan tentang panggilan masing-masing, kita sudah menikah selamat 5 tahun, dan kamu memanggil ku dengan panggilan sayang dapat dihitung dengan jari" Airca mengerutkan dahinya mendengar perkataan suaminya
"Kamu bicara apa? Cepat, makan siang sudah siap" Airca meninggalkan Antonsen begitu saja menuju meja makan tanpa menghiraukan Antonsen yang sudah merengek seperti bayi
"Sayang! " Antonsen berdiri dan mengejar istrinya, tampaknya Antonsen sudah terbiasa bersikap kekanak-kanakan dirumah mertuanya
"Ben" Panggil Angel pada kekasih nya yang hanya diam menatap arah pergi nya Antonsen
"Angel, aku sudah membicarakan nya pada ayahmu mengenai kedua orang tuaku yang akan datang besok" Angel tersenyum dan mengulurkan tangannya
"Aku senang mendengar nya" Ben menerima uluran tangan Angel dan menggenggam lembut tangan halus Angel
"Ayo kita jalan-jalan setelah makan siang"
"Boleh" Ben tersenyum dan merangkul bahu Angel dengan sayang
"Aaah aku semakin sayang muach... " Ben mencium Angel di sepanjang jalan hingga mereka tidak sadar mereka sudah sampai dimeja makan, Ben menarik sebuah kursi untuk Angel, kemudian dia duduk disamping kekasih nya
Antonsen dan Airca terdiam menatap sepasang kekasih yang bermesraan seperti pengantin baru di meja makan, Antonsen tidak mau kalah dan mulai bersikap manja pada istri nya
"Sayang, tanganku sedikit sakit, suapin aku ya" Antonsen tersenyum dengan sangat manis mencoba meluluhkan hati Airca
"Antonsen, anak kita umurnya 4 tahun" Setelah mengatakan hal tersebut, Airca kembali memakan makannya, Antonsen mengerucut kan Bibir kecewa.
"apa hubungannya dengan umur Alfan? bahkan Jika Alfan berumur 30 tahun pun itu tidak masalah"
**
Antonsen dan Airca sudah pulang untuk menjemput Alfano dari kegiatan Outdoor sekolah nya, Ben menatap Angel yang sedang mengepang rambut panjang Gloria
"Mama kita mau kemana? " Tanya Gloria
"Kita mau Jalan-jalan"
"Jalan-jalan? Yeay" Gloria tampak semangat, dia mengangkat tangan nya bahagia
"Aku sungguh tidak sabar lagi menjadikan kan Angel istri ku" Kata Ben didalam hati
"Sudah selesai" Angel sudah selesai dengan rambut Gloria, dia memakai syal untuk dirinya dan menggandeng tangan Gloria untuk keluar dari kamar
"Ayo Ben" Ajak Angel, Ben tersadar setelah dia terlalu fokus menatap Angel dan Gloria
"Ok, ayo"
**
Didalam mobil Gloria bernyanyi mengikuti musik yang diputar didalam mobil, Angel yang melihat itu tersenyum menatap Ben
"Suara Glory sangat bagus, apa kamu juga bisa bernyanyi Ben? " Tanya Angel
"Tidak"
"Berarti mantan istrimu memiliki suara yang bagus, karena buah tidak akan jatuh jauh dari pohonnya" Ben terdiam menarik nafas nya panjang, dia mengambil tangan Angel dan menggenggam nya erat, sangat erat hingga Angel dapat merasakan kalau pria tersebut kesal
"Sayang, aku Mohon jangan bicarakan hal ini disaat ada Glory" Angel menatap Ben yang terlihat tidak senang dengan bahan pembicaraan mereka
"Aku mengerti" Kata Angel pelan, Angel memilih menatap keluar jendela mencoba menutupi perasaannya yang sedikit tidak nyaman
" Jika dia benar-benar tidak lagi mencintai mantan istri nya, kenapa dia harus sekesal itu saat aku membahasnya, apa dia masih belum bisa move on dari Raisa " Angel berbicara didalam hati sambil meremas tangannya yang bebas.