ANGEL [ Mother To My Child ]

ANGEL [ Mother To My Child ]
32



"Ben" Panggil Angel dari atas kolam, jantung Angel mejadi berdebar saat tidak melihat Tanda-tanda pria itu


Byuuurrrrrr


Angel langsung terjun ke kolam tanpa berpikir panjang, dia menyelam dan membuka matanya didalam air untuk mencari keberadaan kekasih nya


"Dimana Ben? Ben! "


Angel kaga saat seseorang menggapai pinggang nya dan menarik dirinya menuju ke permukaan, Angel menarik nafas dengan cepat saat kepalanya berada diatas air


Cup


Angel berhenti bernafas saat sebuah ciuman mendarat diatas bibir nya, Dia baru menyadari kalau yang menarik nya adalah Ben, mereka sedang berpelukan ditengah-tengah kolam sambil berciuman dan itu terasa intim bagi Angel


Angel tersentak saat merasa tangan Ben berada di dadanya, Angel mencoba melepaskan pelukkan tersebut tapi Ben malah mengeratkan pelukkan nya


Angel menjadi kesal dan memukul bahu pria tersebut dengan keras hingga Ben menghentikan ciumannya


"Kamu gila ya! Aku hampir jantungan saat kamu tidak kunjung terlihat di permukaan"


"Hahahhahah" Ben malah tertawa mendengar ungkapan kekesalan dari kekasih nya


"Kamu takut aku mati ya? " Tanya Ben bercanda


"Iya, jika kamu mati aku harus mencari pria lain menggantikan mu dan itu butuh waktu yang lama"


"Jika aku benar-benar mati, aku tidak akan rela kamu hidup bersama pria lain"


"Bahkan disaat kamu menjadi hantu saja kamu masih tetap egois, sudah lepas kan aku, disini dingin" Ben mengerucutkan bibir nya kesal, dia melepas kan Angel dan wanita itu dengar cepat berenang ke sisi kolam dan naik ke permukaan lantai


" Kamu juga cepat naik nanti malah masuk angin " Setelah mengatakan hal tersebut Angel pergi dari sana


"Angel jika aku benar-benar mati apa kamu sungguh akan mencari pria lain?!" Tanya Ben dengan keras dan itu berhasil menghentikan langkah Angel


"Jika kamu mati, aku akan hidup sebagai biarawati disisa hidup ku" Angel berkata tanpa membalikkan badannya dan kembali melangkah menjauhi Ben yang terdiam diatas air


" Biarawati? Apa itu artinya dia tidak akan pernah menikah " Gumam Ben, dia tersenyum dan menenggelamkan kepalanya kedalam air merasa malu  saat mengatahui maksud dari perkataan Angel


"Itu artinya dia tidak akan  menikah selain denganku, aaaaahhhh Angel kamu menggemaskan! "


Ben dengan cepat naik dan berlari dengan kencang memasuki rumah tidak perduli dengan air yang menetes dari pakaian nya yang basah


"Angel! "


**


Raisa sudah memutuskan untuk pergi dari rumah Ben setelah dia berpikir dengan sangat keras sepanjang malam


"Mama mau kemana? " Tanya Gloria saat dia melihat Raisa memasukkan baju kedalam koper, Raisa menatap Gloria dan tersenyum


"Mama mau pulang"


"Pulang? "


"Rumah Mama dan Papa Dennis" Raisa sudah selesai dengan baju-bajunya, dia mendekati Gloria dan memeluk nya dengan erat


"Gloria jangan nakal ya, harus baik sama Mama Angel, Mama Raisa tidak bisa sering-sering datang kesini jadi Gloria harus baik-baik disini"


"Maksud Mama apa? Mama tidak mau bawa Glory? " Raisa menatap Gloria yang memasang wajah sedih, dia tersenyum dan menggeleng pelan


"Gloria tidak boleh sedih, disini kan rumah Gloria"


"Mama jahat, Mama tidak mau Glory!" Teriak Gloria marah


"Tidak tidak sayang jangan marah ya, ini semua demi kebaikan kamu, hidup kamu akan lebih bahagia jika tinggal disini" Kata Raisa menjelaskan


"Papa Ben bukan Papa Glory, Kakek sama Nenek juga bukan kakek dan nenek Glory, Glory mau ikut Mama"


Raisa terdiam dan menghembuskan pelan nafasnya


"Gloria yakin?"


"Iya, Papa Ben sama Mama Angel akan menikah dan mereka akan punya anak mereka sendiri, sedangkan Mama tidak punya siapa-siapa selain Glory"


Raisa tersentuh mendengar perkataan putri nya, dia kembali memeluk Gloria dan menangis dengan deras


"Terima kasih Gloria"


**


Ben dan Angel berdiri dari sofa ruang kelurga saat melihat Raisa datang bersama Gloria sambil membawa koper


"Raisa kamu mau kemana? " Tanya Angel  bingung


"Aku akan pulang ke Jerman" Raisa tersenyum dan berbicara pada Gloria


"Sayang, ayo berpamitan sama Papa Ben dan Mama Angel" Gloria menatap takut-takut Ben yang berdiri didepan nya


"Papa Glory mau pergi sama Mama Raisa" Gloria menundukkan kepalanya merasa takut Ben akan memarahinya


"Mama Angel, Glory minta maaf" Angel ter senyum dan mendekati Gloria, dia berlutut dan memeluk Gloria dengan lembut


"Mama Angel tidak marah, Glory tidak perlu minta maaf" Mata Gloria berkaca-kaca dan mulai menangis


"Tapi Papa Ben marah sama Glory, Papa benci Glory" Angel menatap Ben yang hanya berdiri diam menatap ke arah nya


"Ben" Angel memanggil Ben dan menariknya untuk ikut berlutut didepan Gloria


"Minta maaf" Sambung Angel pada Ben disamping nya, Ben menatap Gloria yang memasang wajah sedihnya


"Glory benar-benar sudah tidak benci Mama Angel? " Tanya Ben, Gloria mengangguk dengan pelan dan mencium pipi Angel cepat, melihat itu Ben tersenyum dan menarik Gloria ke pelukkan nya


"Papa juga tidak benci Glory, Papa sangat menyanyangi Glory, maafkan Papa yang berteriak pada Glory ya? " Gloria memeluk erat Ben dan menangis dengan keras


"Glory juga sayang Papa.. Hiks... Hikss... "


Ben mengusap punggung Gloria dan melepaskan pelukkan tersebut dengan pelan


"Itu baru anak Papa"


"Gloria akan  ikut dengan ku" Mendengar hal tersebut membuat Ben dan Angel menatap cepat kearah Raisa


"Apa? "


"Papa, Glory mau ikut Mama pulang" Ben terdiam dan menatap Gloria lembut


"Sayang, kamu sungguh-sungguh akan meninggalkan Papa? "


"Iya, Glory mau berterimakasih karena Papa Ben sudah mau menjadi Papa Glory"


Ben terdiam dan memeluk Gloria dengan sangat erat, dia tidak menyangka dia benar-benar akan berpisah dengan Gloria yang selama ini dia sudah anggap seperti putri kandungnya sendiri


"Ben kami harus pergi sekarang karena pesawat menuju Jerman akan lepas landas satu jam lagi"


Ben menghapus air matanya dengan cepat takut bila Gloria atau yang lain melihat nya tapi Angel dapat melihat hal tersebut meskipun Ben mencoba menutupi nya


"Titip salam buat Anna dan Lan, maaf  kami tidak sempat berpamitan pada mereka" Anna dan Lan tidak ada dirumah karena mereka sedang pergi kerumah sakit untuk menjenguk teman Lan yang terkena serangan jantung


"Papa Glory pergi ya, Papa sama Mama Angel nanti kalau sudah nikah cepat-cepat punya Baby ya" Gloria tersenyum dengan sangat lebar dan memeluk Angel untuk terakhir kalinya


"Kamu tenang saja Glory, Itu hal yang mudah bagi Papa"  Angel mencubit pinggang Ben dengan keras mendengar perkataan calon suaminya


"Auhh sakit sayang" Ben mengusap pinggang nya yang dicubit oleh Angel


"Ben Angel aku juga mau minta maaf, mulai sekarang aku tidak akan lagi mengganggu kehidupan kalian, aku do'akan kalian bisa hidup bahagia selama nya"


"Terima kasih Raisa, aku juga do'akan kamu akan hidup bahagia selama nya"


Raisa tersenyum dan memeluk Angel sebagai pelukkan persahabatan


"Terima kasih karena sudah menyadarkanku"


Raisa melepaskan pelukkan nya dan menatap Ben, dia mendekat dan langsung memeluk Ben dengan erat, Ben yang mendapatkan pelukkan tiba-tiba tersebut sedikit kaget, dia tidak membalas pelukkan Raisa hingga wanita itu melepaskan pelukkan nya


"Sampai jumpa Ben" Raisa menggandeng  Gloria dengan tangan kanan dan menarik koper menggunakan tangan kiri


"Kami akan mengantarkan mu ke bandara" Kata Angel menawarkan


"Tidak perlu, aku sudah memesan taxi dan sudah menunggu didepan"


Raisa pergi dari sana bersama Gloria dan Angel menatap Ben yang mendadak diam sejak dipeluk Raisa


"Apa kamu sangat senang dipeluk Raisa hingga tidak bisa berkata-kata" Kata Angel kesal, dia meninggal kan Ben untuk mengantarkan Raisa dan Gloria hingga kedepan gerbang


Ben tersadar dan mengejar kekasih nya


**


"Bye bye Mama Angel " Kata Gloria melalui jendela mobil


"Bye Glory, nanti telpon Mama ya kalau sudah sampai "


"Iya, Bye Papa " Kata Gloria pada Ben yang sudah berdiri di samping Angel


"Bye sayang sampai jumpa"


Mobil taxi tersebut pergi dari kawasan rumah Ben meninggal kan dua anak manusia yang berdiri diam didepan Gerbang


"Angel"


"Ada apa? " Tanya Angel sedikit kesal karena pristiwa Raisa memeluk Ben


Ben menatap Angel dan langsung menarik wanita itu ke pelukkannya


"Sterilkan tubuhku! "