![ANGEL [ Mother To My Child ]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/angel---mother-to-my-child--.webp)
"Kamu pilih Gloria atau Angel? "
Ben menatap tajam Raisa dan berjalan mendekati nya
"Apa kamu mengancam ku? "
"Iya, jika kamu menikah dengan Angel, aku akan membawa Gloria pergi bersama ku"
Ben mengepal tangannya dengan erat, jika orang yang berada didepan nya seorang pria, dia pasti sudah melayang kan sebuah pukulan dengan keras diwajah nya
"Tampak nya kamu sangat percaya diri mengenai putri mu, kamu mau tahu apa yang aku pilih....." Ben terhenti sejenak untuk menatap wajah Raisa yang membuat nya muak
"Aku Memilih Angel" Lanjut Ben tanpa ragu, Setelah mengatakan hal tersebut dia pergi dengan cepat dari sana meninggalkan Raisa yang terpaku di tempat setelah mendengar perkataan Ben
"Tidak tidak, Ben tidak mungkin lebih memilih Angel, didia pasti berbohong untuk menakut-nakuti ku"
Raisa Menggelengkan dengan keras kepala nya menolak kenyataan yang dikatakan Ben.
**
Ben masuk kedalam kamar milik nya dan melihat Angel yang sedang memainkan ponsel nya, Ben mendekat dan langsung mendekap Angel dari belakang
"Ben " Kata Angel dengan kaget, Ben menyandarkan kepada nya di punggung Angel dengan keadaan frustasi
"Aku sudah bicara dengan nya" Angel menutup aplikasi Chat milik nya karena dia sedang chattingan bersama Airca, lalu melepaskan pelukkan Ben dan menatap nya dengan serius
"Jadi apa solusinya? "
"Dia memberiku pilihan"
"Pilihan? "
"Dia meminta ku memilih antara kamu dan Glory" Angel terdiam dan mengalihkan pandangannya
"Jadi apa yang kamu pilih? " Suara Angel terdengar tidak percaya diri setelah Ben mengatakan solusi dari masalah yang ada
"Aku memilih kamu" Angel memutarkan kepalanya dengan cepat menatap Ben
"Kamu serius? " Tanya Angel tidak percaya, Ben yang melihat ekpresi kaget dari kekasihnya menyentuh bibir Angel yang sedikit terbuka dengan jarinya
"Iya" Kata Ben dengan suara lemah, Angel yang melihat itu menyentuh tangan pria tersebut
"Ben, beberapa hari yang lalu kamu bilang padaku kalau kamu tidak bisa hidup tanpa Glory"
"Raisa ibunya, jika di ingin membawa Glory aku tidak bisa melarang nya"
Angel menghembuskan dengan kasar nafasnya dan menarik Ben ke pelukkan
"Bersabarlah mungkin kita akan menemukan solusi terbaik"
"Aku akan mengurus pernikahan kita mulai besok" Kata Ben sambil menenggelamkan wajahnya kedada Angel, Angel hanya diam meskipun di merasa kurang nyaman dengan posisi mereka
"Kamu tahu Ben, sebenarnya aku bukan wanita yang sangat baik hati, jika saja Raisa bukan Ibu kandung Glory, aku pasti sudah mendatangi nya dan meminta dia untuk menjauh darimu"
Ben yang mendengar hal tersebut mendorong Angel hingga berbaring, dia masih mendekap erat wanita itu dan
semakin menenggelamkan wajahnya kedada Angel
"Ini semua salah ku, seharusnya aku membiarkan Glory pergi bersama Raisa dan Dennis saat itu, tapi aku malah mengambil anak mereka dan menjadikan nya anakku, itu semua karena aku terlanjur menyanyangi Glory"
"Kita tidak bisa mengubah masa lalu, kamu jangan menyalahkan dirimu"
"Meskipun Dennis telah menipu ku bertahun-tahun, tapi akhir-akhir ini sering memikirkan nya, aku merasa bersalah dan kasihan pada pria itu karena dia tidak dapat melihat Glory untuk terakhir kalinya sebelum dia meninggal"
"Dennis sudah meninggal? " Tanya Angel memastikan, karena dia sedikit kaget mendengar nya
"Iya, Raisa yang memberitahu ku saat kita tiba dirumah ini"
"Ini sungguh masalah yang berat, wajar saja Raisa menginginkan putri nya kembali, aku rasa sebaik nya kamu membiarkan Glory bersama ibu kandung nya"
"Akan lebih baik jika Raisa hanya menginginkan Glory, tapi dia datang kesini memanfaatkan Glory agar bisa kembali bersamaku"
"Sayang kamu jangan lupa, ayah Glory itu Dennis bukan aku, kenapa aku harus kembali bersama ibunya" Kata Ben dengan kesal, dia mengigit tulang selangkang Angel dengar sedikit keras hingga Angel sedikit tersentak
"Kenapa setiap kali kamu kesal dan marah kamu akan menggigit ku? Itu sakit tahu" Kata Angel sedikit meringis
"Biar kamu tahu rasa, jangan pernah membuat ku kesal, jika kamu melakukan nya lagi aku tidak hanya mengigit sekali atau dua kali" Ancam Ben
"Ben bisa menjadi sangat sensitif jika aku mengatakan dia bisa kembali bersama Raisa demi Glory, tampaknya dia sangat mencintai ku" Kata Angel didalam hati merasa hangat dihati nya
"Kamu benar, lagian aku sudah terlanjur cinta mati padamu, bagaimana aku bisa membiarkan mu kembali bersama mantan istrimu"
Ben mengangkat wajah nya menatap Angel yang tersenyum dengan sangat manis
"Itu jujur atau tidak? " Tanya Ben
"Jujur, aku berani bersumpah" Kata Angel dengan yakin
"Jangan mudah bersumpah nanti kamu malah menghindari nya, kamu lupa dulu kamu berjanji akan menikahiku jika aku mau berinvestasi di proyek miliki mu dan sampai sekarang kamu belum juga memenuhi sumpah itu"
"Mengenai hal itu beda lagi, aku sungguh-sungguh serius dengan ucapan ku"
"Kalau begitu bukti kan jika kamu cinta mati pada ku"
"Apa aku harus membelah dadaku?"
"Tidak"
"Melompat dari Balkon? "
"Tidak"
"Jadi maunya bagaimana? "
"Bercinta denganku malam ini"
".......... " Angel terdiam kaku, jantung nya berdebar tak menentu, tangannya juga sudah mulai berkeringat karena gugup
"Hahahaha" Angel kaget saat Ben tiba-tiba tertawa dan membalik posisi mereka hingga Angel yang berada diatas tubuhnya
"Wajah mu sangat lucu... Hahahhaha" Ben masih tertawa dengan keras membuat Angel menutup mulut pria tersebut dengan telapak tangannya
"Kamu mempermainkan ku" Angel sangat kesal karena dia benar-benar gugup tadi
Ben tertawa tanpa suara dan menarik tengkuk Angel mendekat hingga wajah mereka menjadi sangat dekat, jika tidak ada tangan Angel di mulut Ben sudah dipastikan bibir mereka akan bertemu
"Padahal aku serius mengenai aku ingin bercinta dengannya, tapi melihat wajah kagetnya tadi, aku jadi tidak tega"
"Ben kamu er*ksi? " Angel dengan cepat menjauh dari atas tubuh Ben saat merasa bagian bawah pria tersebut mengeras
"Sial, aku memang bisa menutupi keinginan ku dengan tertawa, tapi bagian bawah ku sama sekali tidak bisa bekerja sama".
**
Ben dan Angel berjalan mendekati meja makan dimana disana semua orang sudah berkumpul, Gloria menatap tajam Angel yang duduk disamping ayahnya
Ben memilih duduk di tengah-tengah antar Angel dan Gloria karena tidak ingat sesuatu yang buruk terjadi seperti kemarin
" Papa kenapa tidak pernah membaca kan cerita dongeng lagi untuk Glory? "
Ben menatap Gloria yang terlihat sedih disamping nya
"Papa minta maaf ya, lain kali Papa akan membaca cerita pengantar tidur untuk Glory"
"Tuan Ben" Ben menatap salah satu pelayan yang memanggilnya
"Ada seorang wanita didepan, dia bilang ingat bertemu Tuan"
"Siapa? "
"Namanya Hilda" .