ANGEL [ Mother To My Child ]

ANGEL [ Mother To My Child ]
27



Mereka sudah sampai didepan rumah kelurga Ben, Ben menuntun Angel meskipun wanita itu berulang kali mengatakan kalau dia baik-baik saja


"Ben aku bisa jalan sendiri"


Ben tidak menghiraukan perkataan Angel, dia malah sengaja menarik pinggang Angel mendekat hingga tubuh mereka sangat menempel, dia juga sangaja menurun kan tangannya hingga menuju pantat kekasih nya


"Ben tanganmu mau aku potong" Ancam Angel pada Ben, Ben yang mendengar itu  dengan cepat membenarkan posisi tangannya


"Maaf, tanganku memasang suka lepas kendali"


"Kamunya saja yang nafsu" Kata Angel kesal, Ben tertawa dan mencium pipi Angel yang memerah karena cuaca sedikit dingin di New York


"Itu salah kamu sendiri yang terlalu menggoda" Angel menggeleng kepalanya mendengar perkataan kekasihnya


"Makin hari kamu itu semakin mesum seperti pria yang belum pernah melihat wanita saja, sentuh sana, sentuh sini, cium sana, cium sini" Kata Angel dengan kesal


Ben tersenyum mendengar nya, dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal menyadari kalau dia memang banyak menyentuh wanita itu


"Maka dari itu ayo kita segera menikah, kalau lama-lama nanti aku malah lepas kendali dan menghamilimu sebelum menikah"


"Ben aku rasa kamu harus memeriksa dirimu kedokter, tingkat kemesuman mu sudah level terakhir, lagian bukan aku yang menunda pernikahan kita, kenapa kamu selalu menuntut ku"


Ben terdiam, dia tahu dia selalu  menjanjikan sebuah pernikahan dan keluarga yang bahagia pada wanita itu, tapi kenyataan nya semua masalah yang membuat pernikahan impian mereka tidak kunjung terwujud datang dari dirinya


"Maaf karena aku terkesan seperti tidak bisa berkomitmen padamu"


"Bicarakan baik-baik masalah mu bersama Raisa, jika kamu hanya bisa marah-marah, semua ini tidak akan berakhir" Ben menarik nafasnya panjang dan menggenggam tangan Angel lembut


"Baiklah, aku akan bicara dengannya" Angel tersenyum dan mereka kembali berjalan masuk rumah besar milik kelurga Ben


Anna yang melihat Angel sudah kembali dengan cepat mendekati nya


"Sayang, ayo Mama antar kamu kekamar" Kata Anna sambil mengulurkan tangannya, Angel mengangguk dan menerima uluran tangan tersebut


"Ben kamu bisa bicara dengan nya sekarang" Kata Angel menatap Ben disamping nya, Ben hanya diam dan Angel pergi dari sana bersama Anna


"Papa" Ben memutar tubuhnya dan menatap Gloria yang datang bersama Raisa, dia hanya diam saja hingga Gloria memeluknya dengan erat, dia tidak tahu apa yang dia rasakan sekarang, pelukkan tersebut terasa asing baginya


"Papa marah sama Glory? " Tanya gadis kecil tersebut dengan masih memeluk Ben


"Glory, kamu bisa main di kekamarmu? Papa ingin bicara dengan Mamamu" Raisa sedikit kaget saat Ben menyebutkan sebagai ibu Gloria


"Ben menyebut aku Mama Gloria, seperti nya dia sudah mulai menerimaku, ini pertanda yang baik" Raisa menahan senyumnya karena tidak ingin Ben atau Gloria melihat nya


"Papa jangan memarahi Mama Raisa, Glory mau Papa menikah dengan Mama Raisa bukan sama Angel"


Ben mengeraskan rahangnya saat mendengar Gloria menyebut Angel dengan nama tanpa embel-embel Mama lagi seperti dulu


"Glory, bukannya kamu yang dulu meminta Papa untuk menikahi Mama Angel" Ben mencoba bersabar menghadapi anak kecil berusaha 5 tahun yang masih belum bisa berpikir dengan rasional


"Tapi sekarang Glory ingin Papa menikahi Mama Raisa" Ben mengalihkan matanya dari menatap Gloria, dia memang menyanyangi Gloria seperti putri nya sendiri, tapi entah kenapa setiap gadis kecil tersebut mengucapkan kata yang buruk dan memaksanya bersama Raisa itu selalu membuat nya marah


Ben berbicara didalam hati dengan rasa kecewa dihati nya karena putri kecilnya yang selalu dia sayangi tersebut bukan seperti yang diharapkan


"Atas dasar apa kamu menentukan Papa harus menikah dengan siapa? "


Gloria melepaskan pelukkan nya dari kaki Ben dan menatap nya ayahnya dengan polos


"Karena Glory anak Papa"


"Raisa kamu ikut aku, aku ingin bicara berdua dengan mu" Ben tidak ingin meladeni Gloria, jika dia melanjutkan pembicaraan nya dengan gadis kecil tersebut, dia takut dia akan lepas kendali dan mengungkapkan kebenaran kalau Gloria bukanlah putri kandung nya


Ben pergi dari sama menuju taman belakangan milik kelurga Ben, Raisa yang melihat Ben pergi dengan cepat mengejarnya tapi sebelum itu dia mencium pipi Gloria dengan senang


"Anak pintar, jika kamu selalu memaksa Papa untuk menikah dengan Mama, kita akan kembali berkumpul bersama"


**


"Ben" Kata Raisa setelah dia sampai di taman, Ben memejam kan matanya sejenak sebelum dia membalikkan tubuh menghadap Raisa


"Apa yang kamu lakukan? "


Raisa mengerut kan dahinya mendengar pertanyaan Ben yang seakan pria itu sedang menginterogasi nya


"Aku tidak mengerti " Kata Raisa tertawa pelan, seakan dia benar-benar tidak mengerti


"Kedatangan mu kesini untuk apa? " Ben masih mempertahankan nada bicaranya supaya tenang, padahal dadanya sudah mengembang karena amarah melihat wajah Raisa yang seolah-olah tak berdosa


"Aku datang untuk Gloria"


"Atas dasar apa? Bukannya kita sudah sepakat kamu bisa hidup tenang bersama Dennis dan Glory dapat tinggal sebagai putri ku"


"Iya, tapi sekarang Dennis sudah meninggal, aku tidak punya siapa-siapa lagi selain Gloria putri kandung ku" Raisa dengan sengaja menyebut Gloria putri kandungnya untuk mempengaruhi perasaan Ben yang sangat menyanyangi Gloria hingga Ben bisa bersimpati pada nya


"Kamu mengkhianati ku bertahun-tahun bersama Dennis, aku memberimu rumah saaat bercerai dan tidak pernah mengganggu hidup mu bersama Dennis, dan sekarang kamu datang untuk mengambil Gloria padahal kamu tahu dia sudah aku anggap seperti putri ku sendiri"


"Aku tidak ingin membawa Gloria pergi darimu, aku tahu kamu sangat menyanyangi nya, kita sama-sama menyanyangi Gloria, akan  sangat bagus jika kita kembali berasama"


Ben mendengus sinis mendengar nya, dia tidak tahu apa wanita itu masih memiliki harga diri setelah mengatakan hal tersebut didepan nya


"Aku tidak tahu bagaimana kamu bisa sepercaya diri itu untuk kembali bersama ku, kamu bahkan lebih buruk dari saat pertama kali keluar dari rumah ini bersama pria yang sangat kamu cinta itu"


"Aku tahu aku salah karena menipumu bertahun-tahun, tapi sekarang aku sudah berubah, aku akan menjadi istri terbaik untuk mu"


Ben merasa jenuh mendengar Raisa bicara, dia memutarkan matanya dengan kesal.


"Aku mengantuk, aku akan pergi lebih dulu untuk tidur bersama kekasih ku"


Ben melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam karena pembicaraan nya bersama Raisa sama sekali tidak bermanfaat dan tidak menemukan solusi yang baik, saat selangkah lagi kaki Ben masuk kedalam rumah, dia terhenti dan berbalik dengan cepat saat Mendengar perkataan Raisa


"Kamu pilih Gloria atau Angel? ".