![ANGEL [ Mother To My Child ]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/angel---mother-to-my-child--.webp)
"Itu tidak akan terjadi, aku akan meminta Raisa pergi dari rumah ini bersama putri nya"
"Ben... "
"Hushhh sayang aku mohon jangan berdebat dengan ku" Ben membuka kotak obat dan mulai mengoleskan salep pada tangan Angel
Angel merasa lebih baik saat saat merasa kan dingin dari efek salep tersebut
"Bagaimana? " Tanya Ben
"Lebih baik" Ben sudah selesai mengoleskan salep tersebut dan kembali Meniup-niup tangan Angel, Angel tersenyum dan mengecup kening Ben dengan mudah karena kepala pria itu yang sedikit menunduk
Ben mengangkat wajah dan menatap Angel dengan senyum kecil
"I Love You"
Ben tertawa kecil, dia mengusap wajah nya dengan tangan merasa sedikit malu mendengar kata cinta dari wanita yang sangat ingin dia jadikan istri tersebut
"I Love You" Angel kembali mengulang perkataan saat melihat Ben yang sedikit salah tingkah
Ben mengulum bibir nya dan mengalihkan pandangannya
"Ben I Love You" Ben menatap Angel dan mencubit kedua pipi Angel dengan gemas
"Kamu menggoda ku?" Angel tertawa dan menyentuh kedua tangan Ben yang berada di pipi nya
"Sebenarnya alasan terkuat aku untuk bersama mu adalah Glory, gadis kecil manis itu membuat aku ingin menjadi ibunya"
"Dan jujur aku juga menginginkan kamu menjadi ibu bagi Glory, aku kira kita bisa membangun kelurga kecil dan bahagia"
"Ini masih belum terlambat, kamu perbaiki lah hubungan dengan Raisa dan Glory"
"Tapi yang Glory ingin kan aku kembali pada Raisa"
"Awal pertemuan kita karena Glory tersesat, dia yang mempertemukan kita"
"Kamu salah, semua sudah takdir dari Tuhan, Glory hanya sebagai perantara saja"
"Baik, baik, aku memang tidak akan menang berdebat denganmu" Angel memilih mengalah dan beranjak dari ranjang
"Kamu mau kemana? " Tanya Ben saat melihat Angel menuju pintu
"Kamu berbicara bersama Raisa tidak menemukan jalan keluar, kalau begitu aku yang akan bicara dengannya"
Ben kaget dan detail cepat menangkap pergelangan tangan Angel
"Kamu yakin? "
"Iya" Ben menghembuskan pelan nafasnya dan berbagi menggenggam tangan wanita tersebut
"Kita pergi bersama" Ben menarik lembut tangan Angel dan mereka keluar bersama dari kamar, mereka menuruni tangga dan melihat Glory yang sedang menonton kartu diruangan keluarga
Raisa duduk tidak jauh dari Gloria dan tak lama di berdiri dan berjalan menuju arah dapur
"Ben kamu tunggu disini" Angel melepaskan genggaman tangan Ben dan dia pergi menyusul Raisa
Raisa membuka kulkas untuk mengambil cake dan saat dia menutupnya, dia kaget setengah mati saat melihat wajah Angel dibalik kulkas
"Aku ingin bicara" Setelah mengatakan kata singkat tersebut Angel pergi dari sana, Raisa menatap punggung Angel dan meletakkan cake yang ada ditangannya dimeja makan lalu dia menyusul Angel
"Ada apa ? " Tanya Raisa saat mereka sudah sampai ditaman belakang kelurga Ben
"Berhentilah memaksa Ben untuk kembali padamu" Raisa mendengus sinis dan melipat kedua tangannya didepan dada
"Aku dan Ben sudah berpacaran sangat lama dan kami menikah setelah lulus kuliah, kami memiliki hubungan yang erat satu sama lain"
"Aku tidak perduli masa lalu kalian berdua yang jelas Ben sekarang milikku"
Ben yang berdiri dibalik pohon kecil tidak jauh dari Angel dan Raisa bicara tidak bisa menahan senyumnya saat Angel menyebutnya sebagai milik wanita itu
"Aku memang milikmu Angel, tubuhku dan pikiran ku milikmu semuanya"
Ben semakin semangat dan mempertajam pendengaran untuk mendengar kata yang membuat nya merasa terbang ke langit
"Angel, itu namamu kan? Kita tidak saling berkenalan sejak pertama kamu menginjakkan kaki dirumah mantan mertua ku" Raisa menekankan kata mertua agar Angel menyadari kalau dia bukan orang asing di rumah itu
Tapi Angel tidak terpengaruh, dia malah tersenyum sinis mendengar nya
"Apa yang membanggakan dari kata mantan.... " Angel menatap tajam Raisa di depannya sebelum dia kembali bicara
"Kamu hanya masa lalu priaku jadi menjauhlah"
"Pria ku... Priaku... Pria ku..... "
Ben ingin sekali berlari ke tempat Angel dan memeluknya dengan erat, aura disekitar tubuh pria itu berwarna merah muda dan tanda hati bertebaran di sekelilingnya, dia merasa hati nya begitu berbunga-bunga mendengar kata tersebut
"Aku bisa saja pergi dari Ben tapi dari Gloria itu tidak mungkin"
"Kenapa tidak mungkin? Bukankah selama ini juga seperti itu " Kaya Angel dengan tajam
Raisa menurunkan tangannya dan membalas tatapan tajam Angel
"Tahu apa kamu mengenaiku, kamu hanya orang baru yang berusaha menggoda Ben dan menghasut pria itu untuk membenci putri nya"
"Apa itu tidak terbalik? Kamu yang mengotori otak putri mu demi tujuanmu"
"Kamu..... Beraninya kamu berbicara seperti itu padaku! Gloria itu putri Ben dan kamu tidak bisa merubah Fakta itu"
"Raisa Raisa kenapa kamu bisa begitu menyedihkan hingga melupakan siapa ayah kandung Gloria, Dennis bukannya itu nama ayahnya"
"Bagaimana... kamu bisa tahu? " Raisa sedikit terkejut dan menunjuk Angel dengan kaget
"Aku menahan diriku sejak bertemu denganmu, tapi hari ini aku ingin kamu berhenti mencuci otak putri mu, Glory masih kecil, dia masih sangat polos dan mudah terpengaruh dengan perkataan orang apalagi orang yang mereka percaya, jangan sia-sia kesempatanmu untuk menjadi ibu yang baik bagi Glory, kamu telah gagal menjadi istri tapi kamu masih bisa menjadi ibu terbaik bagi Glory"
Raisa terdiam dan mengalihkan pandangannya meresapi semua perkataan Angel yang terdengar benar di telinga nya
"Sebelum kamu datang Glory anak yang penurut dan baik hati, dan kamu lihat sekarang dia menjadi begitu berani, aku bukan ingin membela diri dan memburuk keadaan, coba kamu bayangkan jika dia masih berada dalam kebohongan yang kamu buat, dia bisa menyimpan dendam dihati nya dan itu buruk bagi masa depannya"
"Lalu mau kamu apa?! Gloria itu putri ku, hanya dia yang aku punya, bagaimana kamu bisa meminta aku pergi dari sini tanpa dia" Ada rasa sedih di nada bicara Raisa yang terdengar sedikit keras
"Aku minta maaf mengenai itu, aku tidak bermaksud menggantikan kamu sebagai ibu Glory, aku hanya meminta kamu menjelaskan yang sejujurnya pada Glory tentang siapa sebenarnya ayah kandung nya dan masalah antara kamu dan Ben dimasa lalu sehingga tidak ada kesalahpahaman yang berkepanjangan"
"Bagaimana jika Gloria malah membenciku?! " Angel mencoba bersabar dengan nada bicara Raisa yang keras pada nya
"Itu resiko dari apa yang kamu perbuat, biarkan Glory memilih dia akan dengan siapa"
Ben yang masih berdiri dibalik pohon merasa bangga dengan Angel yang mampu menyadarkan Raisa dari perbuatan buruk nya
"Aku sangat beruntung memiliki Angel sebagai wanita ku" Ucap Ben dengan suara pelan.