![ANGEL [ Mother To My Child ]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/angel---mother-to-my-child--.webp)
"Apa maksud dari pertanyaan itu? "
"Menyingkirlah dulu dari tubuh ku" Ben dengan patuh menyingkir dari tubuh Angel karena merasa itu sesuatu yang serius
Angel sudah duduk kembali dan berjalan kearah balkon
"Kita bicara jauh sedikit dari Glory" Ben juga beranjak dari ranjang dan mengikuti Angel yang lebih dulu menuju balkon
"Disini dingin" Kata Angel sambil mengusap lengannya, Ben mendekat dan memeluk Angel dari belakang
"Kita bicara didalam saja" Kata Ben dengan pelan dan meletakkan kepala nya dibahu Angel menghirup harum tubuh wanita itu yang wangi
"Bukannya kamu tidak suka Glory mendengar kita membicarakan mantan istri mu" Nada bicara Angel terdengar dingin di telinga Ben, Ben mengerat kan pelukk nya dan mengangkat kepala nya mencium puncak kepala Angel karena tubuh nya yang lebih tinggi dari kekasihnya tersebut
"Apa kamu marah padaku mengenai aku
Yang melarang kamu untuk membicarakan wanita itu didepan Glory? "
"Iya aku marah, itu terkesan kamu masih mencintai nya"
"Apa hubungannya dari melarang membicarakan nya dengan masih mencintai? " Kata Ben dengan tertawa pelan marasa lucu saat mendengar dia masih mencintai wanita yang telah mengkhianati nya
"Kamu membencinya itu pertanda kalau kamu masih belum bisa lepas dari bayang-bayang mantan istri mu" Ben terdiam dan melepaskan pelukannya, Angel berbalik dan menatap intens Ben yang mengalihkan pandangannya
"Kamu masih mencintai nya kan? " Tanya Angel lagi, sebenarnya dia merasa sakit dia hati nya saat melihat Ben telihat bimbang di depannya, tapi ini sungguh harus diperjelas, dia tidak mau menjadi pelarian dari seorang pria yang pernah dikhianati
"Tidak"
"Lalu kenapa kamu harus berbohong pada Glory jika Raisa sudah tiada?"
"Karena aku tidak mau bertemu dengan nya lagi"
"Itu tandanya kamu masih belum Move On! " Kata Angel kesal, dia hendak pergi dari sana tapi terhenti karena Ben menangkap pergelangan tangannya
"Lalu mau kamu apa? Mempertemukan mereka? "
Angel menarik nafasnya panjang dan menatap Ben yang menatap sendu kearahnya
"Raisa ibu kandung Glory"
"Aku tahu tapi.... Kamu tahu dia anak Dennis, aku tidak ingin Glory memilih bersama orang tua kandung nya"
Angel mendekat dan memeluk Ben dengan erat
"Apa kamu sangat menyanyangi Glory?"
"Iya, aku sudah menganggap dia putri kandungku"
"Maafkan aku, aku mungkin hanya cemburu dengan mantan istrimu" Ben tersenyum dan menyerukan wajahnya ke leher hangat Angel
"Aku tidak bisa membayangkan hidupku tanpa Glory".
" Aku tahu, aku tidak akan membicarakan tentang mantan istrimu lagi mulai sekarang "
Ben mengangkat wajahnya dan mencium dalam Angel
"Aku mohon jangan pernah tinggalkan aku"
"Aku tidak akan meninggalkan mu" Ben merasa lega dihati nya dan kembali mencium wanita tersebut.
**
" Angel bagaimana dengan penampilan Mama? " Tanya Cintya pada Angel
"Cantik"
"Mama sungguh gugup bertemu orang tua Ben, apa dia ramah? "
Angel mengangkat bahunya tidak tahu bagaimana sikap orang tua Ben
"Harusnya kamu bertemu orang tua Ben lebih dulu baru orang tuanya datang kesini"
"Aku percaya pada Ben, aku yakin kedua orang tuanya orang yang baik"
"Mama harap Ben benar-benar pria yang bisa membuat mu bahagia" Cintya memeluk Angel dan mulai menangis, Angel membalas pelukkan ibunya dan mengusap pelan punggung Cintya
"Mama tenang saja, Ben pria yang tepat untukku"
**
Angel mendekati Ben yang berjalan mondar-mandir di balkon kamar nya
"Ada apa? "
"Mama tidak mengangkat panggilan ku"
Angel mendekat dan menyentuh tangan pria tersebut
" Apa semua baik-baik saja? "
Drettttt
Ben dengan cepat mengangkat panggilan yang masuk
"Hallo Ben"
"Mama dimana? "
"Ben... Mama dan Papa tidak jadi ke sana"
"Apa! Kenapa? "
" Raisa datang kerumah membawa polisi bersama nya saat kami akan menuju bandara, dan sekarang dia masih ada disini"
Rahang Ben mengeras mendengar nya, dia menatap Angel yang terlihat bingung di depannya
"Apa yang dia mau? "
"Dia menginginkan Glory" Mata Ben memerah, dia menggenggam erat tangannya yang bebas menahan amarah
"Aku mengerti" Ben langsung memutuskan panggilan tersebut dan menatap Angel
"Ada apa? " Tanya Angel penasaran
"Mereka tidak jadi kesini" Angel tertawa canggung mendengar nya
"Apa aku bilang ini terlalu cepat, tidak masalah aku mengerti"
Ben masih menatap Angel, hingga wanita itu merasa bingung dengan tatapan Ben pada nya
"Kenapa kamu menatap ku seperti itu?"
"Apa kamu mau ikut aku ke New York hari ini"
"Huh? "
**
Angel sudah membicarakan tentang pembatalan kedatangan orang tua Ben pada Louis dan Cintya, dan mereka sama sekali tidak mempermasalahkan nya
"Mama Papa, aku akan ikut Ben ke New York hari ini"
"Apa? "
"Aku ingin mengenal lebih dekat orang tua Ben lebih dulu, mungkin hanya 2 atau 3 hari saja"
"Angel semuanya baik-baik saja kan? " Tanya Cintya khawatir
"Semua baik-baik saja, aku akan berangkat sebentar lagi, aku sudah meminta Airca untuk mengurus perusahaan berberapa hari jadi Mama sama Papa tenang saja"
"Angel, jika kamu merasa tidak cocok dengan keluarga Ben, kamu jangan memaksa dirimu, Ok" Kata Cintya merasa takut orang tua Ben tidak menyukai Angel
"Aku mengerti"
"Jika begitu banyak hal yang menghalangi kalian untuk bersama, itu pertanda kalau kalian tidak berjodoh"
"Sayang, apa yang kamu katakan jangan membuat putri kita berpikiran negatif" Kata Louis mengingat kan istri nya
"Aku hanya tidak ingin Angel disakiti oleh orang lain, dia putri kita"
"Mama tenang saja, meskipun mungkin akan sulit, ini pilihan ku, aku akan menerima akhirnya baik atau buruk"
"Angel apa maksud perkataan mu, apa terjadi sesuatu yang buruk? " Cintya mulai bersikap gelisah dan menekan tangan suaminya
"Tidak, itu hanya mungkin, Mama doa kan saja yang terbaik untuk ku"
Ben datang dengan Gloria di gendongan nya, dia duduk disamping Angel dan menatap tidak enak Louis dan Cintya
"Aku sungguh minta maaf" Kata Ben merasa bersalah
"Tidak apa-apa, Angel sudah menjelaskan semuanya, ayahmu sedang sibuk mengurus prusahaan dan ibumu sedang tidak enak badan, kami mengerti"
Ben menatap Angel yang tersenyum pada kedua orang tuanya
"Kenapa kamu berbohong Angel, apa itu demi aku? " Kata Ben didalam hati, dia merasa bersalah pada wanita tersebut, dia yang selalu Mengelu-elukan akan melamar wanita itu hari ini, tapi itu malah membuat Angel harus berbohong pada kedua orang tuanya.
**
Angel sudah masuk kedalam jet pribadi Ben, dia menatap sekeliling isi pesawat tersebut
"Dia sangat kaya, pantas saja banyak wanita yang mengejar-ngejarnya, aku merasa tidak nyaman untuk bersama Ben, bagaimana jika orang beranggapan kalau aku hanya menginginkan hartanya"
"Sayang, duduklah, pesawat akan lepas landas"
Angel tersadar dan duduk disamping Ben, dia menatap Gloria yang duduk di seberang Ben sambil memainkan boneka Barbie nya
"Kenapa aku merasa was was memikirkan Gloria akan bertemu ibu kandung nya" kata Angel didalam hati dengan risau