ANGEL [ Mother To My Child ]

ANGEL [ Mother To My Child ]
18



"Papa, Mama"


Ben merasa terganggu dalam tidur nyamannya dengan panggilan dikuping nya


"Mama, Papa"


Ben memilih mengabaikan panggilan tersebut dan menarik Angel lebih dekat dengannya, karena cuaca sedang musim dingin di London, dia butuh kehangatan


"Mama! Papa! "


Angel membuka pelan matanya saat mendengar suara keras anak kecil didekatnya, saat dia membuka matanya dia melihat dada bidang Seorang pria


"Mama.. Hiks.... " Angel tersadar dan mendorong Ben menjauh, lalu dia mendudukkan diri nya menatap Gloria yang menangis disisi ranjang


" Glory " Angel menarik Gloria dan membawanya kepangkuan


"Ada apa? Jangan menangis" Angel mengusap pipi basah Gloria


"Glory panggil Mama sama Papa dari tadi, tapi Mama sama Papa tidak bangun-bangun"


Angel menghembus pelan nafasnya dan menatap Ben yang masih memejamkan matanya


" Bagaimana Glory bisa tidur disisi ranjang dan Ben ditengah, ini pasti Ben yang memindahkan Glory "


Angel sama sekali tidak menyangka Ben akan setega itu pada putri nya sendiri


"Mama, Glory lapar" Gloria berhenti menangis dan memeluk Leher Angel dengan manja


"Kamu lapar sayang? "


"Iya"


"Tapi Glory cuci muka dulu ya? " Gloria mengangguk dan Angel langsung membawa Gloria menuju kamar mandi


Setelah Angel dan Gloria masuk kedalam kamar mandi, Ben membuka matanya, dia beranjak dan berjalan dengan mata masih mengantuk menuju kamar mandi


"Sayang" Ben masuk dan memeluk Angel dari Belakang, Angel kaget dan menatap Gloria yang sedang membasuh wajahnya


"Ben" Angel melepas kan pelukkan pria tersebut dan mengusap wajah Ben dengan tangannya yang sudah basah hingga Ben langsung membuka matanya


"Sayang" Kata Ben kesal karena dia sedikit kaget dengan air dingin yang menerpa wajahnya


Angel tersenyum dan mengambil handuk kecil disana untuk mengusap wajah Gloria yang sudah selesai membasuh muka


Setelah Selesai dengan Gloria, Angel menatap Ben yang sedang menggosok gigi


"Dari mana kamu dapatkan sikat gigi itu?? " Tanya Angel


"Dari sana" Tunjuk Ben pada gelas kecil di wastafel


"Ben itu milikku"


"Lalu? "


"Dan itu berarti bekas aku"


"Tidak masalah" Ben masih menggosok gigi nya dengan santai


"Padahal kamu hanya perlu membuka kota obat, disana ada dua sikat gigi baru"


"Aku lebih suka menggunakan milikmu" Ben sudah selesai dan membasuh mulut nya lalu dia menghembuskan nafas dari mulut nya didepan Angel hingga Angel mengernyit bingung menatap pria tersebut


"Bagaimana? Nafasku sudah segarkan? "


"Iya" Jawab Angel acuh


"Jadi, aku bisa dapatkan ciuman selamat pagiku" Ben mendekat dan langsung mencium Angel disana


"Mama.. " Angel tersadar dan mendorong pelan Ben, Ben sedikit tidak rela dengan itu tapi dia bisa apa


"Ya sayang" Angel berjongkok dan mengusap wajah Gloria lembut


"Glory lapar"


"Maaf ya sayang, ayo kita pergi untuk makan" Angel keluar dan menggandeng tangan Gloria meninggalkan Ben yang merasa Bimbang disana


"Aku sama sekali tidak membawa baju ganti, apa aku harus turun dengan piyama ini"


Ben merasa tidak enak bertemu dengan calon mertua nya dalam keadaan seperti itu, dia juga keluar dari kamar mandi dan langsung menelpon Liora


"Hallo Tuan Ben"


"Liora, carikan baju untuk ku dan juga glory, aku akan mengirimkan alamat nya padamu"


"Baik Tuan"


**


"Hai... " Sapa Cintya pada Gloria yang datang bersama Angel


"Nenek" Gloria sangat senang dan memeluk Cintya yang berdiri disamping meja makan


Angel tersenyum dan menatap Louis yang melihat kearah belakang


"Dimana kekasihmu? "


"Sepertinya dia masih dikamar, aku akan memanggilnya "


Angel pergi dari sana dan menaiki tangga menuju kamarnya, dia membuka pintu kamar dan melihat Ben yang sedang duduk disisi ranjang


"Ben"


Ben menatap Angel mendekati nya


"Kenapa kamu tidak turun? " Tanya Angel setelah dia duduk disamping kekasihnya, Ben menghembuskan pelan nafasnya dan menarik Angel mendekat hingga dia bisa bersandar dipundak wanita itu


"Aku malu kalau keluar dengan baju ini" Ben berkata dengan nada sedih sambil tangannya mengusap telapak tangan Angel dengan lembut


"Tidak apa-apa, kedua orang tuaku tidak akan mempermasalahkan hal seperti ini"


Angel tersenyum dan menyentuh wajah Ban menggunakan kedua tangannya


"Kamu bilang kamu akan datang 3 hari untuk melamarku, ini sudah hari kedua"


Ben mengedipkan matanya setelah dia baru menyadari hal tersebut


"Kalau begitu aku akan menelpon kedua orang tuanya untuk datang hari ini ke London"


"Hari ini? "


"Ya, besok aku akan  melamarku"


"Baiklah, itu urusan kamu dan kedua orang tuamu, aku akan menerima mu hari ini, besok ataupun bulan depan, kamu tenang saja, tidak perlu terlalu terburu-buru"


Tok... Tok....


Ben yang sudah akan membuka mulutnya untuk bicara terhenti dan menatap arah pintu yang diketuk


" Aku akan melihat nya" Angel berdiri dan berjalan menuju pintu


"Ada apa? " Tanya Angel pada Bibi Derma yang berdiri didepan pintu


"Ini Nona, seorang wanita mengantarkan  sesuatu untuk Tuan Ben"


"Wanita? "


"Iya"


Angel terdiam dan mengambil alih bungkusan ditangan Bibi Derma


"Terima kasih"


"Sama-sama Nona, kalau begitu saya permisi" Angel mengangguk dan Derma pergi dari sana


Angel menutup pintu dan menatap Ben dengan banyak pertanyaan di otaknya, Angel mendekati Ben dan memberikan bungkusan tersebut pada pria itu


"Kamu pergi ke London bersama Hilda? "


"Tidak, aku sudah tidak percaya lagi pada nya"


"Kalau bukan Hilda, siapa yang memberikan ini untuk Ben" Kata Angel didalam hati, dia mengerucut kan bibir nya kesal saat sebuah pemikiran hadir dikepala nya


" Bibi Derma bilang ini dari seorang wanita, siapa dia? " Tanya Angel dengan nada sinis, Ben menatap Angel yang memasang wajah dingin padanya


"Dari Liora"


"Liora? Siapa lagi dia? Bagaimana kamu bisa memiliki begitu banyak wanita dihidup mu"


Ben tersenyum kecil dan menarik Angel agar mendekat


"Apa kamu cemburu? " Ben menyentuh wajah Angel dengan jarinya mencoba menggoda wanita tersebut


"Tidak, aku hanya ingin tahu, bukannya kita sepasang kekasih"


Ben tertawa pelan dan mencium bibir Angel cepat, Angel membulatkan matanya atas serangan dadakan tersebut


"Mphmp... Ben"


Ben menggigit kecil Bibir Angel sebelum dia menarik dirinya, dia menatap bibir Angel yang memerah dan mengusap pelan bibir wanita itu dengan ibu jarinya


"Ben" Kata Angel karena pria itu hanya diam menatap bibirnya


"Aku akan kasih tahu siapa itu Liora, tapi kamu jujur padaku berapa banyak obat yang kamu minum setiap harinya"


"Obat? "


"Ya, kotak obat yang ada di kamar mandi, itu milikmu kan? " Angel diam dan menurunkan jari Ben dari bibir nya, tapi pria itu tidak mau menjauhkan jarinya dan kembali menyentuh bibir Angel


"Apa kamu sangat menyukai bibirku hingga menyentuh nya terus"


"Jangan mengalihkan pembicaraan, aku memang suka bibirmu apa itu masalah bagimu" Jawab Ben dengan datar


Angel menghembuskan pelan nafasnya dan menatap Ben dengan tenang


"Itu hanya vitamin"


"Kamu berbohong"


"Akhhhh..... "