![ANGEL [ Mother To My Child ]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/angel---mother-to-my-child--.webp)
Ben mengantarkan Angel hingga didepan rumah, dia turun lebih dulu dan membukakan pintu mobil untuk Angel, Angel tersenyum dan keluar dari mobil
" Terima kasih "
" Aku senang melakukannya "
" Kamu tinggal dimana? " Tanya Angel pada Ben yang berdiri di depannya
" Aku mempunyai banyak uang, aku bisa tidur dimana pun, atau kamu ingin aku tidur di kamarmu? " Angel mencibikkan bibirnya dan menyentuh tangan Ben, Ben sangat senang atas perlakukan Angel yang suka menyentuhnya sejak wanita itu menerima dirinya
" Apa seperti ini rasanya saat kita mencintai seseorang, aku tidak ingin kita berpisah " Angel sama sekali tidak menutupi perasaannya dan mengatakannya dengan tenang, tapi tidak dengan Ben pria itu tiba-tiba menjadi gugup, hingga dia harus berdehem untuk menutupi rasa gugup nya
" Apalagi aku, aku bahkan ingin membawamu pulang ke New York malam ini juga"
Angel tertawa pelan dan melepaskan genggaman tangan mereka
" Pulang lah untuk istirahat, kamu baru datang hari ini dan langsung menemui Antonsen dan setelah nya menemui ku"
" Bagaimana kamu tahu dia? apa dia mantan kekasihmu?" Ben kaget mendengar Angel menyebut nama Antonsen, dia tidak perduli dari mana Angel mengetahui dirinya bertemu Antonsen yang dia perduli kan apa hubungan mereka berdua
"Dia adik ipar ku" Mendengar itu tiba-tiba Ben langsung memasang wajah sedih
" Jadia dia pria yang dijodohkan dengan adikmu dan kamu menyukai nya juga hingga kamu berusaha menyakiti adikmu" Ben mengalihkan matanya merasa sedikit kecewa bahwa Antonsen pria tersebut
Angel yang melihat wajah tidak senang Ben langsung memeluknya
" Maaf, tapi ini kenyataannya " Ben menghembuskan kasar nafasnya dan membalas pelukkan Angel padanya
"Aku menerima semua masa lalumu baik dan buruk, aku hanya sedikit kesal karena Antonsen pria yang sempat kamu sukai hingga kamu mampu untuk menyakiti adikmu, apa sebesar itu kamu menyukainya? " Angel tersenyum mendengar perkataan Ben yang terdengar sedih
" Ben, kamu salah, yang aku rasakan terhadap Antonsen itu hanya rasa ambisi untuk memiliki nya, kamu tidak perlu cemburu pada Antonsen "
" Apa kamu cemburu padanya? "
" Tentu saja, sangat cemburu" Angel mengangkat wajahnya dengan masih memeluk pria itu, wajah mereka sangat dekat hingga dia bisa merasakan hembusan nafas Ben diwajahnya
"Selama aku bersama Antonsen aku mencintai nya dengan keburukkan dan aku berjanji padamu mulai sekarang aku akan mencintamu dengan segala kebaikkan yang aku miliki hingga kamu bisa merasakan cinta yang aku berikan padamu benar-benar murni bukan karena ku menginginkan sesuatu darimu"
Ben tersenyum dengan lebar hingga gigi putihnya terlihat, dia tidak bisa menutupi rasa bahagia nya mendengar kata-kata manis dari wanita yang akan dia jadikan istri tersebut
" Angel aku tidak tahu lagi bagaimana lagi aku untuk mengungkapkan rasa bahagia ku bisa bertemu dengan mu, aku menikmati setiap detik waktu sejak kita bertemu di Jepang 2 minggu yang lalu"
Mata Angel panas dan air mata turun mengalir di pipi nya saat Ben mengungkap perasaan nya dengan tulus, dia tidak pernah mendengar kata-kata setulus itu seumur hidupnya
Ben yang melihat Angel menangis menghapus air mata yang mengalir di pipi Angel
" Jangan menangis"
" Aku hanya terlalu bahagia"
Dari kejauhan Hilda berdirinya dibalik dinding bangunan, dia melihat Tuanya yang sedang memeluk Angel di depan rumah wanita itu
Clekkkk
Hilda mengambil beberapa foto kemudian dia bersandar dibalik dinding
" Maafkan aku Tuan aku sungguh tidak punya pilihan " Sambil matanya menatap gambar Benar yang sedang mencium Angel
Flashback On
" Ini salah" Hilda memukul Kepala nya saat dia keluar dari toilet
" Aku harus berhenti sebelum aku menjadi wanita yang jahat" Hilda kembali akan menelpon Gisela untuk menghentikan kerja sama yang jahat tersebut tapi sebuah panggilan lebih dulu masuk ke ponsel nya
Bimo Calling
Hilda langsung mengangkut panggilan tersebut
"Kakak, Ibu kritis, dia membutuhkan donor ginjal sekali juga, tubuh nya kejang-kejang" Terdengar suara Bimo dari seberang telpon sambil terisak
Tubuh Hilda mmebeku ditempat, separuh nyawanya terbang saat mendengar hal tersebut
" Kamu tenang saja"
" Bagaimana bisa tenang, ibu bergolongan darah A sedangkan kita B, kita sama sekali tidak bisa mendonorkan ginjal kita bagaimana aku bisa tenang! "
Hilda memejam kan matanya dan menarik nafas dengan panjang
" Kakak akan menemukan donor ginjal yang cocok untuk ibu"
Hilda memutuskan panggilan adik laki-laki tersebut dan langsung menelpon Gisela
" Ada apa? Apa kamu menemukan berita baru dari wanita itu? "
" Nona, ibuku sedang kritis dan membutuhkan donor ginjal sekarang juga" Terdengar suara tawa Gisela dari seberang telpon
" Ok jadi? "
" Tolong aku Nona, aku Mohon..... " Hilda benar-benar memohon dengan segenap hatinya, bahkan air matanya sudah mengalir dengan deras, siapa yang melihat nya pasti akan merasa pilu.... Tapi tidak dengan Gisela, wanita itu merasa memiliki senjata yang hebat untuk membuat Hilda menuruti semua keinginannya
" Baik lah, berhenti merengek seperti bayi, aku ingin foto wanita itu saat bersama Ben, setelah itu aku baru akan mengirimkan donor untuk ibumu"
" Tapi... Nona Ibu ku kritis dan membutuhkan donor segera, bukankah Nona bilang Nona sudah menemukan Donor untuk Ibu ku "
"Hilda.. Hilda kamu terlalu serakah, kamu belum melakukan hal berarti untukku dan sudah ingin mengambil bayaran yang besar"
" Aku mohon Nona, aku berjanji aku akan membuat Tuan Ben dan kekasih nya berpisah dan Nona Bisa mendapatkan Tuan Ben" Gisela terdiam mendengar nya
" Aku mohon Nona, percaya padaku, aku akan menghabiskan sisa Hidup ku agar Nona bisa bersama Tuan Ben "
"Baiklah, aku akan mengirim kan pendonor nya sekarang kesana"
" Terima kasih Nona "
" Kamu jangan coba-coba menipu ku atau kamu dan adikmu yang masih kuliah itu akan habis ditangan ku"
" Tidak akan Nona, aku tidak akan berkhianat pada mu, tidak akan pernah"
Flashback Off
Hilda tersadar dari lamunan nya saat mendengar suara dering ponsel nya
Tuan Ben Calling
" Hallo Tuan"
" Kamu sudah menyewa kamar hotel? "
" Sudah Tuan, Hotel xxx bintang Lima"
" Baiklah, tunggu aku didepan Gedung hotel "
" Baik Tuan"
**
Setelah menelpon Hilda, Ben menatap Angel yang sedang mendengar pembicaraan nya bersama Hilda
" Tenang saja sayang, dia hanya asisten ku, kami tidak akan tidur sekamar "
"Aku tahu, pulang lah dan istirahat"
" Baiklah, besok aku akan mampir ke perusahaan mu sebentar sebelum aku kembali Ke New York, beri aku waktu 2 minggu untuk memberitahu orang tuanku dan mengurus perusahaan ku, setelahnya aku akan datang ke London untuk melamar mu"
" Aku mengerti, tidak perlu Buru-buru kita bisa menjalani saja lebih dulu "
" Aku pria yang butuh kepastian jangan mencari alasan untuk menghindar"
" Tidak, kamu jangan salah paham aku hanya tidak ingin kamu tergesa-gesa, sesuatu yang terburu-buru akan tidak baik nantinya"
" Aku bisa mengatur semuanya, tidak ada masalah mengenai keluarga ku, perusahaan ku juga baik-baik saja, aku tidak butuh waktu bertahun-tahun untuk menjadikan mu istri ku"
" Aku pegang kata-kata mu, jangan mengecewakan ku"
" Tidak akan, aku berjanji padamu dengan segenap jiwaku"
**
Gisela menggenggam erat ponsel nya saat melihat foto yang dikirimkan oleh Hilda, Foto itu adalah foto Ben dan Angel yang sedang berciuman
"Angel Salnont, wanita ini..... Beraninya dia mengambil calon suamiku"
Gisela memukul kuat kaca cermin didepan nya menggunakan vas bunga kecil yang ada dimeja rias nya, hingga cermin itu pecah berkeping-keping
" Mereka tertawa di atas penderitaan ku, Bek Daen itu milikku, aku akan mengambil nya kembali bagaimanapun caranya ".