ANGEL [ Mother To My Child ]

ANGEL [ Mother To My Child ]
26



Ben merasa sangat risau dan khawatir, dia berjalan mondar-mandir didepan ruangan Angel diperiksa, setelah beberapa lama dokter yang memeriksa Angel keluar


"Bagaimana keadannya istri saya dokter?"


"Tuan tenang saja, istri anda baik-baik saja, hanya luka kecil, pasien sudah sadarkan diri sekarang"


Ben bernafas dengan lega dan berterimakasih


"Terima kasih dokter"


"Sama-sama, kalau begitu saya permisi" Dokter tersebut pergi dari sana dan Ben dengan cepat masuk kedalam ruangan Angel


"Sayang! " Ben sangat-sangat lega melihat Angel yang membuka matanya, dia mendekat dan langsung memeluk Angel yang berbaring


"Aku Baik-baik saja" Angel membalas pelukkan pria tersebut dan mengusap punggung Ben dengan pelan


"Aku sangat takut terjadi apa-apa padamu" Ben melepaskan pelukkan nya dan menggenggam tangan Angel yang terpasang infus


"Kamu lihat aku bahkan bisa tersenyum, aku Baik-baik saja" Angel tersenyumbdengan lebar hingga Ben terpaku di tempat


"Angel aku sudah memberitahu semua rahasia ku, tapi ada satu yang aku simpan darimu"


"Apa? Ben jangan bilang kamu mempunyai anak dengan wanita lain" Kata Angel dengan ekpresi syok


"Iya"


"Ben! " Angel sangat kesal dan mencoba mendudukkan dirinya tapi Ben menahan bahu Angel dan membawanya kembali berbaring


"Kamu bilang kamu akan menerima aku apa adanya"


"Iya tapi... Kenapa baru sekarang kamu bilang? " Kata Angel dengan wajah kecewa, Ben tertawa pelan dan mencium bibir Angel cepat


"Aku tidak mempunyai anak dengan wanita lain, aku akan menyerah kan semua sp*rma ku untukmu"


Angel memasang wajah jijik saat Ben mengucapkan kata yang sedikit tidak umum untuk dikatakan


" Kenapa? " Tanya Ben saat melihat wajah jijik Angel, Ben tertawa dan memerangkap tubuh Angel lalu mendekatkan wajahnya pada wanita itu


"Bahasa mu terlalu vulgar" Ben tersenyum mendengarnya


"Aku hanya berani mengatakan padamu"


"Sudah, katakan cepat apa rahasianya"


"Saat bersamamu, aku selalu berusaha menyembunyikan rasa sukaku yang sangat besar padamu, aku ingin menyentuhmu setiap saat tapi aku takut kamu akan merasa ilfeel padaku"


"Ben jangan menggodaku" kata Angel sambil tertawa pelan merasa itu hanya lelucon


"Aku tahu kamu pasti tidak akan percaya"


Ben mencium bibir Angel yang sedikit pucat, mengecupnya berberapa kali sebelum dia menjauhkan dirinya, Angel mengedipkan matanya dan menyentuh tangan Ben


"Apa kamu sangat mencintai ku? " Ben menatap Angel dan tersenyum


"Menurutmu? "


"Iya" Ben menghembuskan nafanya panjang sambil tersenyum


"Aku sungguh tidak sabar denganmu, dari awal kita bertemu aku sudah menginginkan mu diatas ranjang ku"


Angel menatap kesal Ben dan memukul lengannya


"Ok baiklah berhenti bercanda nya, aku ingin kamu tidak memarahi Glory" Wajah Ben langsung berubah dari tersenyum menjadi masam seperti lemon


"Aku tidak pernah mengajarkan  Glory bersikap buruk seperti itu, dan hanya dalam semalam Raisa mengubah gadis itu menjadi anak yang liar"


Angel memilih diam, karena dia tidak punya hak untuk menghakimi Gloria maupun Raisa


Tok... Tok...


Ben yang akan  kembali bicara terhenti ketika ada yang mengetuk pintu, Ben dan Angel melihat Anna yang masuk bersama suaminya


"Apa kamu Baik-baik saja? " Tanya Anna dengan perhatian pada Angel yang berbaring


"Aku Baik-baik saja, hanya luka kecil"


"Mama sungguh minta maaf atas perbuat Glory padamu"


"Angel, kamu baru satu hari dirumah kami dan sudah mengalami hal ini, Papa juga minta maaf"


"Raisa itu memang memiliki sikap yang buruk, dia pasti telah menghasut Gloria untuk membenci Angel" Kata ayah Ben


"Kita telah mendidik Gloria selama 5 tahun dengan sangat baik, dan dengan mudah nya gadis kecil itu berubah dalam semalam, kita memang tidak bisa mengubah takdir kalau mereka ibu dan anak, yang pasti sikap mereka juga sama" Kata Anna dengan tidak senang saat membicarakan Raisa dan Gloria


Ben dan Angel terdiam mendengar perkataan Anna, mereka hanyut dalam pikiran mereka masing-masing.


**


" Gloria, rumah ini kosong, semua orang sedang menjenguk Angel kerumah sakit, tapi mereka tidak satu pun mengajak kamu pergi kesana"


Gloria yang sedang duduk disofa ruang keluarga menatap ibunya dengan kesal


"Gloria benci Angel, dia sudah memisahkan Mama dan Papa, sekarang dia juga mengambil Kakek dan Nenek Glory"


Gloria sudah sangat terpengaruh, di bahkan langsung menyebut nama Angel tanpa ada embel-embel Mama atau tante lagi.


Raisa memasang wajah simpati dan duduk disamping Gloria


"Gloria dengar kan Mama ya, jika Papa pulang membawa Angel kembali kerumah, Gloria Harus melarang Angel masuk kerumah dan mengusirnya"


Gloria menatap Raisa disamping nya dengan mimik wajah marah


"Gloria tidak suka Angel, Glory benci" Raisa menahan senyum nya saat dia dengan gampang mencuci otak putri nya, mungkin karena Gloria itu putri kandung nya makanya itu menjadi sangat mudah.


" Mama sangat mencintai Papa, Gloria mau kan menyatukan Mama dan Papa lagi? "


Gloria menganggukkan kepala nya dengan mantap dan memeluk Raisa dengan erat


" Ben sangat menyanyangi Gloria, aku yakin seburuk apapun yang dilakukan Gloria pada Angel, dia pasti memaafkan Gloria " Kata Raisa didalam hati sambil tersenyum sinis.


**


"Sayang kamu bisa pulang hari ini"


"Itu bagus, aku merasa tidak nyaman di rumah sakit"


Ben mencium kening Angel dan beberapa perawat masuk untuk melepaskan infus ditangan Angel


Setelah semua selesai dan perawat keluar dari ruangan tersebut, Angel berdiri dari ranjang, Ben yang melihat itu dengan cepat menyentuh lengan dan pinggul Angel


"Kamu mau kemana? "


"Buang air kecil" Ben menghembuskan pelan nafanya mendengar hal tersebut


"Aku akan menuntunmu"


"Tidak perlu, aku bisa jalan sendiri"


"Sudah cepat" Ben tidak mendengarkan perkataan Angel dan tetap menuntun nya menuju toilet yang ada diruangan tersebut


Angel sudah akan melepaskan pegangan tangan Ben karena mereka sudah sampai didepan pintu Toilet tapi Ben malah membuka pintu toilet dan ikut masuk kedalam


"Ben aku bisa sendiri"


"Aku takut kamu kesulitan membuka celana jadi aku akan membantu mu" Ben sudah akan menurunkan celana Angel tapi terhenti ketika Angel memukul Kepala nya


"Dadar mesum, keluar sana" Ben menyentuh kepada nya yang tadi dipukul Angel dengan ekpresi tersakiti


"Sayang, sakit" Angel menyipitkan matanya dan mendorong punggung Ben keluar


Ben berbalik dan mengecup cepat bibir Angel


"Aku akan keluar, cup..cup... "


Setelah itu dia berlari keluar sebelum Angel berteriak padanya


"Ben Daen!! "


Ben tertawa setelah dia keluar dari toilet, dia menatap pintu toilet yang sudah tertutup rapat


"Angel, Angel, kenapa wanita itu setiap saat sangat menggemaskan" Ben tersenyum dan mengusap bibirnya dengan hari


"Dan kenapa aku suka sekali dengan bibir nya".


**


Satu kali Up lagi End ya kak😘