![ANGEL [ Mother To My Child ]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/angel---mother-to-my-child--.webp)
"Namanya Hilda"
Ben terdim sejenak mendengar nama tersebut sebelum dia kembali bicara
"Baiklah terimakasih" Pelayan tersebut mengangguk pelan lalu pergi dari sana
Ben menatap Angel dan menyentuh tangannya
"Aku pergi sebentar ya" Ben berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menuju ruang tamu
Karena Ben beranjak dari kursi nya Gloria bisa dengan jelas melihat wajah Angel yang pelipisnya terbalut sedikit perban
"Aku benci kamu pergi dari rumah ini! "
Semua orang yang ada disana kaget mendengar perkataan Gloria termasuk Raisa
"Gloria! " Bentak Lan ayah Ben
Gloria terdiam, matanya memerah, gadis kecil tersebut seakan menahan tangisnya menatap Lan
"Bersikap Baiklah jangan menjadi anak yang nakal" Kata Lan menasehati Gloria
Suasana menjadi sunyi dimeja makan, Anna menatap Raisa yang hanya diam saja
"Raisa kamu memang ibu yang buruk, bagaimana kamu bisa meracuni pikiran putri mu setiap hari"
Raisa mengedipkan matanya merasa sedikit tidak senang saat Anna menyebutkan sebagai ibu yang buruk bagi putri nya
"Malam tadi aku tidur lebih dulu, aku sama sekali tidak berbicara banyak pada Gloria, Gloria bertindak pagi ini atas keinginan nya sendiri" kata Raisa didalam hati.
**
Ben memasang wajah dingin saat melihat Hilda duduk disofa ruang tamu
"Tuan Ben"
"Jangan berbasa-basi" Ben hanya berdiri tidak berniat untuk duduk karena dia tidak ingin mengobrol panjang lebar dengan wanita itu
Hilda yang merasa tidak nyaman melihat Ben hanya berdiri, dia juga berdiri dari tempat duduknya lalu menatap Ben dengan tulus
"Maafkan aku Tuan" Ben menghembuskan pelan nafas nya mendengar permintaan maaf dari asisten nya
"Tulis surat pengunduran diri mu hari ini, aku tidak ingin kamu masih bekerja di perusahaan"
Hilda kaget mendengar hal tersebut dan mulai memohon
"Tuan, jangan pecat saya, saya sungguh membutuhkan pekerjaan ini"
"Aku sudah meminta seseorang memeriksa CCTV diruangan ku, kamu memasukkan sesuatu kedalam kopi yang kamu buat untuk ku"
Hilda terdiam, dia tidak menyangka kalau diruangan tersebut terdapat CCTV
"Tuan.... Mengenai itu aku terpaksa melakukan nya, Nona Gisela.... "
"Aku tahu Hilda, aku tahu Semua nya, kamu dan dia ingin membuat aku dan kekasihku berpisah dengan cara menjebak ku dengan segelas kopi, dan bayaran nya untuk mu adalah donor ginjal untuk ibumu"
Hilda membesarkan matanya kaget mendengar hal tersebut
"Aku menerima kamu sebagai asisten ku meskipun kamu tidak mempunyai pendidikan tinggi, saat kamu meminjam uang untuk perawatan ibumu aku tidak pernah meminta kamu mengembalikan nya jadi bagaimana kamu sanggup melakukan hal itu padaku? "
Hilda menundukkan wajahnya merasa malu, dia merasa menjadi pelihara yang menggigit tangan tuan yang memberi nya makan
"Maafkan aku Tuan, aku bersalah, aku akan mengajukan pengunduran diriku besok pagi"
"Liora akan memberikan uang pesangon untuk mu"
"Terimakasih Tuan, aku sudah sangat bersyukur anda tidak membawa masalah ini kemeja hijau, aku sangat menyesal atas apa yang aku lakukan, aku harap Tuan panjang umur dan sehat selalu"
Hilda menundukkan kepala nya pada Ben sebagai penghormatan terakhir pada Tuan yang selama ini dia layani, sedangkan Ben sama sekali tidak menanggapi Hilda
"Kalau begitu saya permisi Tuan" Hilda menatap sejenak Ben yang tidak mengubah raut wajahnya dan pergi dari sana, keluar dari rumah mewah tersebut
Ben menarik nafasnya panjang menatap punggung Hilda yang menjauh
Ben berbalik dan kembali berjalan menuju meja makan, disana dia melihat Angel yang sedang sarapan sambil berbincang hangat bersama Anna
"Kecuali wanita itu, aku sangat mencintai nya hingga aku akan memaafkan seberapa banyak pun dia mengkhianati ku, bahkan jika dia ingin meninggal ku akan akan memohon padanya untuk tetap tinggal disisiku"
"Akhhhh.... " Ben membuka matanya besar saat melihat Gloria menyiramkan segelas teh panas yang ada diatas meja pada Angel, Ben berjalan dengan cepat dan menyentuh tangan Angel yang memerah
Semua orang disana merasa kaget dan mulai panik saat Angel meringis merasakan perih pada tangannya
"Sayang kamu tidak apa-apa? " Tanya Anna dengan khawatir, Angel mencoba menahan rasa perih di tangannya dan menatap Gloria yang menatap berani ke arah nya
"Gloria apa yang kamu lakukan?! " Teriak Ben dengan marah, dia sama sekali tidak menyangka gadis kecil itu semakin berani saja
"Glory benci dia! " Jawab Gloria berani
"Papa juga benci kamu! " Ben benar-benar mengungkapkan kemarahan nya pada gadis kecil tersebut.
"Ben jangan bicara seperti itu" Kata Angel menasehati
"Coba aku lihat tanganmu" Ben mengambil tangan Angel dan melihat tangan kanan wanita itu yang memerah
"Aku baik-baik saja"
"Aku akan mengobatinya" Ben mengangkat Angel menggendong nya ala Bridal Style dan membawanya pergi dari sana
Anna dan Lan juga pergi dari sana meninggalkan Gloria dan Raisa
"Gloria" Gloria tidak bergeming di tempat nya, dia hanya menundukkan wajahnya membuat Raisa merasa aneh dengan sikap putri nya
"Gloria" Raisa menyentuh bahu Gloria dan mengangkat wajah putri nya hingga dia bisa melihat wajah itu dengan jelas
Disana wajah Gloria sudah basah karena menangis tanpa suara, dia menatap Raisa dan memeluknya
"Papa benci Glory.... Hiks... Hiks... " Raisa memilih diam dan mengusap punggung putri nya
"Glory tidak suka Angel, Glory mau dia pergi dari sini"
"Sayang... Kamu jangan melakukan hal seperti itu lagi ya" Kata Raisa sambil mengusap wajah Gloria yang memerah
"Tidak mau, Glory mau membunuhnya! "
Raisa tersentak saat mendengar kata itu keluar dari mulut putri nya yang masih berumur 5 tahun
"Gloria kamu tidak boleh mengucapkan kata itu lagi mengerti" Kata Raisa tegas
"Mama kenapa membela dia, bukannya Mama membenci dia, kalau kita hanya diam saja, dia dan Papa akan benar-benar menikah".
**
Ben mendudukkan Angel di ranjang dan dengan cepat mengambil kotak obat didalam laci meja samping ranjang
" Apa terasa perih? " Ben meniup tangan Angel yang terluka
"Sedikit" Ben menatap Angel dan mencium seluruh wajah wanita itu
"Aku minta maaf, ini semua salah ku, harus nya kamu tidak ikut aku pulang ke New York"
"Jangan menyalahkan dirimu, aku baik-baik saja"
"Kamu sudah dua kali celaka Oleh Glory"
"Aku mohon kamu jangan terlalu keras padanya, dia masih kecil usia nya masih 5 tahun, Glory itu penting buat kamu jangan membuat nya membenci mu"
"Kamu lebih penting bagi ku" Angel terdiam dan menggeleng
"Ben jangan seperti ini, jangan benci putri mu sendiri" Angel tidak ingin menjadi wanita yang merusak hubungan ayah dan anak
"Tidak ada sedikitpun darahku mengalir ditubuh nya, bagaimana dia bisa lebih penting dari mu" Nada bicara Ben terdengar dingin seakan pria itu benar-benar marah pada putri nya
"Ben aku tidak mau dicap sebagai ibu tiri yang jahat bagi Glory nanti nya"
"Itu tidak akan terjadi, aku akan meminta Raisa pergi dari rumah ini bersama putri nya".