ANGEL [ Mother To My Child ]

ANGEL [ Mother To My Child ]
33 Wedding



Ben tampak gugup sekali, dia berjalan Mondar-mandir dengan gelisah membayangkan dia akan mengucapkan sumpah pernikahan diatas altar


"Antonsen Aku gugup" Dia menggigit jarinya dengan risau


"Antonsen Bagaimana jika aku tidak mampu melakukan nya? "


"Antonsen apa aku terlihat tampan?? "


"Antonsen......"


"Berhenti lah memanggil namaku! "


Antonsen yang duduk disalah satu kursi menatap kesal kearah sahabat nya tersebut


"Aku datang kesini sebagai pengiring pengantin mu jangan menanyakan sesuatu yang tidak penting padaku"


Ben mengerucutkan bibir nya kesal melihat Antonsen yang kembali bersikap acuh padanya


"Adik ipar, aku hanya bertanya kenapa kamu harus marah"


"Kamu! Berhenti memanggilku adik ipar!"


"Lebih baik kamu pakai dasimu adik ipar karena sebentar lagi aku akan naik keatas altar"


"Ben kamu hanya tua 3 bulan dariku jadi berhenti menggelitik tulangku dengan menggunakan kata adik ipar" Tekan Antonsen dengan serius


Ben menggeleng dia berjalan mendekati Antonsen dan menepuk pundak Antonsen pelan


"Maafkan aku..... aku tidak bisa "


Antonsen menggeram kesal dan menarik alis Ben yang tebal


"Akhkhhh Antonsen! " Antonsen tidak berhenti dan malah menarik kedua alis pria tersebut


"Rasakan" Kata Antonsen dengan senang


"Sakit! Antonsen apa kamu ingin mencabut nya! "


"Iya"


"Akhkhhh.... " Antonsen melepaskan alis Ben dan berbalik mengusap kuping nya yang baru saja ditarik oleh Airca


"Sayang sakit" Antonsen meringis dan memasang wajah tersakiti


"Ben itu pengantin pria hari ini, apa kamu tidak bisa tidak mengganggu nya"


Ben tersenyum mendengar pembelaan dari adik ipar nya, Antonsen yang melihat itu menggertak kan giginya kesal


"Ben tunggu pembalasanku"


"Dan juga kenapa kamu tidak memakai dasimu? " Airca mengambil dasi yang ada diatas meja dan memberikannya pada Antonsen


"Itu karena aku sudah lupa menggunakan dasi"


"Apa kamu itu bodoh" Antonsen menatap tajam Ben yang mengatainya bodoh, Ben yang melihat itu hanya mengalihkan wajah nya pura-pura tidak tahu


"Bagaimana bisa kamu lupa? " Airca memilih tidak berdebat dengan suaminya dan memakaikan Antonsen dasi


"Sejak kita menikah kamu memakaikan dasi untuk ku setiap hari dan itu membuat aku melupakan nya, aku butuh kamu untuk melakukan nya" Antonsen menarik Airca mendekat dan memeluknya dengan manja


Ben mengangkat sudutnya merasa iri dengan Antonsen yang memiliki istri yang pengertian seperti Airca


"Angel aku butuh belaian mu sekarang" kata Ben didalam hati


" Hei kalian! acara sudah akan dimulai!"


Mereka bertiga tersadar setelah Joshua berteriak didepan pintu


"Apa! " Ben seketika kembali gugup dan meremas-remas tangannya gelisah


"Kakak Ben kamu tenang saja, ini akan berjalan dengan lancar"


"Benarkah? "


"Ben, kamu itu sangat berlebihan, ini bukan yang pertama kalinya bagimu" Antonsen sudah berdiri dan memeluk pinggang istri nya


"Iya tapi kali ini berbeda, aku benar-benar gugup"


Antonsen menghembuskan nafas nya berat


"Saat aku menikahi istri ku, aku tidak gugup sama sekali dan mengucapkan nya dengan berani"


"Iya karena saat itu kamu menikahiku tanpa cinta"


Antonsen tersentak dan menatap tidak senang pada istrinya


"Aku cinta, perkataan mu sangat tidak berdasar"


"Oh ya jadi bagaimana dengan surat perjanjian pernikahan kita"


"Surat perjanjian? " Tanya Ben bingung


"Itu... Itu hanya surat tidak berguna aku sudah membakarnya" Antonsen tidak menghiraukan Ben dan menatap serius istrinya


"Benarkah? Aku masih punya salinannya"


"Apa! Dimana? Dimana kamu menyimpan nya?! "


"Rahasia"


"Airca Carl kamu... "


"Oi tinggal 5 menit lagi, kapan kalian akan bubar" Joshua yang masih berdiri di depan pintu kembali bicara


"Hei! Kamu kadal hijau diam saja" Kata Antonsen kesal, dia sedang berbicara serius dengan istri nya tapi adiknya itu malah menganggu


"Joshua kamu adik kurang ajar"


"Ben ayo, kita harus ke tempat acara sekarang" Airca menarik Ben dan pergi dari sana meninggalkan Antonsen seorang diri didalam ruangan


"Sayang! Sayang.... " Antonsen berteriak dan mengejar istrinya.


**


Angel berulang kali menarik nafas dan menghembuskan nya dengan pelan untuk menenangkan detak jantung nya yang tidak beraturan


"Angel kamu harus tenang, jangan gugup" Angel kembali menatap penampilan nya melalui cermin besar yang berada didepannya



"Sayang ayo, sekarang waktu nya kamu naik keatas altar" Cintya datang dan mendekati putri nya


"Apa semua orang ada disana? "


"Iya, ayo" Cintya membantu Angel mengangkat gaunnya dan mereka keluar dari ruangan tersebut.


**


Ben membuka matanya dengan besar saat melihat Angel naik keatas altar didampingi oleh Louis


" Dia sangat cantik " Puji Ben dalam hati


Ben menatap kagum Angel yang berjalan sangat elegan mendekati dirinya, make up natural dan gaun yang tidak berlebihan membuat wanita itu begitu bersinar di mata nya


"Kenapa mereka berjalan sangat lambat, aku sudah tak sabar menjadikan Angel istriku" Jika tidak ada orang disana dapat dipastikan Ben akan mendatangi Angel dan mengangkat nya agar bisa lebih cepat


"Ben" Ben mengedip kan matanya tersadar dari lamunan nya, dia menatap Louis dan Angel yang sudah berdiri di depannya


"Apa yang kamu pikirkan, aku serahkan putri ku padamu, cintai dia dengan sepenuh hatimu"


"Tentu saja, Papa tidak perlu meminta nya karena aku pasti akan melakukannya" Louis tersenyum dan melepaskan tangan Angel dan memindahkan nya ditangan Ben


"Papa percaya " Louis menepuk pundak Ben sebelum di turun dari sana


Setelah kepergian Louis mereka berdua saling berpegangan tangan dalam diam dengan mata saling pandang penuh cinta


"Ehem... Apa kita bisa mulai sekarang? " Mereka tersadar dan menatap pendeta yang bertanya


"Ya" Jawab mereka berbarengan


Mata Ben tidak kemana-mana sejak Angel datang bersama Louis, dia selalu menatap Angel seakan jika dia berpaling sedikit saja Angel akan menghilang dari pandangan nya, setelah mereka selesai mengucapkan sumpah pernikahan pendeta yang memimpin upacara berbicara


"Kalian sudah sah menjadi suami istri, pengantin pria boleh mencium pengantin wanita"


Ben tidak bisa menutupi kebahagiaan nya mendengar kalimat tersebut, karena dia sudah sangat menanti-nantikan kalimat tersebut


"I Love You" Kata Ben dengan setulus hati nya sebelum dia menarik tengkuk Angel dan menciumnya dengan agresif


Angel yang dari tadi hanya diam saja membuka matanya dengan lebar, dia memilih diam saja karena dia sedang berusaha menutupi rasa gugup dan gelisah dirinya dan sekarang saat Ben mencium nya dia rasanya ingin terbang dan memeluk pria itu dengan bahagia tapi sekarang bukan saat yang tepat untuk bermesraan dan mengabaikan Orang-orang sekitar


Ben semakin liar dan memaksa Angel untuk membuka mulut nya agar lidah pria itu bisa masuk dan menikmatinya, tapi Angel tidak ingin hanyut dan terlena dengan ciuman suaminya tersebut


Dia menyentuh pundak Ben dan menjauhkan dirinya hingga ciuman tersebut terlepas


Ben yang memejamkan matanya mencari-cari bibir Angel yang sedang dia cumbu sambil memajukan bibir nya berharapa kali


Angel sebenarnya senang melihat Ben begitu agresif mencium nya tapi dia tiba-tiba malu saat beberapa orang tertawa pelan


Dia tersenyum canggung dan menutup mulut Ben dengan tangannya, Ben yang merasakan itu membuka matanya dan menatap bingung Istrinya


"Orang-orang menatap kita" Kata Angel berbisik pelan, Ben menatap sekeliling nya dimana Orang-orang hanya diam sambil tersenyum lucu kearahnya dan Angel


"Sial, saking asiknya mencium istri ku, aku jadi lupa kalau sekarang kami masih  berdiri diatas altar"


Ben menarik Angel dan membawanya menatap kedepan sambil tersenyum dengan manis ke arah tamu undangan.


**


"Apa kamu lihat wajahmu saat diatas altar tadi? Itis sangat lucu, kamu pasti sangat malu kan? " Kata Antonsen mengejek Ben


Ben menatap sinis Antonsen dan memukul lengannya


"Kamu mengejek ku seakan kamu tidak pernah merasakan apa yang aku rasakan, saat kamu menikah dengan Airca dan mencium nya diatas altar kamu pasti menciumnya dengan impulsif juga kan? "


Antonsen terdiam mendengar perkataan kakak ipar barunya, dia tersadar dan menatap sedih kearah Ben


"Kamu benar sepertinya kamu lebih beruntung" Ben menatap bingung Antonsen yang terlihat seperti sangat sedih


"Kamu kenapa? Sakit? " Ben menyentuh kening Antonsen dengan jarinya


"Saat aku mencium Airca di hari pernikahan, aku menciumnya dengan semangat, tapi dia tidak sedikit pun menggerakkan bibirnya"


"Hahahha, sabar ya, tampaknya Airca tidak mencintai mu"


"Dia mencintai ku! " Kata Antonsen marah


"Maksudku... Saat itu"


"Aku sungguh butuh penjelasan dia sekarang kenapa dia tidak membalas ciuman ku saat itu" Antonsen berdiri dengan cepat dan pergi dari sana mencari istrinya


Ben yang ditinggalkan juga menatap sekeliling mencari istrinya


"Dimana Angel ku? Aku ingin malam pertama ku".


**


Ditunggu ya kak extra part Angel dan Ben after wedding


Terima kasih😘💕