ANGEL [ Mother To My Child ]

ANGEL [ Mother To My Child ]
35 Jealous l



Ben menatap tidak senang istrinya yang sedang berdandan didepan cermin, dia menyilangkan tangan dengan bibir mengerucut kesal


"Ben aku mungkin akan pulang sedikit malam, tidak apa -apa kan? " Kata Angel setelah dia selesai dengan make up nya, dia mengerut kan dahi dengan expresi yang ditampilkan suami yang telah dia  nikahi 2 minggu tersebut


"Apa kamu marah padaku? " Tanya Angel setelah dia duduk disamping suaminya disisi ranjang, Ben mengalihkan matanya tidak ingin menatap istri nya, Angel yang melihat itu menghembuskan pelan nafasnya dan menjatuhkan kepala nya dibahu lebar milik Ben


"Ini adalah pesta perpisahan aku dan perusahaan sebelum Airca yang mengambil alih posisi ku, kamu jangan marah sama aku" Suara Angel terdengar memohon dan putus asa secara bersamaan


Ben menghela nafas dengan berat dan menyentuh tangan istrinya


"Aku akan ikut" Angel mengangkat wajahnya menatap Ben yang menatap tajam kearah nya


"Aku minta maaf, tapi ini hanya perpisahan sederhana saja antar aku dan berberapa pegawai yang bekerja lama denganku"


"Apa kamu tidak ingin memperkenalkan ku pada mereka? "


"Kita menikah di rumahku, dan aku mengundang satu Perusahaan mereka sudah tahu tentang dirimu" Ben hanya diam saat istrinya tersebut selalu mencari alasan agar dia tidak ikut.


Angel bukannya tidak ingin membawa suaminya tersebut tapi dia hanya tidak ingin pesta tersebut menjadi canggung karena sejak Angel menjadi istrinya Ben sama sekali tidak ingin menjauh bahkan satu inci pun


"Kita akan kembali ke New York dua hari lagi"


"Apa! Kenapa cepat sekali, bukannya satu minggu lagi" Kata Angel kaget, dia menyentuh tangan Ben yang menatap dingin kearahnya, dia bukannya tidak tahu bila suaminya tersebut merasa kesal dengan dirinya tapi dia sama sekali  tidak menyangka mereka akan ke New York secepat itu


"Sejak kita menikah kita sudah tinggal selama dua minggu disini dan itu sudah cukup" Angel mengerucut bibir nya kecewa dengan sikap Ben yang mulai mengatur dirinya


"Apa ini karena aku tidak membawa mu ke pesta perpisahan ku? "


"Iya" Ben berdiri dari sisi ranjang dan pergi keluar dari kamar, Angel hanya bisa menghela nafas dengan sedikit sedih


"Sayang! " Angel juga beranjak dan mengejar suaminya, dia tidak ingin pergi ke pesta dengan keadaan suaminya yang marah, dia turun melalui tangga dan melihat suaminya sedang duduk ruang keluarga sambil menonton televisi


"Sayang" Kata Angel setelah dia duduk disamping suaminya yang memasang wajah datar, Angel merapat dan menyentuh dada suaminya


"Kamu jangan marah, aku jadi tidak tenang meninggalkan mu" Angel menatap rahang kokoh suaminya dan mengusap nya dengan lembut


"Sayang" Kata Angel karena suaminya tersebut hanya diam tanpa menatap nya sama sekali, Angel mencoba berpikir untuk membujuk suaminya dan dia tersenyum saat sebuah pemikiran muncul di kepala nya


Pertama-tama dia mengecup rahang Ben dan pria itu masih tidak bersaksi, Angel kembali mencium pipi Ben dan masih tidak bereaksi, Angel menyentuh bibir sexy Ben dan mengusapnya secara perlahan dan itu berhasil membuat Ben menatap kearah nya


"Jangan marah" Kata Angel sambil memasang wajah imut


"Dari awal pertemuan kamu sudah tahu kalau aku posesif dengan dirimu dan sekarang kita sudah menikah jadi jangan minta aku berubah"


Angel tahu dia tidak akan mudah menaklukkan Ben yang selalu ingin menguasai dirinya dia memilih mengalah dan memeluk Ben dengan erat


"Kalau seperti itu aku tidak akan pergi saja"


Entah kenapa Ben sama sekali tidak senang mendengar nya, seharusnya dia senang karena memang itu yang dia ingin kan tapi dia menjadi tidak tega apalagi dengan wajah Angel yang terlihat sangat sedih


"Apa aku menekan dirimu? " Tanya Ben, Angel mengangkat wajahnya hingga mereka bertatapan


"Sedikit" Jawab Angel sambil tersenyum, Ben juga tersenyum dan mengecup bibir istrinya


"Pergi lah" Angel membuka kecil mulutnya merasa tidak percaya dengan apa yang dia dengar


"Kamu serius? " Tanya Angel memastikan, Ben mengangkat sudut bibir nya melihat reaksi istrinya tersebut


Ben mengecup dengan lembut bibir Istrinya dan Angel juga membalasnya, Ben menaikkan tangannya dan menyentuh kepala Angel agar ciuman tersebut semakin dalam, lidah nya mendesak masuk dan Angel menerimanya dengan suka cita, mereka berciuman seakan ciuman tersebut adalah oksigen bahkan mereka lupa untuk bernafas


Sedangkan sepasang suami-istri paruh baya berdiri terdiam menatap dua orang yang sedang berciuman disofa ruang keluarga


"Coba kamu lihat sejak mereka menikah mereka bahkan tidak lepas sedikit pun" Kata Cintya pada suaminya, Louis hanya bisa menggeleng dan menarik istrinya untuk kembali ke taman belakang


"Entah kamu kasih makan apa hingga kedua putri kita memiliki suaminya yang tergila-gila dengan mereka"


Cintya tertawa pelan dan memeluk lengan suaminya


"Aku memberi mereka makan cinta".


**


Ben mengantar Angel hingga ke depan gerbang, dia menatap tidak rela istrinya yang sudah masuk kedalam mobil berwarna hijau kesayangan wanita tersebut.



Ben mendekat dan mengetuk kaca mobil, Angel mengangkat alis nya dan menurunkan kaca mobil


" Ada apa? " Tanya Angel pada Ben yang menatap lurus kearahnya


"Disana ada berapa pria? " Angel tersenyum dan menggeleng kan kepada nya merasa lucu dengan pertanyaan suaminya


"Sayang, kamu jangan khawatir cintaku hanya untuk mu" Angel menggerakkan tangannya agar Ben mendekat, Ben yang melihat itu dengan patuh mendekat kan wajahnya


Cup


Angel mengecup cepat bibir Ben kemudian tersenyum menatap suaminya tersebut


"Aku harus pergi sekarang" Angel menjalankan mobilnya dan melambaikan tangannya sebelum dia pergi dari sana


Ben hanya berdiri dalam diam menatap mobil Angel hingga mobil wanita itu semakin jauh dan menghilang dibalik belokkan


Ben mengeluarkan ponselnya dari saku celana dan menelpon seseorang


"Hallo Tuan Ben"


"Mike, awasi istri ku selama pesta berlangsung, kabari padaku apapun yang dia lakukan"


"......... "


"Mike kamu dengar tidak? "


"Iya Tuan"


Tut... Tut....


Ben memutuskan panggilan tersebut dan berjalan masuk kembali kedalam rumah, sedangkan Mike hanya bisa terdiam setelah mendapat perintah dari suaminya atasnya


"Kenapa Tuan Ben sangat menyusahkan, aku hanya ingin menikmati pesta ini karena ini mungkin terakhir kalinya aku bertemu Nona Angel"


Mike hanya bisa menghela nafas dengan kasar dan menatap pesta yang akan segera dimulai.