![ANGEL [ Mother To My Child ]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/angel---mother-to-my-child--.webp)
" Tarik nafas dan hembus kan perlahan"
"Aaaa! Sakit"
"Sedikit lagi, ayo Nona"
"Aaaaaa!" Ben berkeringat dingin melihat wajah kesakitan istrinya, dia merasa takut sekali, dia belum pernah menemani seseorang melahirkan termasuk saat Raisa melahirkan Gloria, dia hanya menunggu diluar ruangan bersama Anna dan Dennis ayah kandung Gloria
"Ben.... Sakit.. " Angel mencengkram erat tangan suaminya hingga Ben merasa sakit ditangannya karena tusuk kan kuku istrinya
"Iya sayang"
"Ini sakit, aku tidak mau lagi melahirkan anakmu! "
"Sayang tidak, kamu harus melahirkan 3 lagi anak untuk ku"
"Kalau begitu kamu saja yang melahirkan! "
Dokter yang membantu Angel melahirkan mencoba fokus dan mengabaikan perdebatan suami istri tentang jumlah anak
"Ayo sedikit lagi" Angel mencengkram lebih kuat tangan Ben dan mendorong lebih bertenaga
Ben semakin takut dan khawatir apalagi dengan tangan Angel yang mulai melemah ditangannya
"Akkhhhhhhh" Angel beteriak sedikit keras dan mengerahkan semua tenaganya
"Owekkkkk... Owekkkkk"
Dokter tersenyum dan mengangkat bayi yang baru saja lahir kedunia, Ben yang melihat banyak nya darah di sekitar bayinya merasa mulai pusing dan
Brakkkk
"Tuan! " Berberapa perawat mendekati Ben yang tiba-tiba pingsan yang tergeletak di lantai, Angel juga hanya bisa diam karena dia kehabisan tenaga setelah melahirkan
"Ben kamu sangat lemah bagaimana kamu bisa menemani ku untuk melahirkan 3 anak lagi"
**
Angel mengusap lembut pipi bayi disamping nya berbaring, Anna juga ada disana bersama Lan, mereka merasa sangat bahagia dengan kehadiran bayi tersebut
"Terimakasih Angel" Kata Anna sambil menyentuh tangan menantunya, Angel tersenyum dan berbalik menyentuh tangan ibu mertua nya
"Mama tidak perlu berterimakasih"
"Angel kamu memang menantu terbaik" Anna memeluk Angel yang berbaring dan menangis dengan pelan
"Mama jangan menangis" Angel mengusap punggung Anna dengan pelan dan Anna dengan cepat melepaskan pelukan tersebut ketika sebuah suara terdengar
"Sayang! " Ben masuk dan mendekat dengan cepat pada istrinya, di langsung memeluk Angel dan menangis dengan kencang
"Maaf... Hiks.. Hiks.. " Angel menarik nafasnya pelan dan mencoba melepaskan pelukkan tersebut tapi Ben memeluk erat istrinya hingga Anna menegurnya
"Ben Angel baru saja melahirkan kamu jangan memeluk nya telalu lama" Ben menghapus air matanya dan melepaskan dengan pelan
"Aku sungguh takut terjadi apa-apa sama kamu" Ben memasang wajah sedih menatap istrinya lalu mengecup seluruh wajah Angel dengan masih menangis hingga wajah Angel juga menjadi basah karena air matanya
Anna menarik Ben hingga ciuman tersebut terlepas
"Berhenti menciumnya apa kamu tidak mau melihat anakmu" Ben tersadar dan menyentuh tangan ibunya
"Mana anakku" Kata Ben tidak sabaran, Anna menunju bayi yang terbaring disamping istrinya, dia mendekat dan menyentuh wajah bayi tersebut
"Ini anakku? "
"Iya"
"Ini sungguh anakku? "
"Iya Ben" Kata Anna sedikit kesal, Ben tersenyum bahagia dan mulai akan kembali menangis
"Anakku" Ben mencium wajah bayi yang masih memerah tersebut dengan sangat lembut
"Terima kasih Angel karena sudah melahirkan anak untuk ku" Kata Ben menatap istrinya dengan penuh cinta.
**
Ben memperhatikan istrinya yang sedang diperiksa oleh dokter, dia juga menatap Box bayi disamping ranjang Angel berbaring dengan hati bergetar
"Ini tidak mimpi, itu anakku anak kandung ku sendiri " Ben merasa sangat bahagia dan berjalan mendekati box bayi tersebut, dia tersenyum melihat wajah Damai bayinya yang tertidur setelah Angel memberi nya asi
"Nona baik-baik saja, dua hari lagi sudah boleh pulang"
"Terimakasih dokter" Dokter tersenyum dan menatap Ben yang terlihat sangat bahagia
"Tampaknya suami anda sangat bahagia, kalau begitu saya permisi dulu" Angel mengangguk dan dokter tersebut keluar dari ruangan, dia menatap Ben yang menyentuh wajah bayi yang tertidur dengan damai didalam box
"Ben apa kamu ingin membangunkannya" Ben menjauhkan tangan nya dari wajah bayiny dan menatap Angel
"Dia sangat mirip kamu" Ben mendekat dan duduk disisi ranjang, dia mengusap rambut istrinya dengan lembut dan mencium keningnya dalam
"Mamamu bilang dia mirip kamu saat masih bayi"
"benarkah? aku malah merasa dia mirip kamu, sepertinya dia mirip kamu dan aku" kata Ben menggosokkan hidung nya pada hidup Angel, Angel tertawa dan menatap suaminya
"Mungkin besok mereka sampai, mereka sekarang sedang dalam perjalanan kesini bersama Airca dan Antonsen" Angel hanya diam saja hingga Ben kembali bicara
"Terima kasih karena sudah melahirkan anakku" Angel tersenyum dan memeluk pinggang suaminya dengan kedua tangan
"Aku juga berterimakasih padamu karena aku tidak akan dapat melahirkan putra kita tanpa kamu"
"Dia laki-laki? " Tanya Ben sedikit kaget
"Iya kenapa? Jangan bilang kamu dari awal tidak tahu jenis kelamin anak kita" Ben tersenyum canggung dan mengangguk lemah
"Maaf aku hanya terlalu senang hingga tidak memikirkan hal itu"
Angel mencibikkan bibir nya kesal menatap suaminya, dia melonggarkan pelukkan tersebut
"Apa kamu berharap anak kita prempuan? " Tanya Angel dengan sedikit sedih, dai hanya tidak ingin Ben menjadikan anaknya sebagai pengganti Gloria, dia ingin kehadiran anaknya menjadi sesuatu yang baru dan mempunyai ruang khusus dihati suaminya
"Tidak juga, aku malah senang mendengar dia laki-laki jadi dia akan menjadi penerus ku nanti, awalnya aku berpikir dia prempuan karena wajahnya sangat putih, bulu matanya juga panjang, anak kita terlihat seperti bayi perempuan" Angel menghembuskan nafasnya lega dan memeluk erat suaminya
"Aku kira kamu berharap anak kita perempuan untuk menggantikan Glory di hatimu" Ben terdiam dan menangkup wajah istrinya dengan kedua tangan
"Sayang tidak seperti itu, aku sangat senang kita mempunyai anak tidak perduli laki-laki ataupun perempuan, antara Gloria dan anak kita tentu berbeda, mereka memiliki ruang masing-masing dihati ku"
"Maaf jika aku sempat berpikir seperti itu, mungkin karena aku takut kamu hanya menjadikan Anak kita pengganti Gloria"
Ben tesebut dan mengusap wajah bersih istrinya
"Sayang apa kamu cemburu pada Gloria?"
Angel tidak menjawab tapi Ben tahu diamnya Wanita adalah sebuah jawaban iya
"Kamu tidak perlu cemburu, bagiku kamu dan anak-anak kita jauh lebih penting dari apapun didunia ini termasuk Gloria dan nyawaku"
Angel merasa bersalah dan menyentuh tangan Ben yang ada di pipi nya
" Aku percaya, maaf jika aku terkesan egois " Ben tertawa mendengar nya
"Aku senang jika kamu serakah tentang aku, aku sudah menyerah hidup mati, hati dan pikiran ku untuk mu termasuk tubuh ku"
Angel tersenyum dan mengecup bibir suami
"Aku mencintaimu"
"Hei aku dulu yang harus nya bilang" Ben menarik pinggul istrinya dan mencium dalam bibir wanita tersebut
"Aku mencintaimu dengan sangat banyak"
"Ben"
"Ya"
"Kita punya anak satu saja ya? "
"Tidak, akukan sudah bilang 3 anak lagi"
"Apa kamu sanggup menemaniku ke ruang bersalin tadi saja kamu sampai pingsan, aku tidak mau melahirkan jika kamu tidak menemaniku"
"Kamu tenang saja, aku sudah bertekad akan adil pada anak-anakku, jika yang satu aku temani saat lahir kedunia yang lainnya juga seperti itu"
"Kamu yakin? "
"Tentu saja" Kata Ben dengan sangat yakin
" Baiklah aku rasa aku masih mampu melahirkan 3 anak lagi untuk mu". Ben sangat senang mendengar nya dan mendorong Angel hingga berbaring
"Ben pelan-pelan nanti jahitan nya lepas"
"Maaf tapi ciuman yang sedikit liar tidak apa -apa kan? "
Angel merasa bahagia hingga dia tersenyum sangat lebar
"Of Course"
Ben mengalihkan matanya karena terlalu bahagia kemudian dia langsung mencium istrinya tanpa aba-aba hingga Angel sedikit kaget.
"I love you Angel, ibu anak-anak ku"
"I love you too suamiku Ben Daen".
***
END
Terima kasih yang sudah ngikutin cerita ini hingga selesai, aku menyanyangi kalian semua
😘😘😘😘😘💕❤❤
Aku bakalan lanjut A Happy Marriage jangan lupa mampir ya kak
Terima kasih😘💕🙏