![ANGEL [ Mother To My Child ]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/angel---mother-to-my-child--.webp)
Mereka kembali masuk kedalam dan melihat Cintya dan Louis yang sedang berbincang di ruang tamu
" Angel " Cintya berjalan mendekati Angel dengan cepat
" Mama dan Papa sudah memutuskan, kalian harus menikah" Angel mengedipkan mata berkali-kali merasa tidak percaya
" Mama duduklah dulu, aku dan Ben akan menceritakan semuanya "
Cintya menatap bingung dan kembali duduk disamping suaminya, Angel duduk lebih dulu disusul Ben
" Mama Papa, perkenalkan dia Ben Daen" Louis membuka besar matanya saat mendengar nama Ben Daen keluar dari mulut putri nya
" Jadi... Pria ini Ben Daen"
" Iya, kami bertemu dalam pertemuan pembangunan hotel di Jepang, berberapa minggu yang lalu "
Louis dan Cintya merasa tidak percaya mendengar nya
" Kamu pria yang mapan dan berpendidikan, bagaimana bisa kamu memanfaatkan putri ku" Louis bebicara dengan emosi berpikir bila Ben hanya mempermainkan putri nya
Angel menghembuskan kasar nafasnya
" Kenapa Papa dan Mama selalu memikirkan hal negatif mengenai ku dan Ben"
" Papa, Ben tidak pernah memanfaatkan ku, Glory bukanlah putri ku, dia anak Ben dan mantan istri nya"
Cintya membuka matanya kaget dan tersenyum dengan canggung
" Ternyata ini hanya kesalahpahaman, ini semua salah Bibi Derma, dia yang mengatakan kalau pria ini adalah ayah dari anak Angel "
" Aku sungguh minta maaf, mungkin kedatanganku kesini sangat tiba-tiba, hingga kalian berpikiran yang tidak-tidak tentang ku dan Angel" Kata Ben merasa bersalah
" Tidak, tidak, ini salah kami yang mengambil kesimpulan sendiri " Louis berbicara dengan rasa bersalah
Setelah Louis bicara tidak ada yang berbicara hingga suasana menjadi canggung dan sunyi
Ben merasa bingung dan berbisik pada Angel
" Sayang, aku sangat lelah karena perjalanan dari New York ke London, aku ingin berbaring dan makan"
Angel menatap Ben dan mengusap tangan pria tersebut, kemudian Angel menatap kedua orang tuanya
" Papa Mama, Ben melakukan perjalanan jauh dari New York ke London, aku akan mengantarkan dia untuk beristirahat dulu " Angel berdiri dan menarik Ben untuk menuju kamar nya
" Angel " Panggil ibunya, Angel berhenti dan menatap ibunya
" Kamu dan dia... "
"Dia kekasihku Mama" Cintya tersenyum dan Angel kembali membawa Ben untuk menaiki tangga
Ben menatap tangannya yang digenggaman Angel, dia menyentuh jantung nya yang berdebar dengan tangan
" Aku tidak pernah sesenang ini"
Ben tersenyum dan mendekatkan dirinya pada Angel hingga tubuh mereka menempel.
Angel membuka pintu kamar nya dan melihat Gloria yang tertidur dengan nyenyak diatas ranjangnya
Wanita itu melepas kan tangannya dari Ben dan berjalan cepat mendekati Glory, dia duduk disisi ranjang dan menciumi wajah gadis kecil yang tertidur dengan lelap
" Dia sangat manis"
Angel melepas sepatu nya dan meletakkan tasnya diatas nakas, lalu ikut berbaring disamping Gloria, dia menatap Gloria yang menghadap nya dan menyentuh wajah lembut Gloria dengan telunjuknya
Ben yang masih berdiri didepan pintu menatap nanar Angel yang mengabaikan diri nya
" Angel " Ben memanggil nama Angel setelah dia berdiri disamping wanita itu berbaring
" Ya" Jawab Angel singkat, dia sibuk menusuk-nusuk pipi Glory yang cuby dengan telunjuknya
" Aku lapar " Angel mendudukkan dirinya dan menatap Ben yang memasang wajah orang kelaparan
" Apa kamu tidak makan sama sekali? "
" Iya, aku terlalu khawatir kamu akan menolak ku "
Angel tersenyum dan mengecup pipi Ben dengan cepat sebelum dia pergi dari sana, Ben terpaku ditempat dan menyentuh pipi yang dikecup Angel tadi dengan tangannya
" Bagaimana aku menahan diriku malam ini " Ben mengusap wajahnya frustasi
**
Angel masuk kembali kedalam kamar dengan sebuah nampan ditangannya, dia menatap punggung Ben yang berdiri didepan balkon
"Makanlah" Ben tersenyum dan mendekati Angel yang duduk disofa kecil yang ada disana
" Kamu yang memasak? " Tanya Ben setelah dia duduk disamping kekasihnya
"Tidak"
Ben menatap Angel dan menyentuh wajah wanita tersebut
"Kamu tidak bisa memasak? " Angel mengangkat alisnya menatap Ben
"Aku bisa"
"Tapi makanan ini bukan buatan mu"
"Akan lama jika aku harus memasak untukmu, kamu terlihat sangat kelaparan"
"Tidak masalah, kamu bisa memasak makanan untuk ku setiap hari setelah kita menikah, sekarang aku ingin kamu menyuapi ku"
" Ben hari sudah malam, bukannya kamu sudah lelah, makanlah dengan cepatnya dan istirahat " Tolak Angel
" Aku sama sekali tidak berselera "Ben menjatuhkan kepada nya dibahu Angel dengan manja
Angel menghembus pelan nafasnya dan mengusap rambut Ben dengan lembut
" Baiklah " Ben tersenyum kecil dan menatap Angel dengan penuh cinta
"Suapi aku sekarang sayang" Kata Ben manja, Angel mengambil makanan yang ada diatas meja dan mulai menyuapi Ben, Ben makan dengan lahap dan semangat setiap suapan yang diberikan Angel
"Kamu bilang tidak berselera, tapi tidak terlihat seperti itu" Angel mengusap sudut Bibir Ben yang kotor karena makanan, Ben terdiam saat tangan Angel menyentuh bibir nya
" Angel apa kamu menggoda ku sekarang?"
Ben merasa terpancing atas sentuhan yang diberikan Angel padanya
"Baiklah sudah selesai, aku akan membawa bekas makan ini kebawah dulu"
Angel berdiri dan keluar dari kamar, sedangkan Ben merasakan sesuatu yang berbeda darinya, ada sesuatu dalam diri nya yang menginginkan sentuhan lebih dari wanita itu
" Sabar Ben, kamu harus bisa menahannya" Ben tidak ingin memaksa Angel untuk melakukan sex dengannya, dia ingin Angel merasakan cinta yang tulus dari nya, dia ingin hubungan yang dia jalin bersama Angel bukan hanya tentang sex tapi juga cinta.
**
Angel menatap Ben yang duduk disisi ranjang sambil melamun
" Apa yang kamu pikirkan? " Tanya Angel mengambil handuk baru dari dalam lemari
Ben tersadar dan menatap Angel yang mendekat dengan handuk ditangannya
" Tidak ada"
"Apa kamu mau mandi lebih dulu? " Ben menatap Angel dan mengangguk
" Ya" Angel menyerahkan handuk tersebut dan Ben mengambil nya, Ben berdiri dan masuk kedalam kamar mandi, didalam kamar mandi dia melihat ada kotak obat disamping cermin besar disana
Dia mengerutkan dahinya saat membuka kotak tersebut
" Kenapa obat nya banyak sekali? " Ben mengambil salah satu obat dan membaca fungsinya
" Obat penghilang kecemasan? " Ben meletakkan kembali botol obat yang dia pegang ketempat nya dan menutup kembali kotak obat tersebut
Pria itu menarik nafasnya panjang dan membuka baju untuk mandi
**
Setelah 10 menit Ben keluar dari kamar mandi, dia menatap Angel yang sudah tertidur disamping Gloria,
Ben berjalan kearah sofa dan melihat sepasang baju tidur pria disana, Ben tersenyum dan memakainya, setelah selesai memakai baju tidur tersebut dia menatap Angel dan Gloria satu persatu
Ben mengambil batal guling dan meletakkannya di ujung sisi ranjang, lalu dia memindahkan Gloria yang berbaring ditengah menjadi disisi ranjang
"Maafkan Papa ya Glory, Papa ingin tidur disamping Mama"
Ben tersenyum dan membaringkan dirinya di tengah-tengah Antara Angel dan Gloria, dia menatap Angel dengan sangat dekat hingga nafas wanita itu terasa di wajah.
" Dia sangat cantik" Ben mendekat kan wajahnya dan hendak mengecup bibir Angel tapi terhenti ketika wanita itu berbicara
" Glory " Gumam Angel pelan dalam tidurnya, wanita itu memeluk Ben dengan erat hingga wajah mereka menempel, bibir Ben menyentuh pipi halus Angel hingga pria itu terpaku di tempat, Ben tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, dia mengusap -ngusap wajah Angel dengan hidung dan Bibir nya menikmati setiap inci wajah wanita yang dia cintai tersebut
"Aku beruntung sekali malam ini!! "