ANGEL [ Mother To My Child ]

ANGEL [ Mother To My Child ]
16



"B... Ben"


Ben berdiri dan dengan cepat memeluk Angel dengan erat


" Jangan tinggalkan aku... " Ben berbisik didepan telinga Angel sambil tangannya melingkar dengan posesif dipinggang wanita tersebut


Cintya menyeka air matanya dan menatap Angel dengan sedih


" Angel kenapa kamu menyembunyikan anakmu dan pria ini "


Angel yang tersadar dari keterkejutan nya akan kehadiran kekasih nya, dia mencoba melepaskan pelukkan Ben darinya, tapi Ben seakan sepertinya lem yang sangat kuat tidak ingin bergerak sama sekali


" Ben... "


" Aku tahu aku telah membuatmu kecewa, tapi aku mohon jangan campakkan aku"


Cintya berdiri dan berjalan mendekati Ben yang masih memeluk putrinya


"Sayang, kenapa kamu begitu tega mencampakkan ayah dari anakmu? " Cintya mengusap punggung Ben hingga pria tersebut melepaskan pelukkan nya


" Maafkan Angel, dia masih belum dewasa " Cintya berbicara pada Ben dengan mata penuh kesedihan


Angel dan Ben terdiam merasa bingung atas reaksi Cintya


" Mama aku dan dia tidak dalam hubungan yang Mama pikirkan " Kata Angel saat dia mengerti situasinya


" Mama tahu semuanya, kamu memiliki seorang putri bersama pria tampan ini dan sekarang dia sedang tertidur kamarmu"


Angel membuka kecil mulut nya dan menatap Ben yang juga menatap nya


" Aku ingin bicara " Kata Angel pada Ben, Ben dengan cepat mengangguk


" Disini saja kenapa kalian ingat bicara berdua, kamu tidak boleh mencampakkan pria ini " Tekan Cintya


" Mama, beri aku waktu berberapa menit" Kata Angel dengan nada memohon


" Baiklah, tapi kamu tidak boleh mengusir pria ini pergi, dia akan tinggalkan disini mulai sekarang "


Angel benar-benar tidak menyaka ibunya tersebut dapat berpikiran sangat jauh


" Ya" Kata Angel singkat, dia mengambil tangan Ben dan menariknya untuk pergi dari sana, Ben tersenyum saat Angel menarik tangannya


" Dia menyentuh ku, tampaknya dia tidak membenciku "


Ben merasa lega dan bahagia saat dia merasa Angel tidak akan memarahinya


Mereka berhenti didekat kolam renang dan Angel melepaskan tangannya dari Ben


" Kenapa kamu datang kesini? " Tanya Angel serius


" Menemuimu"


" Ben, aku sungguh-sungguh kaget tadi, kenapa kamu tidak memberitahu ku lebih dulu? "


"Kamu tidak mengangkat panggilan ku, itu benar-benar membuat ku gila" Ben memasang wajah tersakiti dan mencoba mendekati wanita yang dia cintai tersebut


" Kamu tahu kenapa aku melakukan itu, kenapa kamu bersikap seolah-olah menjadi korban disini" Angel berkata dengan dingin hingga Ben berhenti untuk mendekat


" Itu tidak seperti yang kamu lihat "


" Kamu lupa dengan janjimu dulu, jika kamu membuat ku kecewa, kamu akan pergi dari hidupku dan tidak akan menggangguku lagi"


Ben tersulut atas perkataan Angel yang seakan ingin dia pergi dari wanita itu


" Kenapa aku harus pergi? Ini sama sekali bukan kesalahanku, apa kamu hanya mencari alasan agar aku pergi dari dirimu"


Angel terdiam dan menatap dingin Ben di depannya, Ben sama sekali tidak suka tatap tersebut untuk diri nya


" Calon istrimu yang mengirim foto itu padaku, jika orang lain yang jadi aku, mereka pasti tidak akan mau lagi menatap mu" Angel sama sekali tidak bermaksud berkata seperti itu pada pria di depannya, dia hanya bingung untuk mengungkapkan isi hatinya yang tidak bisa menolak pria tersebut


" Calon istri? Calon istri ku itu kamu"


" Gisela Domany, aku yakin kamu pasti mengenalnya " Ben terdiam dan mengepalkan erat tangannya


"Aku akan menjelaskan semuanya dengan sejelas jelasnya, aku mohon kamu jangan terlalu emosi dan mengambil keputusan dalam emosi seperti ini" Ben berbicara dengan lembut dan menyentuh tangan Angel


Dia takut Angel akan menolak penjelasan darinya dan memutuskan hubungan yang selama ini Ben impikan


Angel tidak menyangka Ben akan bersikap lembut untuk membujuknya


" Apa kamu juga membawa Glory ke London? " Tanya Angel mengalihkan pembicaraan, dia sama sekali tidak ingin mendengar penjelasan Ben yang mungkin membuat nya akan sakit hati


" Ya, dia sangat ingin bertemu kamu"


" Kamu tidak seharusnya membawa gadis kecil itu, aku tahu kamu memanfaatkan nya untuk melembutkan hatiku"


Ben tersenyum dan menarik Angel untuk duduk disalah satu sofa panjang yang ada di sana


" Aku tidak ingin kesalahpahaman ini berlarut, aku akan  menjelaskannya sekarang "


Angel memilih diam dan menatap dalam mata pria yang duduk disamping nya, tapi Ben dengan pelan memalingkan wajah nya


" Sayang jangan tatap aku dengan mata indah mu, aku sama sekali tidak bisa fokus "


Angel mengerutkan dahinya mendengar perkataan Ben


" Apa di mencoba menggodaku untuk membantu hatiku menjadi lunak? "


" Kalau begitu aku bisa membelakangi mu dan  kamu bisa menjelaskan dengan tenang "


Ben menggeleng dan menggenggam tangan Angel.


" Tidak, jangan pernah memunggungiku"


" Ben, ini sudah lebih dari berberapa menit, kamu harus mencaritan semua kebenarannya pada kedua orang tuanku tentang Glory"


" Malam itu saat aku sedang lembur dikantor, Hilda masuk ke ruang ku dan menawarkan segelas kopi, aku tidak tahu kenapa tapi setelah aku meminum kopi tersebut, tubuhkan terasa lemas dan mengantuk..... " Ben tidak mendengar kan perkataan Angel dan mulai bercerita


" Apa segelas kopi bisa membuat mu mabuk hingga bisa meniduri Gisela " Kata Angel sedikit sinis, Ben tidak tersinggung atau marah, dia senang Angel bersikap seperti seorang kekasih yang memarahi dirinya karena bersama wanita lain


" Aku keluar dari ruanganku dan melihat Hilda masih ada dikursi kerjanya, dia menawarkan tumpangan, setelah itu aku tertidur dan tidak tahu apa yang terjadi setelah nya"


" Bukankah harusnya kamu tidur bersama Hilda, bagaimana kamu bisa berakhir dengan Gisela dipelukanmu " Angel sekarang benar-benar meluapkan kekesalannya yang dia tahan daritadi, dia benar-benar kesal saat mengingat Ben tidur dengan Gisela dipelukan pria tersebut


" Aku tidak tahu bagaimana aku bisa tidur bersama Gisela, Hilda bilang dia juga mengantuk malam itu dan  menabrak pembatas jalan, Gisela tidak sengaja melewati jalan yang sama dan menolong ku"


Wajah Angel sama sekali tidak berubah, dia menatap tajam Ben, dan menyentuh leher pria tersebut, Ben menatap bingung Angel yang menyibak kerah leher baju yang dia kenalan


" Apa yang kamu lakukan sayang? Kita bisa melakukannya di kamarmu " Kata Ben dengan tertawa pelan saat dia merasakan Angel menyentuh tengkuk nya


" Aku sedang mencari tanda yang dibuat wanita itu di tubuhmu "


Ben tertawa dengan lebar dan menarik pinggang Angel hingga tubuh mereka menempel


" Kalau begitu bagaiman kalau kita kekamar dan aku akan  dengan senang hati membuka seluruh pakaian ku hingga kamu bisa dengan mudah memeriksanya"


Angel melepaskan tangannya dari leher Ben yang sexy, Ben tidak ingin tangan Angel yang halus pergi dan kembali menarik tangan wanita itu untuk melingkari lehernya, mereka saling tatap dengan penuh perasaan


" Kenapa saat aku menatapmu, aku selalu memercayai semua yang kamu katakan " Angel membuka mulutnya untuk berbicara, Ben memilih tidak menjawab dan masih menatap Angel dengan penuh cinta


Angel menangkup wajah Ben dengan kedua tangannya dan mata menatap lurus ke dalam mata pria tersebut


" Mantra apa yang kamu lakukan  padaku? Cepat katakan"


Ben tersenyum dan langsung mencium Angel hingga kepala Angel agak kebelakang akibat ciuman tersebut, Ben mengecup dengan penuh cinta dan ingin memasukkan lidahnya


Angel menolak dan mendorong Ben menjauh


" Kamu benar-benar melakukan mantra padaku, kenapa aku bahkan tidak  bisa membencimu, cepat katakan apa penangkal nya! "


Angel merasa tidak percaya atas dirinya, dia tidak membenci Ben sama sekali dan menikmati ciuman yang diberikan pria tersebut, dia bahkan ingan membuka mulutnya agar Ben bisa menguasai dirinya, dan itu gila


" Tidak ada penangkal nya, aku dan kamu sudah terikat hidup dan mati".