ANGEL [ Mother To My Child ]

ANGEL [ Mother To My Child ]
8



Gisela dan kedua orang tuannya pulang kerumah mereka, Gisela masuk dengan kesal kedalam rumah, Ayahnya yang melihat Gisela merasa kesal berbicara


"Sudah sayang, mungkin kalian tidak berjodoh" Gisela menggeram kesal mendengar nya


" Tapi dia Mempermalukan kita Pa"


" Mungkin Ben tidak enak untuk menolaknya"


" Tapi Pa, seharusnya Ben tidak pergi begitu saja, dia bisa membicarakan nya secara baik-baik" Kata ibu Gisela menimpali


" Sudah, yang sudah terjadi biarlah terjadi, kalau pun dia menolak apa salahnya toh kita yang menawarkan perjodohan ini bukan mereka" Ayah Gisela pergi dari sana setelah mengatakan nya


" Mama" Kata Gisela mendekati ibunya, ibunya menatap Gisela dan mengusap sayang rambut putri nya


" Papa benar sayang, kita tidak bisa menyalahkan siapa-siapa" Gisela mengertakan giginya kesal karena kedua orang tuannya menyikapi biasa penolakan perjodohan yang Ben lakukan


**


Gisela mengambil ponselnya dari dalam tas dan menelpon nomor asisten Ben


" Hallo Nona Gisela "


" Dimana Ben? "


"....... "


" Jawab, aku tahu kamu bersama nya"


" Maaf Nona saya tidak berani mengatakannya "


" Kamu asisten sialan, katakan dimana Ben?! "


" Maaf Nona"


" Aku tahu kamu memiliki seorang ibu yang sedang dirawat di rumah sakit, kamu tahu aku bisa melakukan apa pun padanya"


" Nona tolong! ... Jangan lakukan apa pun pada Ibuku, aku mohon...."


Gisel tersenyum miring mendengar kata permohonan dari Hilda


"Mari kita buat penawaran, ibumu sedang membutuhkan donor ginjal kan?"


"........ "


" Aku tahu semua nya" Gisela tertawa setelah Hilda tidak menjawabnya pertanyaan nya


" Aku akan membantumu untuk mencari kan donor untuk ibumu tapi ada syaratnya nya, kamu harus mengatakan apa saja yang dilakukannya Ben padaku"


" Nona tolong jangan menekanku, aku bekerja pada Tuan Ben aku tidak bisa mengganggu privasi nya"


" Kamu hanya perlu menyampaikan berita jika Ben bersama seorang wanita, itu saja"


" Apa Nona sungguh-sungguh akan mencari kan donor untuk ibuku? "


" Apa kamu tidak percaya padaku, aku Gisela Domany model terkenal, semua orang mengenalku"


Terdengar helaan nafas Hilda dari Seberang telpon


" Bagaimana? "


" Tuan Ben ada di London "


" Untuk apa? "


" Untuk bertemu Seorang wanita "


" Laporan padaku siapa wanita itu dan apa saja yang mereka lakukan "


" Tapi... "


" Ingat aku bisa melakukan apa pun hanya dengan menjentikkan jariku"


Tut... Tut..


Gisela menggenggam erat tangannya saat dia tahu kalau Ben pergi ke London dihari dia dan keluarga nya datang kerumah pria itu


" Dia menolak ku hanya demi wanita lain!" Gisela membanting semua peralatan make up miliknya yang ada di meja rias hingga semua berserakan di lantai


" Aku Gisela Domany, model terkenal dan anak dari pengusaha sukses, ditolak seorang Ben Daen itu takkan pernah terjadi dalam hidup ku, lihat apa yang bisa aku lakukan untuk mendapatkan mu"


**


Ben menyelesaikan dengan cepat pembicaraan nya bersama Antonsen dan Leo, dia keluar dari ruangan Antonsen dan masuk kedalam lift


" Hallo Tuan " Sapa Hilda dari Seberang telponan ketika Ben menelponnya


" Siapkan mobil kita akan langsung ke perusahaan Salnont "


" Baik Tuan"


Ben memutuskan panggilan tersebut, dia tersenyum dengan sangat lebar membayangkan wajah Angel yang sudah lama tidak dia lihat


" Astaga aku sungguh eksaited " Ben tertawa sambil memukul pelan Kepala nya karena dia merasa dirinya bersikap berlebihan


**


Angel kembali ke perusahaan nya dan sekarang dia sedang duduk didalam ruangan nya


" Aku akan mencobanya "


Tok... Tok....


" Masuk"


Mike masuk sambil membawa berberapa berkas ditangannya


" Saya membawa dokumen untuk ditandatangani Nona"


" Letak saja diatas meja " Mike mengangguk dan berjalan menuju meja kerja Angel dan meletakkan dokumen tersebut disana


Tok... Tok..


Mike membuka pintu dan kaget setengah mati dengan siapa yang dia lihat


" Tuan... Ben" Ben menatap tajam Mike yang membukakan pintu untuknya, Mike yang ditatap seperti itu merasa takut dan menyingkirkan dari pintu


" Silahkan Tuan" Ben masih menatap tajam Mike dan masuk kedalam ruangan Angel, Mike mengatur nafas nya naik dan turun untuk menenangkan jantung karena kehadiran Ben, lalu dia menatap seorang wanita yang datang bersama Ben


" Kamu siapa? " Tanya Mike yang baru menyadari sosok Hilda ada disana


" Asisten Tuan Ben"


Angel yang melihat Ben mendekat berdiri dari kursinya


" Tuan Ben... " Ben berjalan lebih cepat dan memeluk Angel dengan erat


" Aku merindukanmu " Kata Ben berbisik didepan telinga Angel, Angel yang bisa merasakan hangat nya tubuh Ben menjadi gugup dan melepas pelan pelukkan pria tersebut


" Duduklah dulu " Angel duduk lebih dulu disusul Ben disamping nya, Ben mengambil kedua tangan Angel dan menggenggam nya


" Aku sangat merindukan mu" Angel menatap lurus Ben yang dengan perasaan mengatakan merindukannya


" Terimakasih " Ben tersenyum mendengar nya dan mencoba mencium Angel tapi wanita itu menghindar


Ben menghembuskan pelan nafasnya atas penolakan Angel atasnya


" Mike keluarlah lebih dulu " Mike yang masih berdiri di depan pintu menganggukkan kepalanya dan kelur dari sana


" kamu juga Hilda " Sambung Ben, Hilda menurut dan ikut keluar menyusul Mike


Setelah kepergian dua asisten tersebut, suasana didalam ruangan menjadi sunyi, Ben hanya diam sambil matanya menatap Angel yang memilih menundukkan kepalanya


" Angel " Angel mengangkat kepala nya menatap Ben


" Apa kamu tidak senang aku datang? " Angel merasa tidak enak mendengar nya karena nada bisa pria tersebut terdengar sedih


" Tidak, kamu jangan salah paham "


" Jadi kenapa kamu hanya diam saja? "


" Lalu aku harus bagaimana? "


" Peluk atau cium aku" Jantung Angel berdetak dengan cepat mendengar nya


" Tuan Ben, apa kamu benar-benar serius denganku? "


" Tentu saja, apa kamu selama ini berpikir aku memaikanmu? "


" Tentu saja, ini terlalu cepat untuk kamu seserius ini padaku "


" Angel, tolong percaya aku" Ben menggenggam erat tangan Angel dan mengusapnya dengan pelan


" Aku bersumpah aku akan selalu mencintai mu"


" Tuan Ben, aku wanita yang jelas dalam hal cinta dan benci, aku belum siap untuk menanggung trauma lagi"


" Aku janji, aku tidak akan pernah meningggalkan mu, aku mencintaimu Angel "


"Kamu sudah berjanji bagaimana kalau kamu mengingkari nya? "


Ben menatap Angel didepan nya, mata wanita itu sangat tajam menatap nya seakan mata itu siap mencatat semua perkataan nya


" Itu tidak akan pernah terjadi "


" Bagaimana kamu bisa menjamin nya? Sudah aku bilang aku wanita yang jelas dalam hal cinta dan benci, aku tidak bisa mentolerir hal kecil sedikitpun "


" Aku.... "


" Kamu ragu kan?.. " Angel tertawa pelan dan melepas genggaman tangan Ben


"Aku bersumpah jika aku meninggalkanmu dan membuat mu kecewa aku akan pergi dari hidupmu, aku tidak akan pernah mengganggu mu selama nya"


Ben menarik Angel kepelukan dan kembali bersumpah


" Aku bersumpah " Angel tersenyum dan membalas pelukkan Ben


" Aku mau menerima mu" Ben tersentak dan melepas pelukkan nya, dia menangkup wajah Angel dengan kedua tangannya


" Katakan lagi" Kata Ben penuh harap


" Aku menerima mu" Ben tertawa dan mendekatkan wajah nya untuk mencium Angel, bibir mereka sudah menyatu dan Ben terhenti disana takut bila Angel akan menghindar tapi saat Ben merasakan tidak ada penolakan dari Angel dia mulai mengecup nya dengan dalam bibir wanita itu.


**


Hilda memilih menyingkir dari Mike yang selalu mendekati nya


" Tuan Mike, saya mau ke toilet"


" Benarkah, padahal aku mau mengajakmu makan siang "


" Maaf, kalau begitu pergilah lebih dulu" Hilda tidak menunggu jawaban dari Mike dan pergi dengan cepat dari sana


Dia masuk kedalam toilet wanita dan langsung menelpon Gisela


" Hallo Nona "


" Katakan"


" Wanita itu bernama Angel Salnont, direktur perusahaan Salnont di kota London "


" Aku mengerti, kabari terus tentang mereka"


" Tunggu Nona... Mengenai ibuku.. "


" Kamu tenang saja, orangku sedang mencarikan donor yang pas untuk ibumu itu"


" Terimakasih Nona".