ANGEL [ Mother To My Child ]

ANGEL [ Mother To My Child ]
13



Ben langsung menelpon Hilda ketika dia sudah sampai dirumah


" Hallo Tuan "


" Hilda apa yang sudah kamu lakukan padaku? " Suara Ben terdengar dingin, Hilda sempat terdiam sejenak sebelum dia kembali bicara


" Malam tadi kita mengalami kecelakaan Tuan, dan Nona Gisela yang menolong kita "


" Kecelakaan? " Ben terdengar tidak percaya


" Saya minta maaf Tuan, malam tadi saya juga mengantuk dan mengendarai Mobil dengan tidak benar hingga kita menabrak pembatasan jalan "


" Dan bagaimana Gisela bisa menolong kita? "


" Nona Gisela tidak sengaja melewati jalur yang sama dengan kita Tuan"


" Hilda, kamu sudah bekerja padaku selama 4 tahun, aku harap kamu tidak melakukan tindakan bodoh dibelakangku"


" Tidak Tuan, tolong percayalah padaku "


" Untuk sekarang aku percaya, kamu tahu aku bukan pria yang bodoh, jadi lebih baik kamu tidak menipu ku"


Ben langsung memutuskan panggilan telepon tersebut dan membaringkan diri nya diatas ranjang


" Aku sangat pusing dan tertidur semalam, aku tidak mabuk sama sekali, jadi aku yakin tidak ada yang terjadi antara aku dan Gisela "


**


Angel menggapai ponsel milik nya yang ada diatas nakas dan melihat ada pesan dari nomor tidak dikenal


"Gisela Domany " Gisela mengirim pesan berisikan namanya disana


Tinggg


Kembali pesan baru masuk


"Calon istri Ben Daen" Angel membesarkan matanya saat membaca pesan tersebut


Tingg... Tinggg...


Angel benar-benar tidak percaya dengan apa yang di lihat, wanita yang mengaku sebagai calon istri Ben mengirim berberapa foto saat wanita itu dan Ben sedang tidur bersama diatas ranjang


Angel menutup mulutnya merasa itu seperti kebohongan, tak lama panggilan dari Gisela masuk, Angel dengan cepat mengangkat nya


" Hallo" Sapa Angel lebih dulu


" Tidak perlu basa basi, kamu pasti sudah tahu namaku, kamu juga tahu hubungan apa yang aku miliki bersama Ben Daen, bukankah foto itu menjelaskan semuanya "


Angel menarik nafasnya panjang dan membuka mulutnya


" Aku percaya pada Ben, aku tidak tahu alasan apa yang membuat aku harus percaya padamu hanya dengan kamu berkata kamu calon istrinya "


" Kamu wanita murahan, bagaimana kamu masih bisa berbicara dengan percaya diri setelah melihat kami tidur bersama "


Dada Angel terasa sesak mendengar nya, dia memang tidak bisa menyangkal foto tersebut


" Ben adalah pria bebas, aku dan dia tidak dalam hubungan dimana dia tidak bisa bersama wanita lain selain ku"


Terdengar geraman kekesalan Gisela dari Seberang telpon, wanita itu benar-benar marah, dia ingin Angel marah dan menangis dan Gisela akanΒ  menertawakan nya dengan sepuas hati, tapi siapa yang menyangka jika Angel bisa setenang itu


" Sepertinya kamu tidak benar-benar mencintai nya, apa kamu mendekatinya hanya karena Ben itu pria terkaya di New York? "


" Kenapa kamu harus perduli dengan itu? Tampak kamu belum pernah merasakan kesakitan dalam hidupmu, kamu pasti selalu dimanja yang keinginan selalu terpenuhi"


" Aku pikir Ben menyukai wanita yang berkelas tapi siapa yang menyangka kalau wanita itu hanya wanita murahan yang tidak tahu diri"


" Nona Gisela, sepertinya kamu tidak mencari tahu tentang diriku secara rinci ternyata, aku tidak akan terpengaruh hanya dengan makianmu padaku, jika kamu menginginkan Ben kamu boleh mengambil nya"


" Ap.... "


Tut... Tut...


Belum selesai Gisela bicara Angel lebih dulu memutuskan panggilan tersebut, Angel menatap tajam foto yang dikirim Gisela padanya


Angel memilih beberapa foto Ben dan Gisela yang terlihat intim lalu mengirim foto itu pada Ben


" Kita lihat apa reaksinya "


**


Ben yang baru keluar dari kamar mandi mendengar suara dari ponsel nya, dia mengambil ponselnya yang ada diatas ranjang dan melihat ada pesan dari


My Angel


Ben tersenyum saat tahu pesan itu dari kekasihnya dan saat Ben membuka pesan tersebut


" What the ****! "


Jantung Ben berdetak cepat takut bila Angel akan sangat marah besar padanya


" Gisela sialan, ini pasti perbuatannya "


Ben duduk disisi ranjang dan menekan takut-takut nomor ponsel Angel, terdengar suara nada sambung dari ponsel Angel tapi wanita itu tidak mengangkat nya, berkali-kali Ben menelpon tapi Angel tidak sekalipun mengangkat nya


" Pleaseee sayang aku mohon angkat " Ben kembali menelpon dan menggerakkan kakinya risau


Sedangkan disini lain, Angel duduk diatas ranjang dengan posisi bersila sambil memakan sekotak ice cream dipangkuan nya, dia hanya menatap setiap panggilan yang masuk ke ponsel nya


" Aku akan mengangkat nya saat 300 panggilan tidak terjawab darinya "


Angel benar-benar menghukum pria itu, Ben bahkan sudah menelpon lebih dari 100 kali hingga tangannya pegal


" Angel please angkat, jangan sampai aku terbang ke London sekarang juga"


Lagi-lagi tidak diangkat, sudah satu jam lebih Ben menelpon Angel tapi tidak juga dijawab, tubuhnya yang tadi basah setelah mandi sudah kering dengan air meresap kedalam tubuh


Dia juga tidak memakai bajunya dan masih menggunakan handuk dipinggang nya


" Angel kamu benar-benar membuatku gila" Ben mengusap rambutnya yang sudah kering hingga berantakan


" Ok, baiklah, lebih baik aku mengirim pesan saja" Ben mulai mengetik pesan dengan kata-kata yang meyakinkan pada Angel agar wanita itu percaya


Ben menanti belasan pesan dari Angel tapi wanita itu tidak juga membalasnya


" Aku gila! Benar-benar gila! " Ben beranjak dari ranjang dan memilih memakai baju lebih dulu


Angel berhenti memakan ice cream nya setelah sebuah pesan masuk ke ponsel nya, dia menggapai ponsel nya dan membaca pesan tersebut


" Maaf, maaf, maaf, maaf, maaf, maaf, maaf, maaf maaf, maaf, maaf, maaf, maaf,maaf maaaf, maaf,maaf,maaf,maaaaf sayang.... Ini hanya kesalahpahaman tolong angkat panggilanku, aku akan menjelaskan semua nya, aku mohon percaya padaku 😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭


Aku mohon..... "


Angel kembali memakan ice cream nya dan meletakkan kembali ponsel tersebut ke atas kasur


"Kalau begitu telpon aku hingga 300 kali setelah itu baru akan mengangkatnya"


**


Ben merasa putus asa, dia sudah menelpon Angel 205 kali tapi tidak juga dijawab, jika Angel benar-benar tidak ingin berbicara pada nya harusnya wanita itu Meriject panggilan darinya atau mematikan ponselnya, tapi Angel seakan sengaja agar dia terus menelpon


" Apa aku menelpon Antonsen saja.... Tidak. Tidak.. Ini masalah ku dan harus aku yang menyelesaikan nya sendiri "


Ben kembali menelpon Angel hingga 298 kali, dia menelpon Angel sambil Mencahrge ponselnya


" Baiklah 2 kali lagi, jika ini juga gagal, aku akan gantung diri "


Dreeettt


"299" Angel menghitung setiap panggilan dari Ben yang masuk


Dreeettt


"300"Β  Angel dengan cepat mengangkat panggilan tersebut


" Kakak".