And You Are Mine

And You Are Mine
Episode 5



Pulang sekolah


‘Seharian ini sama sekali enggak ada orang yang ngajak ngobrol selain Axel, Luna sama Nalan. Berarti Alan yang kemarin itu Nalan kan?’- Aina


Aku melirik kearah Nalan yang berada disamping ku. Dia terlihat lebih tinggi dengan wajah yang lurus kedepan. Rambutnya berantakan kerah baju menceng sebelah baju keluar dari celana kancing atas baju terbuka dasi dilipatkan ke atas.


‘Kalau habis berantem mesti gini’- Aina


“ Mau sampai kapan mandangi aku terus ?!” tanya Nalan sambil menoleh ke arahku


“ gapapa. Maaf, habis berantem?”


“ yah... gitulah. Kita jadi pulang jam 4 gara gara terlambat masuk sekolah”


“ Weh, kamu juga ngapain gelut di sekolah?! kalau bukan karena kamuuuu kita udah pulang 1 jam yang lalu!!” protesku kesal


“ huft.. ya deh maap, aku salah. Yok langsung ke Tario, udah jam 04:30” ajak Nalan langsung menarik tanganku


Aku hanya terdiam dan membiarkan Nalan menarik tanganku. Sebenarnya aku sangat lelah, banyak pikiran yang hari ini menggangguku. Tapi mau bagaimana lagi orang tua Nalan mau mampir dan makan malam di rumahku. Kalau menolak, aku jadi makin tidak enak dengan orang tua Nalan.


‘Aku sudah terlalu banyak merepotkan keluarganya Nalan. Kalau aku tidak menyambutnya dengan baik, aku malah merasa bersalah’- Aina


Di Dalam Tario


“ Kita mau belanja apa dulu lan? Sayuran atau apa?” tanyaku sambi mengambil keranjang belanjaan


“ Kita mau masak apa dulu buat malam ini? atau kamu mau apa??” tanya Nalan balik


“ Masak makanan favorit Bunda sama Ayahmu aja. Apa yah... ah, kesana dulu aja! beli rempah - rempah dulu. Terus nanti lanjut nyari sayurannya gimana? aku masih agak ragu kalau masak makanan favorit...” kataku sambil menarik tangan Nalan


“ Jelas jelas Bunda sama Ayah paling suka sama masakanmu kok, masih tetep ragu. Aku gak paham sama rempah-rempah, aku pilihin sayurannya aja”


“ ya... oke deh”


Nalan langsung pergi ke tatanan sayuran yang sudah disusun rapi. Kemudian melihat lihat sayuran mana yang akan ia pilih.


Aku sendiri langsung fokus mengambil rempah rempah yang ada didepanku.


*rempah-rempah disini bisa ditimbang sendiri tanpa perlu bantuan


Selama hampir sepuluh menit, kami berdua hanya diam dan fokus dengan apa yang kami butuhkan. Setelah itu Nalan langsung menghampiri ku dan mengambil keranjang lalu memasukkan sayuran yang dari tadi ia pilih.


“ Mau beli apa lagi? sia sia kita kesini kalau cuma beli sayuran doang” kata Nalan sambil membawa keranjang belanja


“ Heii biar aku aja yang bawa” kataku tidak mendengarkan pertanyaan Nalan


“ udah aku aja. Ayo aku ajak beli yang lainnya...” ajak Nalan kemudian menarik tanganku


‘Aku enggak punya uang sebanyak itu! bakal habis berapa ratus ribu cobaa. Uangku cuma sisa 500.000 itupun buat bayar tagihan listrik sama air masih belum cukup! mana belum bayar 2 bulan iniii..haduhhh’- Aina


Nalan mengajakku ke tempat minuman. Sedangkan aku masih bingung bagaimana cara membayar semua ini.


“ Kamu suka susu beruang kan? mau beli berapa? lima, sepuluh? oya kamu juga suka susu rasa taro kan? mau beli susu ini berapa? empat, delapan?” tanya Nalan sambil mengambil minuman yang dia sebut


“ Nalan.. aku gak punya uang sebanyak itu...” kataku lirih sambil menarik baju Nalan


“ kata siapa semua ini kamu yang bayar?” tanya Nalan bingung


” hah?!”


“ Enggak gentle kalau shopping sama perempuan dan malah dia bayar sendiri haduhhh” sambung Nalan pusing


‘Lah berarti aku ngutang lagi dong sama Nalan’?!- Aina


” Enggak usah pikirin, bayar nya nanti aja sama masakanmu. Udah ayo ambil minuman mana aja yang kamu mau. Oya, mau susu biar kamu tambah tinggi gak? kayaknya kamu gak pernah tambah tinggi deh...”


“ Hah.. kamu ini..., btw aku ini tinggi ya! enggak usah ngejek. Salah siapa tinggimu bisa sampai 180 cm! aku ini 168 cm! termasuk tinggi aku!”


“ enggak.. intinya kamu pendekkk”


Aku dan Nalan bertengkar sambil memilih minuman yang akan dibeli. Nalan terkadang kelepasan tertawa dan orang orang disekitar menandang kami heran.


Karena saking fokusnya cekikikan sambil memilih minuman, aku maupun Nalam sampai tidak sadar kalau dari tadi sudah ada orang yang mengawasi kami berdua dengan tatapan iri.


Tu Tut


“ Lan, udah jam 6 loh! udah lebih 1 jam kita disini...” kataku sambil melirik jam tangan yang berbunyi


“ ah iya... saking asiknya sih diluar sampai lupa waktu. Ayok langsung ke kasir...” ajak Nalan dengan 2 keranjang belanjaan yang penuh di kedua tangannya


-- -


“ Totalnya Rp 650.000”


‘Ha... hah? cuma 2 keranjang aja udah Rp 650.000? seriusan?!’- Aina


“ ada kartu membernya mas?” tanya kasir itu sambil menata barang belanjaan kami berdua


“ Ada” jawab Nalan singkat kemudian mengambil dompet yang ada di tasnya.


Nalan menyerahkan kartu berwarna merah dengan logo Tario yang ada di pojok kanan atas.


Nalan hanya melihatnya sekilas dan tersenyum kecil kemudian memasukkannya langsung ke saku celana dan langsung menerima barang belanjaan yang sudah dimasukkan ke kantong plastik.


Kemudian kami berdua pulang, Nalan yang membawa semua belanjaan. Sedangkan aku masih bingung dengan sikap Nalan sehabis melihat secarik kertas kecil tadi.


“ Lan, tadi kenapa kamu senyum?” tanyaku penasaran


“ Coba tebak...” jawab Nalan sambil melirik ke arah ku


“ apaan emang?”


“ aku sama sekali enggak perlu bayar semua belanjaan” kata Nalan nyengir kuda


“ h- Hah?! kok bisa??!!! harusnya aku ngambil lebih banyak lagi dong!!” teriakku tidak percaya


“ aku ngumpulin banyak kupon dari sana sama struk belanja yang totalnya ngehabisin lebih dari Rp 1.000.000 sebenernya sih aku pingin belanja bareng sama Bunda tapi ada kamu jadi ngajak kamu aja” jawab Nalan sambil mengelus-elus rambutku


“ ah.. padahal pingin beli skincare loh.. udah lama enggak pake itu..” kataku agak kecewa


“ kata siapa aku enggak beli skincare buat kamu? aku beli lengkap loh, ini juga yang biasa kamu pakek. Udah geledah nanti aja dirumah. Bunda sama Ayah mau dateng jam 8 loh, ini udah jam 06.48” sambung Nalan mempercepat langkah kakinya


“ ha.. heh?!”


‘Lah, malah nambah ngerepotin Nalan dongg padahal niatnya cuma bercanda’- Aina


Wajahku tiba tiba merasa panas. Seperti ada sesuatu di wajah seperti rasa senang yang tidak di pungkiri.


Aku langsung menutupi wajahku dan menyangkal pemikiranku.


Sesampainya di rumah ku Nalan langsung duduk di depan TV sambil selonjoran. Sedangkan aku langsung mengambil barang belanjaan yang ada disebelah Nalan dan membawanya ke dapur.


“ Bentar mau aku buatin apa?” tanyaku langsung mengambil gelas di lemari


“ Terserah intinya yang seger aja” jawab Nalan sambil membuka kancing bajunya


“ ok”


‘Kebiasaan dari kecil, buka baju sembarangan dirumah orang’- Aina


Tanpa sengaja aku melirik Nalan yang sedang membuka baju dan melihat dadanya yang bidang.


Aku langsung menampar wajahku sendiri dan membuat Nalan kebingungan.


“ ngapain??” tanya Nalan bingung


“ gapapa. Mau mandi sekalian gak? tapi gak ada air anget, hoodie mu masih di aku belum tak kembaliin. Oya, di kamar juga ada baju mu di lemari. Katanya suruh disimpen buat jaga - jaga” jawabku sambil menunduk


“ Yodah pinjem wc” kata Nalan langsung beranjak pergi


‘Huft.. dihitung aman enggak lihat Nalan lagi’- Aina


Sedangkan Nalan di wc


‘Dah lama enggak mandi di rumah Nana, sekali mandi disini kok rasanya agak gimana gitu ya...


Tumben Nana nawari mandi disini, kenapa ya? hah, pikiran Nana emang aneh...’- Nalan


Kreekkk


“ eh?”


“ kok shower nya gak bisa?”


Nalan langsung keluar dari wc dan menuju dapur dengan keadaan telanjang dada.


Sedangkan aku sudah mulai memasak makan malam, dengan tenang.


“ Na, kok showernya gak bisa?!” tanya Nalan to the point


“ eh, lupa. Kamu ke kamar-”


‘Nalan k*mpret. KENAPA HARUS TELANJANG DADA!!!!!!’-Aina


Aku kaget dan hampir mimisan kalau melihat Nalan telanjang dada. Gak tahan. Pingin pingsan aja.


“ eh, kenapa Na?!”


“ gapapa. Pake aja wc di kamarku. Gak bakal aku intip. Udah sana” jawabku sambil menutupi hidung


“ oh..., ya.. udah..”


Nalan langsung pergi ke kamarku sedangkan aku harus ke westafel karena mimisannya beneran keluar, bahkan sudah ada yang menetes di lantai.


‘Nalan k*mpret. Aku emang paling gak bisa lihat Nalan telanjang dada’- Aina


Nalan atlet olahraga renang dari SD, fisiknya kuat banget. Dia juara renang tingkat nasional waktu lomba kemarin. Tapi terkadang dia juga ikut perlombaan basket antar kelas karena gak mungkin sekolah bakal ngadain lomba renang.


Jadi yah.... wajar kalau dia punya sixpack kan....??


Dahlah gak usah bayangin, bisa aneh - aneh mikirnya.