
Setelah mereka sampai di Siribya, ada beberapa bawahan dari Yaraf menjemput mereka ber 4. Ya, sekarang Siribya adalah daerah kekuasaan milik Yaraf jadi Yaraf bisa bebas melakukan apapun yang ia mau.
" Perkenalkan nama ku Liya. Dan ini Luya. Kami anak kembar. Tuan Besar Yaraf menyuruh kami untuk menjemput Tuan Besar Yardara dan Tuan Besar Edgar. Mari silahkan ikut kami"
" Mohon bantuannya ya Liya, Luya"
" Baik"
Jadi ini Kota Siribya?? sangat indah....
Lalu ternyata memang benar kalau Yardara dan Edgar adalah bawahan dari Yaraf. Tapi... kenapa Melinda tidak?
" Maaf Tuan Besar Yardara, siapa wanita disebelah anda? saya harus memeriksa nya terlebih dahulu"
" Tidak usah. Tuan Yaraf tau siapa wanita ini"
" Kami hanya menjalankan perintah dari Tuan Besar Morgan"
Morgan? siapa dia?
" Morgan juga ada disini?, tenang saja... wanita ini aku yang mengawasi, Liya Luya ayo cepat ke tempat Tuan Yaraf"
" Baik"
Di tengah tengah perjalanan Faras terlihat sangat kebingungan. Dia bingung, apa yang harus dia lakukan, siapa itu Morgan dan kenapa Melinda bukan bawahan Yaraf?
Sebenarnya banyak hal yang ingin Faras tanyakan ke Yardara. Tetapi Yardara selalu mengisyaratkan untuk jangan bertanya terlebih dahulu.
Setelah lama berkeliling, Liya dan Luya menunjukkan rumah yang mirip dengan istana. Ya, itu adalah rumah Yaraf, Saga, Kanas dan Persia.
" Selamat datang di kastil Tuan. Silahkan masuk.."
Ternyata itu adalah kastil!. Walau terlihat sangat kuno, tetapi kastilnya begitu bagus! seperti baru dibuat kemarin.
Saat mereka berempat baru menginjakkan kaki di kastil tiba tiba...
" Halo, Yardara... Edgar... ada Melinda juga hai!! lalu wanita ini.... siapa?"
Itu adalah Morgan. Morgan datang sambil melambaikan tangannya kepada mereka berempat. Edgar juga tersenyum sedangkan Yardara bersikap seakan tidak peduli.
Morgan berjalan ke arah Faras sambil mengacak rambutnya yang sudah ditata rapi oleh Yardara.
" Halo Nona manis, namaku Morgan siapa namamu?"
Morgan mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan, saat Faras mau menjabat tangan Morgan tiba tiba Yardara mengelakkan tangan Morgan.
" Namanya Faras. Jangan ganggu dia!!"
Sepertinya Yardara marah?
" Ah Yardara... jangan serius seperti itu. Apa kamu tau? Karina juga ada disini! dia sepertinya ingin menemui mu"
" Heehh hati hati, nanti ada Karina!"
" Diam!"
Yardara terlihat tidak senang...
Yardara menyuruh agar Melinda slalu bersama dengan Faras. Sedangkan Yardara dan Edgar akan menemui Yaraf terlebih dahulu. Melinda dan Faras setuju, tetapi tatapan Faras... sangat khawatir, sebelum pergi, Yardara menenangkan Faras dan membuat emosinya stabil.
Faras menjadi lebih tenang.
" Sisanya ku serahkan padamu, Melinda. Jaga dia"
" Ya. Serahkan padaku"
Yardara dan Edgar pergi berjalan ke aula kastil. Melinda dan Faras pergi ke taman belakang kastil. Mereka berdua menikmati keindahan taman yang ada disana.
" Melinda, siapa Morgan itu? kenapa Yardara terlihat tidak menyukainya?"
" Morgan ya... aku juga tidak tau, sebaiknya kamu tanyakan saja pada Yardara langsung. Itupun kalau dia tidak marah, karena setiap kali kami membahas Morgan, Yardara slalu marah kalau tidak dia akan pergi meninggalkan kami"
" Yardara ya.... lalu, siapa kamu sebenarnya??. Kenapa Liya dan Luya tidak mengenalmu?"
" Ya... sepatutnya begitu. Aku dan Edgar memang sudah lama menjadi pendamping, tetapi aku slalu berada di rumah dan jarang melakukan interaksi dengan anggota lain. Jadi tidak jarang mereka yang awam tidak mengenalku"
" Anggota lain?"
" Ya, dalam organisasi milik Yaraf ada tingkatan kemampuan tertentu seseorang. Kalau tidak salah ingat namanya ' Kasta'."
" Kasta? ada berapa tingkatan?"
" Ada banyak, hanya saja.. nama kastanya yang menurutku agak aneh"
" Boleh aku tau masa lalu mu?"
" Baik kan aku ceritakan. Dulu saat aku baru sampai disini, aku sadar kalau aku sendirian. Aku turun di gurun, sama sepertimu. Tetapi bedanya, aku tidak memiliki siapapun. Begitu juga di 1st World, aku hanya anak gelandangan dengan baju lusuh.
Aku juga tidak ingat kenapa aku bisa ada disini. Aku tidak ingat apa apa, dan aku yakin kalan Yardara yang menghapus nya.
Pertama kali aku sampai disini, aku langsung berjalan ke kota terdekat, Juvar. Kota yang pertama kali aku datangi. Dulu Juvar hampir sama padatnya dengan Kota Haris dan lainnya. Saat aku sampai disana, banyak orang yang menatapku dengan risih dan jijik. Aku hanya bisa sembunyi di gang sempit.
Suatu hari, aku sudah tidak makan hampir selama 1 Minggu. Akhirnya, aku mencuri makanan. Aku terus terusan mencuri makanan, tidak jarang pula makanan ku di rampok oleh preman. Lalu, hari demi hari aku lalui dengan sengsara. Beberapa hari setelah itu, aku mencuri makanan lagi. Tetapi, aku mencurinya dari anggota kelompok milik Yaraf. Karena aku ketahuan, aku di tangkap dan dibawa ke kastil di Kota Juvar. Aku di kurung di sel bawah tanah"
" Hanya karena kamu mencuri makanan, kamu di kurung di bawah tanah? siapa mereka?"
" Mereka kasta rendah tingkat 1. Kasta rendah dibagi menjadi 2 kasta. Kasta Violet dan Kasta Anggrek. Kedudukan keduanya hampir sama, hanya saja yang membedakan hanyalah misi yang slalu mereka terima dan juga level mereka. Yang menangkap ku adalah Kasta Violet, Kasta Violet seperti polisi yang menangkap kriminal. Aku sudah mencuri banyak makanan makanya aku di cap kriminal"
Kasta Violet dan Kasta Anggrek....
" Setelah itu, Kasta ke 2. Yaitu Kasta rendah tingkat 2. Kasta Autumn dan Kasta Wisteria. Mereka menginterogasi ku. Sungguh Ingatan yang buruk"