And You Are Mine

And You Are Mine
Siapa?



Saat Faras dan Morgan tiba di kastil, mereka disambut oleh Yaraf dan anggota Kasta Atas Besar ( kecuali Yardara dan Edgar ). Wajah Yaraf terlihat agak muram dari biasanya dan membuat Faras kaget saat melihatnya.


Morgan berjalan beberapa langkah di hadapan Yaraf dan berlutut meminta maaf. Tapi sepertinya Yaraf tidak peduli dengan Morgan dan malahan menendangnya dan berjalan ke arah Faras. Faras mundur beberapa langkah hingga akhirnya ia menutuskan untuk lari keluar kastil.


Yaraf mencoba berlari mengejarnya dengan cepat, tetapi Faras terlalu cepat hingga Yaraf tidak bisa menangkap nya. Faras merasa kalau habis ini dia akan disiksa habis habisan oleh Yaraf, dan Faras merasa tidak enak akan hal itu.


Setelah Faras berputar putar keliling kastil, dia tidak menemukan jalan keluarnya. Hingga akhirnya ia tersadar kalau dia dari tadi hanya berlari memutar. Yaraf sudah semakin dekat dengannya, Faras bertambah panik dan akhirnya ia masuk ke suatu ruangan yang ia sendiri tidak tau itu ruangan apa. Ruangan itu sangat gelap. Faras tidak tau ia dimana tetapi yang terpenting ia harus bersembunyi sekarang!


Seharusnya tidak akan ketahuan...kan?


Faras mencoba menarik nafas dengan perlahan dan santai agar detak jantungnya kembali normal. Faras tersungkur kebawah di belakang pintu itu. Baru saja Faras bernafas lega, tiba tiba ia mendengar ada suara langkah kaki dari luar pintu. Faras langsung mencari tempat persembunyian yang aman untuknya.


Akhirnya ia memutuskan untuk bersembunyi di lemari usang dengan 2 pintu dan penuh dengan baju baju bangsawan. Tanpa pikir panjang Faras langsung masuk ke lemari tadi.


*kreeekk


Faras sedikit mengintip dari celah di lemari tadi, dan dia juga menjadi semakin ketakutan karena orang itu adalah Yaraf!. Yaraf terlihat sangat ngos-ngosan dan sedikit agak pucat. Kemudian ia duduk di lantai dan mengatur nafasnya agar kembali normal.


Bukannya dia bisa mengejar ku dengan kekuatan nya? kenapa dia lebih memilih berlari?!


" Faras itu ada dimana sih?!. Udah aku kejar malah ngilang!" gerutu Yaraf sambil memegang jidatnya itu


" Padahal tadi aku lihat jelas kalau dia lari keruangan ini!!. Hah! aku nyari dia dulu aja lah" kata Yaraf sambil bangkit dari duduknya dan langsung mulai mencari Faras di setiap sudut ruangan


" Gelap banget lagi!! emang para pelayan itu ga naruh lampu apa disini?!. Nyarinya bakal gimana coba?!. Huh, pakai ini aja deh" Yaraf mengeluarkan tangan kirinya dari saku dan mulai membuat pusaran lingkaran tetapi bercahaya sangat terang.


Sedangkan Faras masih gemetar ketakutan karena pastinya sebentar lagi dia bakalan ketahuan sembunyi di lemari.


Sial sial sial!!! bakal ketahuan akuu!!!! bakal gimana jadinya?!


" Faras ini kemana sih?! dia takut aku bakal nyiksa dia apa?!" decak kesal Yaraf semakin menjadi jadi. Dia mencoba mencari Faras di sudut ruangan tetapi tidak menemukan nya.


Setelah melihat sekeliling, dia akhirnya baru sadar kalau ada lemari diruangan itu ( Karena ruangannya terlalu luas dan banyak barang barang jadi dia tidak terlalu memperhatikan adanya lemari ). Dia mulai melangkah ke arah lemari itu berdiri.


* Tak tak tak tak


Aku yakin Faras ada di lemari ini


Yaraf berdiri sejenak di depan lemari itu untuk membuat Faras terkejut.


Eh? kok gak ada suara kakinya Yaraf ya?! apa dia engga jadi kesini terus pergi?. Hah, syukurlah~


*kriett...


Eh?! kok lemari ini buka?!?!?!?!


" Faras!~ mau sembunyi kemana lagi kamu?!" kata Yaraf dengan tatapan kesalnya karena daritadi dia tidak menemukan Faras


" Kalau masih mau hidup mending diam!" bentak Yaraf yang sok dingin


" mmm...mmmm... mm..?! ( mau ngapain kamu?!"


" Udah tinggal diem kok susah sih?!" kata Yaraf sambil masuk kedalam lemari dan menyingkirkan baju baju yang ada di lemari.


Yaraf masuk kedalam kemudian dia menutup pintu lemari itu, suasana hening dan senyap. Faras sudah tidak tahan karena mulutnya di tutupi oleh Yaraf kemudian dia mencoba menggigit tangan Yaraf.


" Aw!!. Mau ngapain lagi?!" kata Yaraf sambil mencondongkan tubuhnya kedepan Faras


" Ka- kamu bisa engga sih ga usah ganggu aku terus?!" kata Faras sambil melotot ke Yaraf


" Faras, emangnya aku mau ngapain kamu?" tanya Yaraf ke Faras


" Mau bunuh aku, Morgan, Saga, Yardara, Edgar!!" jawab Faras sambil meraih kerah baju Yaraf


" Woy? ka- kamu ngapain narik kerah baju ku?! ga sabaran amat sih!" jawab Yaraf sambil memalingkan wajahnya


"ga sabaran amat sih" ini itu maksudnya apa? aku cuma mau liat dia bohong atau enggak! dia kan togor! juga dilemari ini gelap jadi engga bisa lihat matanya kalau dia bohong!


" Aku tanya! kamu mau bunuh akukan? kenapa engga bunuh aku sekarang?!" tanya Faras sambil mendekatkan wajahnya


" Oy Faras. Kamu engga punya malu apa?! aku ini cowok dan kamu cewek! deketan kaya gini itu ga sopan!" jawab Yaraf sambil meremas pipi Faras


" Lalu apa alasan kamu mbantai orang di Kota Juvar! mereka semua tidak bersalah!" kata Faras emosi


Yaraf tampak sedikit terkejut dan gemetar mengingat kejadian itu. Tangan Yaraf turun dari pipi Faras dan memegang tangan Faras yang masih di kerah Yaraf.


" Faras... apa yang kau tau?. Kau cuma pendatang baru disini, jadi jangan bersikap sok tau" kata Yaraf sambil menurunkan tangan Faras


" Yaraf! aku hanya ingin tau, itu saja! aku ingin tau kebenarannya!" kata Faras ngotot sambil menatap mata Yaraf


Faras ini...


" Faras, jangan seperti dia. Ku mohon..." kata Yaraf sambil ingin membuka lemari


" Dia... siapa?!" tanya Faras linglung


Yaraf sama sekali tidak menjawabnya dan menarik tangan Faras untuk keluar dari lemari usang itu.


Setelah keluar, Faras mencoba menanyakan nya lagi tetapi Yaraf malah membuatnya pingsan. Faras tidak sadarkan diri. Kemudian Yaraf membawanya ke kamar pribadi miliknya.


Kau sendiri yang meminta