
[ Ingatan Masa Lalu Melinda ]
" Tuan Alex dari Kasta Wisteria akan datang menemui mu, bocah. Sebaiknya kau hati hati" ( Araya, Kasta Violet )
" ........"
Tiba - tiba, ada suara gerombolan kaki yang datang menuju sel milik Melinda. Itu adalah Alex dari Kasta Wisteria. Dia berbadan tinggi, hidung mancung, kulit sawo matang, matanya berwarna hijau tua, berkumis lumayan tebal, rambutnya acak berwarna coklat. Kalau dipandang sekilas, umurnya sudah hampir 45 tahun keatas.
Dia berjalan mendekat dengan suara langkah kaki yang lumayan berat. Kemudian dia berjabat tangan dengan Araya dan sedikit berbincang bincang. Sedangkan Melinda, dia terlihat lesu dan lemas karena seharian dia belum memakan apa apa.
" Tuan Alex, selamat datang. Ini adalah pencuri kecil yang sudah kami tangkap. Sesuai dengan informasi yang di dapat, dia seorang wanita dengan pakaian lusuh dan sembunyi di gang sempit. Perkiraan sudah disini selama 2 bulan lebih. Lalu ini informasi yang lebih lengkap"
" Kau sudah bekerja keras Tuan Araya, silahkan kau istirahat dulu. Aku akan sedikit bernegosiasi dengannya"
" Bernegosiasi? baiklah"
Araya pergi meninggalkan sel dan berjalan menuju ruang atas. Sedangkan Alex berjalan ke arah sel milik Melinda, saat melihat Melinda Alex merasa kasihan dan mengambil beberapa potong roti yang ia simpan dan menyodorkan nya ke arah Melinda.
" Hai gadis kecil. Namaku Alex dari Kasta Wisteria. Siapa namamu? apa kamu mau roti?"
Melinda tidak mau menatap wajah Alex dan malahan memalingkan mukanya. Alex terkejut dengan sikap Melinda dengannya.
Selang beberapa detik, perut Melinda berbunyi dan membuat suasana canggung. Tetapi Melinda masih tetap saja memalingkan mukanya sambil memegangi perutnya yang keroncongan.
" Tenang, ini bukan racun. Nah, makanlah"
Kali ini Melinda tidak bisa menahan dirinya untuk memakan makanan yang diberikan oleh Alex. Melinda mengambil makanan itu dengan cepat dan langsung memakannya. Alex merasa senang dan membuka kan sel milik Melinda.
Alex mengelus elus rambut Melinda. Melinda berhenti memakan roti itu lalu berkata...
" Melinda"
Alex paham apa yang dimaksud dengan 'Melinda' kemudian dia menyuruh agar Melinda menghabiskan makanan nya dulu lalu berbincang bincang.
Selesai memakan makanan yang di beri oleh Alex, Melinda yang pertama angkat bicara.
" Apa yang akan kau lakukan padaku? membunuhku? menjadikanku budak? atau apa?" Melinda berbicara sambil menunduk ke bawah dan merasa enggan untuk menghadap ke Alex.
" Ternyata walaupun kamu suka mencuri, kamu pandai juga. Aku ingin menawarimu sesuatu" wajah Alex mulai serius, tangannya merogoh saku untuk mengambil sesuatu
" Apa yang akan kau tawarkan? aku tidak bisa apa apa"
" Kenapa kau beranggapan seperti itu? aku tau kau memiliki banyak potensi. Sebentar lagi aku akan meninggalkan 2nd World. Jadi, aku ingin kamu bersama dengan seseorang"
" Apa hubungannya denganku? lagian aku disini adalah kriminal. Kenapa kau banyak berharap padaku?"
" Tidak tidak. Maksudku, aku hanya memohon. Habis ini akan ada bencana besar, jadi aku mohon kau lindungi dia. Aku tau kau dari keluarga terkenal di 1st World"
" Jangan ungkit keluarga ku!"
" Jadi, aku mohon jaga dia untukku. Kau bisa meminta apapun asalkan kau menjaganya"
" Siapa dia? aku akan melihatnya dulu baru aku akan mengambil keputusan"
" Baik"
Alex membawa Melinda berjalan meninggalkan sel bawah tanah. Di perjalanan, Melinda dan Alex tidak banyak bicara. Melinda berjala menunduk sedangkan Alex fokus mencari rumahnya
Mereka berdua berhenti di depan rumah tua dengan kayu. Walaupun masih sederhana tetapi Alex menyebut nya rumah.
Alex mengetuk pintunya dan membuka pintu. Terlihat ada laki laki seumuran dengan Melinda sedang membaca buku, itu Edgar.
Alex berjalan ke arah Edgar dan mengambil bukunya itu.
" Edgar, ini adalah wanita yang aku maksud. Tidak berbeda bukan dengan apa yang aku ceritakan?"
" Kau Nona dari Keluarga, Rein?. Tidak kusangka kau malahan di seret ke sini."
Edgar berjalan ke arah Melinda dan menarik wajahnya agar kontak mata dengan Edgar. Melinda panik dan ingin menyingkirkan dirinya dari Edgar, tetapi tangan Edgar menghentikan semua pergerakan tangan Melinda. Dan kaki Edgar menginjak kaki Melinda.
" Coba aku cek apakah dia betul Melinda Rein atau bukan"
" Edgar, ini berlebihan! dia wanita!!! perlakukan lebih lembut!"
" Dasar wanita memang merepotkan! ayo duduk disini. Aku mau berbicara dengannya dulu. Tuan Alex bawakan Melinda air minum, tubuhnya sedang sakit"
" Kau kira aku pembantu mu?"
Alex pergi ke arah dapur dan membuat minuman untuk mereka berdua. Sedangkan Edgar sibuk mengintrogasi Melinda.
" Sebelumnya maaf, sikapku saat bertemu dengan orang baru memang seperti itu. Perkenalkan namaku Edgar aku dari Kasta Atas Besar, jadi seharusnya Pak Tua itu memanggilku Tuan Besar. Jadi, siapa kau sebenarnya?"
" Sikap yang amat aneh, aku tidak mengira kalau ada ' Tuan Besar' yang seperti ini. Namaku Melinda, dan seharusnya kau sudah tau tentang perihal keluargaku. Siapa kau sebenarnya?"
" Heeeh, terimakasih atas ' penghargaan' yang kau berikan. Aku juga baru saja datang ke sini, tepatnya aku disini sudah ada 5 bulan. Aku juga datang dari 1st World, apa kau lupa denganku?"
" Sama sama. Sayangnya aku tidak bisa mengingat apapun tentang 1st World, yang ku ingat hanya beberapa saja"
" Walaupun kau kriminal disini, sikapmu sangat angkuh. Masih seperti dulu"
" Siapa kau sebenarnya???"
" Salahmu sendiri tidak mengingatnya~"
Melinda dan Edgar bertengkar habis habisan. Melinda sama sekali tidak mengingat tentang Edgar, tetapi Edgar seperti sangat mengenalnya. Walaupun pertemuan pertama mereka seperti itu, tetapi perlahan Melinda mulai memahami tentang Edgar.
1 Bulan kemudian, Melinda di bebaskan dari tuduhan kriminal dan menduduki Kasta Atas, Melinda berlatih dan terus berlatih agar dapat menyaingi Edgar. Yah... walaupun itu tidak terlalu mungkin.
Suatu hari, ' Bencana Besar' yang dimaksud dengan Alex datang. Hari itu suasana Kota Juvar seperti di tekan sesuatu. Itu adalah kali pertamanya Yaraf menampakkan dirinya didepan umum. Yaraf mengadakan perjumpaan terbuka untuk semua Anggota kelompok yang dia buat.
Suasana Kota saat itu sangat hening, bahkan tidak ada yang berani berbicara sepatah kata pun. Hanya Yaraf yang berbicara di depan, seakan dia rajanya.
" Aku dengar ada 2 pengkhianat di Kasta Atas. Apa ada yang tau siapa mereka?"
Pengkhianat??
" Dengan peraturan yang aku buat, seharusnya kalian semua tau apa yang akan terjadi kalau kalian berkhianat dengan kelompok ku"
Suara Yaraf tampak mengerikan dan marah, bagaimana tidak? Kasta Atas adalah Kasta terpandang. Kasta Atas hanya berjarak 1 dengan Kasta Atas Besar. Dan hanya orang orang terpilih yang bisa memasuki ke 2 Kasta tersebut.
Anggota dari Kasta Atas hanya 10. Jika 2 berkhianat maka hanya tersisa 8. Anggota dari Kasta Atas Besar hanya 5. Dan yang paling berkuasa adalah Yaraf. Bisa disebut kalau dia raja tak berhati, dia tidak segan membunuh siapapun.
" Kalau kalian sudah tau apa hukumnya, apa kalian sudah mencarinya? apa kalian tau siapa dia?"
Yaraf bertanya dengan nada sedikit naik. Tiba tiba di barisan depan ada yang mengacungkan tangannya, itu adalah Edgar.
" Ho? Kau anggota ke 2 Edgar dari Kasta Atas Besar. Ada apa? apa kau tau sesuatu?"
" Menjawab Tuan Besar, pengkhianat itu berjumlah kan 2 orang laki laki. Berumur sekitaran 18 tahun, level baru 50 keatas. Yang satu bernama Idura dan yang satunya lagi bernama Riyara. Idura level 55 kemampuan Tembus Pandang dan Kilat lv 5. Riyara level 57 kemampuan Kilat lv 8 dan Vampire. Mereka kabur ke arah Siribya tadi pagi pukul 4. Sekian informasi yang sudah saya kumpulkan"
" Baik. Kalau begitu, bagaimana kalau aku hancurkan saja Kota ini? bukan kan ini mengasikan?"
" Tuan Besar?"
" Aku merasa haus darah sekarang ini. Pasukan Kasta Atas dan Kasta Atas Besar tetap disini. Lainnya kejar mereka berdua!!"
" Baik!!"
Apa apaan ini? apa dia gila?? dia ingin menghancurkan Kota ini???
Setelah semua pergi, hanya tinggal 2 Kasta yang tadi di sebutkan oleh Yaraf. Melinda sudah berkeringat dingin, terlebih lagi dia terkejut kalau teman laki lakinya mengkhianati kelompok nya sendiri.
Padahal mereka baik hati....
Di Kasta Atas ada 1 lagi wanita yang berambut ikal, dia Saga. Saga sepertinya juga terlihat khawatir sekaligus ketakutan. Melinda dan Saga juga terhitung dekat.
" Apa yang akan kalian lakukan?. Ikut membantai? atau akan melarikan diri lalu aku bunuh?"
Hening tidak ada jawaban sama sekali, yang berarti kalau mereka ikut membantai penduduk Kota. Melinda dan Saga terlihat pucat, sedangkan Yaraf terlihat tidak sabar membantai.
" Kalau begitu, aku akan membagi kelompok karena jumlah kalian semua ganjil. Maka aku akan membagi 6 kelompok yang hanya 2 anggota. Morgan dari Kasta Atas Besar, kau ikut denganku. Yardara kau dengan Saga ke arah Selatan. Edgar kau dengan Melinda ke arah Barat. Karina kau dengan Rivale ke arah Utara. Aleya kau dengan Thomas ke arah Timur. Lainnya kalian tentukan sendiri!. Mulai!"
Melinda merasa kalau ini hanya jebakan yang sengaja dibuat oleh Yaraf. Edgar bersama dengan Melinda, mereka berdua tampak kasihan jika harus membantai semua orang. Akhirnya mereka berdua memilih kabur ke Kota Haris.