
( Di Kastil, Siribya )
Morgan dan Faras berjalan menuju ruang makan di kastil itu. Di meja makan, semua makanan di tata dengan sangat rapi. Hanya ada 6 kursi yang saling berhadapan dan 1 kursi yang berada di ujung.
Morgan mengatakan kalau Faras tidak boleh duduk di kursi yang ada di ujung karena itu milik Yaraf. Faras hanya diam dan mengangguk paham.
Lalu Morgan melanjutkan tempat dimana dia duduk dan mengantarkan Faras ke tempat duduknya.
Saat Faras sudah duduk, dia tidak langsung memakan makanan yang ada di meja. Morgan menatap aneh Faras dan berjalan ke tempat Faras.
" Kenapa tidak langsung makan?" tanya Morgan heran
" Tidak tau kenapa, tiba tiba nafsu makan ku langsung hilang" jawab Faras dengan tatapan kosong
" Apa kau tidak selera dengan makanan disini?" tanya Morgan lagi
" .... Mungkin. Biasanya kalau aku sedang tidak nafsu makan. Yardara akan mengajakku jalan jalan. Tapi... dia tidak ada disini sekarang" jawab Faras dengan wajah menunduk
" Kalau begitu, apa kamu mau jalan jalan denganku?" tanya Morgan sambil mengulurkan tangannya
" Jalan jalan dimana dulu? kalau di kastil aku tidak mau. Aku juga punya rasa bosan!" jawab Faras sambil menghadap ke Morgan
" Bagaimana kalau kita keliling Siribya?" tanya Morgan lagi
" Apa boleh? kalau begitu aku mau ikut!" kata Faras sambil menerima uluran tangan Morgan
Tangan Morgan sangat hangat seperti punya Yardara..
( Kota Siribya )
" Apa ini pertama kalinya kau kesini?" tanya Morgan sambil membenarkan rambutnya
" Ya. Aku tidak terlalu suka keluar rumah" jawab Faras sambil memasangkan cincinnya
Lalu kenapa kau sangat ingin jalan jalan?
" Faras. Kalau kau disuruh memilih Tuan Besar dan Yardara. Siapa yang kau pilih?" tanya Morgan sambil menghadap ke arah Faras
" Tentu saja Yardara" jawab Faras sambil melihat kanan kiri
" Apa kau sama sekali tidak tertarik dengan Tuan Besar?" tanya Morgan lagi
" Tidak. Lagian, tidak ada yang istimewa dari nya. Juga, dia cuma ingin memanfaatkan ku bukan? lalu kenapa aku harus tertarik dengannya?" jawab Faras sambil menatap Morgan balik
" Oh ya Morgan. Lalu, dimana Pendamping mu?" tanya Faras penasaran
" Aku... aku tidak punya Pendamping. Juga, ini pertama kalinya aku jalan bersama perempuan" jawab Morgan sambil memalingkan wajahnya dan tangan kanan berada di belakang leher
" Hehh... orang seperti mu malah tidak punya Pendamping?. Aku malah makin yakin kalau kau sedang berbohong denganku" jawab Faras sambil melihat ke depan
" Untuk apa aku berbohong? lagian juga... aku tidak terlalu suka dibohongi orang" jawab Morgan dengan ekspresi wajah datar
" Morgan, boleh aku tau kehidupan mu dulu si 1st World?" tanya Faras dengan tatapan lurus ke depan
" Ha? apa sekarang kau penasaran denganku??" tanya Morgan dengan ekspresi wajah yang agak aneh
" Ya, aku sedang ingin mendengarkan cerita. Ayo cepat ceritakan!!" jawab Faras sambil menarik tangan Morgan dan berlari menuju ke tempat duduk di dekat situ
" Mulai darimana ya? aku bingung" jawab Morgan agak merasa aneh
" Dari... kota tempat tinggal mu! ceritakan semua tentang mu!!" kata Faras bersemangat
" Haih.. kau ini. Hm..., dulu aku tinggal di dekat pusat Kota Lirian. Namaku disana Morgan Rain. Aku..." belum selesai Morgan menjelaskan tentang keluarganya, tiba tiba Faras memotong kalimatnya dan berkata..
" Rain, keluarga ketiga setelah Molas dan Antaga. Anak pertama Riana Rain, anak tertua, jenis kelamin wanita, umur 25 tahun, sudah menikah. Anak kedua Leo Rain, jenis kelamin pria, umur 23 tahun, belum menikah. Anak ketiga Morgan Rain, jenis kelamin pria, umur 20 tahun, menghilang. Anak keempat Kanaya Rain, jenis kelamin wanita, umur 17 tahun, belum menikah" jawab Faras dengan tatapan serius.
Morgan kaget dan tidak percaya dengan semua ucapan Faras. Semua yang Faras katakan itu benar!
" Kau- kau tau tentang keluarga ku?" tanya Morgan dengan tatapan tidak percaya
" Haih... makin lama 3 keluarga terkenal makin lupa diri. Apa kau tidak mengenali ku?" jawab Faras sambil menggelengkan kepalanya
" Kau? k- kau siapa?" tanya Morgan penasaran
" Angra Molas. Ah... akhirnya aku bisa menyebutkan namaku lagi~" jawab Faras sambil tersenyum
" Ang- Angra Molas? keluarga pertama yang terkenal itu?. Kenapa aku tidak percaya?" jawab Morgan menyangkal jawaban Faras
" Hah... begitulah, keluarga terkahir tapi lupa diri!. Ah iya! Yardara disini sudah berapa tahun?" tanya Faras
" Dia? sama denganku. 15 tahun, kenapa memangnya?" jawab Morgan sambil menaikkan alisnya
" Padahal, Yardara hanya menghilang selama 2 tahun lebih di 1st World. Apa ini termasuk dimensi ruang waktu?" tanya Faras sambil mengerutkan keningnya
" Kau kenal Yardara?. Menurut ku, ini memang dimensi waktu. Selisih waktunya juga sangat panjang" jawab Morgan sambil menatap langit
" Yardara itu, Jastin Antaga!" kata Faras dengan nada agak naik
" Ha??? apa?? Jastin Antaga?? apa kau bercanda?! sifat nya berbeda 180 derajat!. Jastin itu sobat ku!" kata Morgan dengan nada agak emosi
" Tidak percaya tidak apa apa. Aku tau kalau kau akan menjawab begitu" kata Faras santai
" Hah sudahlah. Kalau kau sudah tau tentang ku, kenapa kau masih bertanya denganku?" tanya Morgan heran
" Hanya untuk memastikan kalau kau Morgan. Ayo aku ingin tidur" jawab Faras sambil menarik tangan Morgan
" Dasar, aku yakin kau tidak boleh tidur habis ini" kata Morgan sambil berdiri
" Siapa tau"jawab Faras sambil menguap
Suasana di Kota Siribya hampir sama dengan suasana Kota Haris. Bedanya, tatanan toko dan tanaman tersusun lebih rapi. Morgan berjalan di samping Faras dan terkadang mereka mengobrol dan tertawa. Udara yang segar, cuaca yang cerah. Sangat bagus dinikmati bersama seseorang.