
Faras bangun dan sadar kalau tubuhnya sudah di ikat rapat oleh tali dan diikatkan ke pohon besar, disamping kanan ada Melinda dan di samping kiri ada Saga. Mereka ber 2 belum sadarkan diri.
Tiba tiba ada 1 wanita yang mengenakan jubah hitam dan Bros ungu gelap memakai tudung di kepalanya.
Wanita itu melepaskan tudungnya dan melihat ke arah Faras yang sudah sadar.
Wajahnya oval ada bercak darah di ujung bibirnya, matanya berwarna kuning seperti ular yang menatap mangsanya dan bibir nya tersenyum puas. Rambutnya berwarna biru muda sepanjang tulang ekornya. Giginya memiliki 2 taring dan di lehernya memiliki kalung bergambar burung kelelawar.
Wanita itu mendekat ke Faras dan mencubit pipinya dengan jari yang kukunya di cat berwarna merah darah. Kemudian meremas pipi Faras dan menggores nya dengan kuku telunjuk di pipi Faras. Faras merintih sakit karena goresan itu. Sedangkan wanita itu menikmati ekspresi wajah Faras yang menahan kesakitan. Kemudian darah Faras mengalir di pipinya yang tergores tadi, wanita itu tertawa puas dan menekan dan terus menekan pipi Faras sampai darahnya menetes dan mengalir di tangannya.
Wanita itu mengusap pipi Faras kemudian menjilat darah yang ada di pipi Faras kemudian ini tertegun dan menatap wajah Faras tajam.
Laki laki berbadan tinggi dengan jubah dan Bros yang sama menghampiri wanita itu.
" Kenapa berhenti Karina?" tanya Pria itu.
Wajah pria itu oval berwarna putih rambutnya berwarna merah dan matanya berwarna cokelat tua.
" Rasa darah ini, sangat enak. Aku ingin menghisap nya sampai habis." kata Karina dan bersiap menancapkan gigi taring nya di leher Faras.
Faras sudah sangat ketakutan dan gemetaran. Dan hampir ingin menangis. Saat Karina ingin menggigit leher Faras, tiba tiba ada yang menendang kanan perut Karina. Karina yang tidak tau langsung terpental jauh dari Faras.
Melinda berdiri terengah-engah di samping kanan Melinda seperti menahan sakit, kakinya gemetaran tidak karuan tetapi masih sanggup berdiri.
" Ka- kamu tidak, apa, apa, kan?" tanya Melinda khawatir. Melinda melepaskan ikatan tali di tangan Faras, dan membangunkan Saga. Saga langsung terbangun dan memahami langsung situasi yang terjadi.
Pria tadi itu menolong Karina berdiri dan memapah berjalan menuju ke 3 wanita itu.
" Berani sekali kau, Melinda menendang ku" kata Karina berteriak kesal. Pria itu hanya diam mematung melihat Karina marah.
" Maaf, aku tidak sengaja tadi. Kamu mau menggigit teman ku. Mana mungkin aku melihat temanku terluka." kata Melinda sambil berdiri di depan Faras.
Mereka saling kenal?
" Dan kau Saga, kenapa kau ada disini?" kata Karina sambil menunjukkan rasa benci ke Saga.
Saga hanya diam mematung mendengar pertanyaan dari Karina.
" Dan siapa wanita ini? berani beraninya dia disini?!" kata Karina sambil berjalan menuju arah Faras. Kemudian berhenti dan berjalan ke arah Saga.
Saga yang hanya diam mematung membiarkan Karina mencengkram kerah bajunya itu.
" Kau, kalau bukan karena kau. Sekarang aku sudah bersama Yardara!. Kau, beraninya kau merebut Yardara dariku!. Kau harus mati sekarang juga! aku akan menghisap darahmu sampai habis! sampai kering dan melempar kan tubuhmu ke Yardara! pasti Yardara akan sangat berterimakasih padaku!." kata Karina mencekik leher Saga.
Saga hanya diam membisu mendengar perkataan Karina. Karina sangat puas dengan ekspresi wajah Saga.
Karina lalu menggores sedikit leher Saga dan menghisap darah Saga.
Faras yang tidak tau apa apa melempar batu yang ada di dekatnya dan mengenai pipi Karina.
Melinda langsung berlari ke arah Saga dan segera membaluti goresan tadi dengan perban. Sedangkan Faras merasa kini nyawanya terancam.
" Bukannya ada luka goresan di wajahmu?" kata Karina merasa bingung karena tadi dia sudah menggoresi wajah Faras tetapi tidak melihat adanya goresan.
" Goresannya hilang." kata Karina lagi sambil mendekat ke Faras dan meremas pipinya itu.
" Goresannya hilang! apa yang kau lakukan dengan goresan indah itu!!!!" kata Karina emosi dan segera menggores nya lagi di pipi Faras.
Faras langsung menampar muka Karina, Karina terkejut dengan hal itu. Dan langsung mundur ke arah pria yang tadi bersamanya itu.
Melinda menarik tangan Faras dan hendak pergi dari tengah hutan itu. Tiba tiba dari belakang ada yang menusuk perut Melinda dan mencabutnya kembali.
Ada pria yang memakai jubah sama lagi. Dan terlihat menjilati darah milik Melinda. Dan merasa senang setelah menjilati itu. Terlihat kalau wajahnya tersenyum, wajah nya berwarna putih pucat seperti mayat dengan bercak darah di bibirnya karena menjilati darah Melinda. Matanya berwarna abu abu dan rambutnya berwarna abu abu tua.
Melinda memegangi perut nya yang terluka, Faras langsung mengobatinya dengan kemampuan media miliknya. Laki laki itu tidak peduli dan berjalan kearah Karina dan pria itu.
" Karina, Albert kenapa tidak bilang kalau ada 3 makanan disini." kata pria itu, tetapi kulitnya berubah menjadi warna putih normal.
" Ah apa kau tidak lihat siapa mereka ber 2 itu? tapi 1 nya aku tidak kenal. Dan apa yang kau lakukan disini Jasin?" kata Albert sambil menunjuk Faras.
" Ah bukannya itu adiknya Yardara dan pendamping nya Edgar? kenapa mereka disini?. Ah aku disini karena mendengar suara teriakan Karina" kata Jasin sambil berjalan menuju arah Faras.
Kemudian menarik Faras ke Karina dan Albert. Melinda dan Saga tidak bisa berbuat apa apa.
" Menurut kalian siapa dia?" kata Jasin mengikat tangan Faras lagi. Faras terlihat tenang tapi sebenarnya sangat ketakutan.
" Apa kau mendapatkan pesan dari Tuan Besar Yaraf?" kata Albert kepada Jasin.
Sedangkan Karina berjalan kearah Faras dan membawanya lalu menampar mukanya sangat keras.
" Ini balasan karena kau tadi menamparku" kata Karina dan mengikatnya di pohon besar.
" Coba tebak apa yang akan aku lakukan padamu?" kata Karina sambil mengambil belati miliknya yang berwarna merah darah dengan hiasan bros yang sama yang ia pakai.
" A, apa yang akan kau lakukan?" kata Faras ketakutan. Faras terus menggerakkan tangannya agar bisa lepas dari ikatan tali itu.
" Aku mau menghisap darahmu dulu. Albert, Jasin urusi mereka berdua aku ingin lihat apa reaksi ' Tuan Edgar dan Tuan Yardara' saat mereka sudah datang. Aku akan menghisap darah ini dulu. Jangan ganggu aku" kata Karina sambil menggores leher Faras.
Faras menangis kesakitan sambil menahan rasa sakitnya saat di tusuk oleh gigi Karina yang tajam. Rasanya seperti digigit oleh singa buas yang kelaparan.
Melinda dan Saga diikat dan disembunyikan di pohon besar di belakang. Melinda dan Saga dibius dan tertidur.
Sedangkan Faras tidak bisa melawan karena darahnya terus terusan di hisap oleh Karina.
Karina terkadang meremas pipi Faras dan kembali menusuk taring nya ke daerah lain.
Karina merasa puas dengan itu.