
Mama.... Papa....
Aku dimana? ini masalalu? itu waktu aku masih kecil, Mama dan Papa selalu menyayangi ku, itu Yardara? dia sudah mengenalku sejak lama? aku tidak ingat itu.
Ah itu saat aku mau bertunangan dengan Jastin ( Yardara ).
Waktu itu aku bahagia sampai menangis, Mama dan Papa juga merasa senang. Lalu sehabis acara itu Mama dan Papa berunding dengan Paman dan Bibi ( Orang tua Jastin ).
Mereka membahas apa?, aku tidak bisa mendengarnya...
" Faras, Faras sampai kapan kamu masih mau tidur?. Kamu tidak mau naik level?"
Ada yang menggoyangkan tubuhku, kepala ku sakit...
" Iya iya aku bangun, bisakah kamu berhenti menggoyangkan tubuhku ini?"
" Aku kira kamu gak bakal bangun, jadi aku goyangin biar cepet bangun"
" Ga bakal bangun? Ini jam berapa?"
" Aku dah bangunin kamu dari 10 menit yang lalu, dan kamu belum bangun bangun. Ini pukul 4 pagi"
Aku ga bangun bangun?
" Terus? aku mau tidur"
" Kita latihan naikin level, Faras. Jangan tidur... entar levelmu ga naik naik terus ga bisa nyari informasi tentang 1st World"
" Kamu setuju buat kembali ke 1st World?"
" Ya, gitulah..."
" Oke aku mau siap siap dulu"
" Aku kasih kamu waktu 1 menit buat ganti. Mau aku bantu?"
" Sana keluar!"
Faras mengganti pakaian, dan memilih baju yang cocok untuknya. Karena waktu kemarin membeli baju baru dan perhiasan banyak, Faras malah jadi bingung sendiri.
Pakai baju apa?
" Faras 5 detik lagi lho~ 1..."
" Yardara, tolong pilihin baju. Aku bingung"
" Ha?"
" Udah cepetann!!!!"
Faras menarik baju Yardara dan membawanya masuk ke kamar Faras.Yardara melihat lihat baju yang Faras miliki dan berusaha memilihkan baju yang cocok untuknya.
" Kamu suka bulan sabit?"
" Iya lalu? pakai baju yang ini. Ini lebih cocok untukmu"
" Tapi, ini terlalu terbuka"
" La terus? kan kamu sendiri yang milih bajunya"
" E - emang si"
" Dah jangan banyak basa basi. Aku bantu lepasin bajunya ya?"
" Jangan!!!! aku sendiri aja!"
" Oke oke"
Tukang ninggal!
" Kamu udah selesai ganti kan?. Kamu.... siapa?"
" Yardara, gak usah sok gak kenal"
" Faras? tumben cantik gak kaya biasanya"
" Terus kamu mau bilang aku yang biasanya jelek?
" Engg engga si. Tapi beneran kamu cantik"
" Udah udah. Ayo keluar"
" Oke"
Yardara agak kaget dengan penampilan Faras hari ini. Padahal Faras merasa melakukan hak yang seperti biasanya. Mereka berdua berjalan menuju arah pinggiran Kota Haris yang saat pagi hari memiliki banyak monster level atas.
Yardara mengajari Faras cara memegang pedang dengan benar, dan mengenai sasaran.
Yardara mencoba menarik perhatian para monster itu, dan mencoba mengalahkan nya.
Hanya dengan beberapa kali tebas, para monster itu berjatuhan didepan Yardara.
Sedangkan Faras masih belum bisa menggunakan pedang, dan meminta izin menggunakan belatinya saja. Yardara setuju dan mencoba mengalihkan perhatian monster dan mengarahkannya ke Faras.
Faras dengan posisi itu, sempat berlari kearah belakang monster itu, dan melemparkan belatinya keatas dan menggores punggung monster itu. Monster nya sangat besar, tinggi dan mengerikan.
Faras sempat ragu untuk melompat ke atas dan melukai bagian mata si monster. Tetapi Yardara meyakinkan Faras agar melakukan nya. Faras tanpa ragu ragu melompat ke atas dan mengambil dua belatinya dan melemparkannya tepat di mata si monster itu.
Yardara tersenyum sekaligus merasa aneh dengan belati yang digunakan oleh Faras, belatinya tampak tak asing di mata Yardara.
Tetapi Yardara mencoba berfikir positif dan tidak memikirkan yang aneh aneh dulu.
Monster itu terlihat mengerang kesakitan dan mencoba memegang apapun yang ada di depannya. Karena refleks Faras bagus, dia bisa menghindari semua gerakan monster itu. Faras langsung lompat ke tubuh monster itu dan langsung menikam lehernya dan membelah antara kepala dan badan.
Darah hitam bercucuran dimana mana. Yardara antara terkejut dan merasa ngeri apakah itu betul betul Faras atau bukan?.
Yardara menambah rasa curiga pada belati itu, kemudian tubuh monster itu ambruk ke tanah dan Faras lompat ke depan Yardara.
Tepat didepan Yardara, Faras menangis dan merasa ngeri karena tidak tau apa yang terjadi.
" Faras, kamu kenapa?"
" Tadi, barusan aku kenapa?. Aku tidak mengingat apa apa"
Tadi itu bukan Faras?
" Tadi, aku sudah berada di belakang monster nya lalu melempar Belati. Lalu aku merasa sangat pusing dan aku aku tidak ingat lagi"
" Kamu mendapatkan belati ini dari siapa?"
" Aku- aku- aku tidak mengingatnya"
Ada yang tidak beres dari belati yang dipakai Faras. Apa ini ulah Yaraf lagi?
" Baik baik tenang tenang. Ayo kembali ke rumah. Badanmu terkena darah hitam dari monster tadi. Mandi dulu saja, yang itu urus nanti"
" Baik..."
Karena tidak ingin membuat Faras takut, Yardara mengalihkan pembicaraan dan membawa Faras pulang ke rumahnya untuk mandi.
Yardara merasa akan ada banyak hal buruk yang terjadi pada mereka berdua kedepannya. Dan Yardara menduga kalau semua ini ulah Yaraf.
Apa Yaraf masih belum mau melepaskan Faras?