And You Are Mine

And You Are Mine
Kembalinya Kanas dan Persia



" Apa tidak ada sambutan untukku?"


Saat Yaraf ingin pergi, tiba tiba dia mendengar suara yang tidak asing di telinganya.


Ada sepasang pria dan wanita berjalan ke arah mereka.


Suasana malam tambah mencekam, malam makin gelap di tambah suara burung hantu yang terdengar di tengah hutan. Membuat siapapun yang berada di sana merasa cemas dan ketakutan.


Pria dan wanita itu mendekat semakin dekat hingga langkah kakinya berhenti tepat di depan tubuh Yaraf.


Yaraf merasa tubuhnya lemas dan takut setengah mati dengan apa yang ia lihat!.


" K- kau, ke- kenapa kau masih hidup!!!. Bukannya kau sudah kubunuh!!!" kata Yaraf gemetaran. Tangannya menghadang bertatapan langsung dengan pria dan wanita itu.


Pria dan wanita itu hanya tersenyum. Faras yang melihat kejadian itu kaget dan berdiri ingin berjalan ke arah pria itu.


Yardara menghentikan nya dan biarkan Yaraf yang memberesinya.


" Yaraf, kau adalah adik yang sangat baik" kata pria itu.


Wanita yang ada disampingnya itu mengelus pipi Yaraf dengan lembut dan penuh perhatian.


" Yaraf, lama tidak bertemu." kata wanita itu.


Yaraf gemetaran dan terlihat kebingungan.


Yaraf menatap Edgar dan Yardara dengan tatapan benci


" Kalian, kalian semua! apa yang kalian lakukan pada percobaan ku!. Edgar, kau seharusnya lebih tau!? Cepat jelaskan padaku. Katakan kalau mereka sudah mati!" kata Yaraf berjalan kearah Edgar yang sedang memeluk Melinda yang baru sadar.


Edgar menaruh Melinda di sebelah Faras dan Yardara dan berjalan kearah Yaraf yang tampak emosi.


Saat Edgar baru saja sampai, Yaraf langsung mencengkram kerah kemeja milik Edgar.


Edgar menghela nafas dan berkata


" Akan ku jelaskan asal kau menyingkir kan tangan mu itu" kata Edgar memegang tangan Yaraf yang ada di kerah nya.


Yaraf langsung menarik tangannya dan menunggu jawaban dari Edgar dengan penuh emosi.


" Waktu itu, kau melakukan percobaan yang pertama dengan kakak mu Kanas. Dan kita semua kecuali Faras tau kalau percobaan nya gagal. Tetapi, itu tidak membuat bahan percobaan mati.


Termasuk Kanas, dia hanya tidak bernafas dalam kurun waktu 2 tahun. Mungkin waktu itu adalah percobaan pertama jadi pemulihan nya agak lama. Tetapi anehnya waktu itu juga jantung dan seluruh organ sistem di tubuhnya berhenti dan kita mengira kalau Kanas sudah mati.


Kemudian kau mengirimkan alat ke 2 yang di gunakan untuk Persia, mungkin saja kau sedikit memelas padanya gejala yang dialami sama dengan Kanas hanya saja dia tidak bernafas 1 tahun.


Kau menyuruh ku untuk tidak mengubur atau membuang mayatnya. Jadi saat Melinda sedang bersih bersih tempat percobaan, Melinda melihat kalau Kanas dan Persia sedang tidur dan bernafas. Itu bukan salah ku." kata Edgar menjelaskan dengan panjang lebar.


Emosi Yaraf mulai mereda dan memahami situasinya karena itu adalah salahnya. Yaraf berbalik dan berjalan kearah Kanas dan Persia kemudian berlutut.


" Kakak, Persia. Tolong maafkan aku. Ini semua egoku. Tidak seharusnya aku melakukan pada kalian. Huhuhu tolong maafkan aku" kata Yaraf sambil menunduk.


" Yaraf, kau sudah berusaha keras dengan membuat alat ini. Alatnya sungguh hebat. Kau benar benar jenius." kata Kanas tersenyum dan mengelus rambut Yaraf.


" Yaraf, walaupun begitu. Tapi kamu sudah membuat banyak kesalahan. Kau sudah terlalu banyak membunuh orang. Hukuman apa yang kamu mau?" kata Persia tersenyum


" Kenapa kalian bertanya kepadaku?. Kalian yang putuskan saja." kata Yaraf sambil berdiri dan membersihkan lutut.


" Jadilah orang baik dan jaga Saga untukku" kata Yardara menyambung percakapan.


Kanas dan Persia tertawa kecil sedangkan Albert, Jasin dan yang lainnya setuju akan hal itu.


" Ah begini adikku terjenius. Aku Kanas sudah berpendamping dengan Persia. Edgar dengan Melinda dan Yardara dengan gadis itu. Hanya tinggal kau dan Saga" kata Kanas menjelaskan sambil menepuk pundak Yaraf.


" Albert dan Jasin belum kan?" Tanya Yaraf heran.


" Oke, siapa yang ingin membunuh kita Persia?"


" Yaraf"


" Siapa yang menjadikan kita bahan percobaan Persia?"


" Tentu saja Yaraf"


" Siapa yang-"


" Baik, baik aku akan menjadi Pendampingnya Saga. Aku Yaraf dengan ini menjadikan Saga untuk di jadikan pendamping di 2nd World. Aku akan menjaganya sampai mati. Ikatan darah terhubung" kata Yaraf sambil menggores jarinya sendiri dan meneteskan di lantai. Sedangkan Yardara menggores jari Saga dan meneteskannya di lantai.


Lalu tiba tiba muncul tanda yang mirip dengan milik Melinda, Edgar, Persia dan Kanas. Tetapi terletak di dada mereka masing masing.


" Ah, lihat adikku sudah dewasa" kata Kanas merangkul Persia.


" Benar." jawab Persia singkat.


Persia melihat ke arah Faras dan menghampiri nya.


" Hai namaku Persia siapa namamu? sepertinya aku belum pernah melihat mu" kata Persia penasaran.


" Ah iya, kau cewek yang dari tadi gandengan sama Yardara terus. Siapa namamu?" kata Jasin nyambung.


" Namanya Faras. Jangan tanya terus dong!" kata Yardara sambil memeluk Faras.


Oh tuhan apa yang harus aku lakukan???. Aku baru ingat kalau Jastin sangat posesif!


" Faras? yang aku tanya itu nama aslinya!" kata Persia kesal


" Ah, itu hai Persia namaku Angra" jawab Faras ragu ragu.


" Ah, kelak kita adalah keluarga" kata Persia sambil mengulurkan tangannya tanda kalau dia ingin berteman dengannya. Faras mengulurkan tangannya juga dan bersalaman. Persia tersenyum bahagia karena sudah mendapatkan teman baru. Faras balik tersenyum bahagia.


Setelah itu terlihat kalau Kanas sangat menyayangi Yaraf.


Kanas menghukum Yaraf seperti seorang Ibu. Ya Yaraf mendapatkan hukuman untuk beres beres rumah. Dan tidak dapat jatah makan sampai besok siang.


Semua tertawa melihat hal itu.


Tidak kusangka, Persia dan Kanas sangat mudah memaafkan perbuatan Yaraf yang seperti itu. Seberapa mereka menganggap Yaraf saudara?


Pikir Faras dalam hati


Ah, pada akhirnya aku juga yang kalah dan aku juga yang salah. Aku terlalu gegabah mengambil keputusan untuk langsung membuat percobaan. Kakak, Persia aku tau semua ini salahku, bahkan kata maaf saja sebenarnya tidak terlalu cukup untuk menebus kesalahan ku. Tapi, tidak apa apa. Prioritas utamaku sekarang mendampingi Saga karena dia sudah menjadi Pendampingku.


Dan Faras, terimakasih sudah membuatku merasakan rasa hangat dan bahagia.


Tapi pada akhirnya, Yardara juga yang menang. Hah aku memang tidak berguna.


" Oh ya, Yardara kenapa tanda milik kita berbeda dari mereka semua?"