And You Are Mine

And You Are Mine
Keputusan



" Miaw, miaw, miaw.... Tuan Besar, miaw... aku sudah membawa mereka berdua. Morgan juga akan segera menyusul Tuan, miaw" Karina datang sambil menyapa Yaraf yang tampak sedang berdiri di depan Saga.


Di belakang Karina, Edgar dan Yardara tampak merasa tidak enak dengan bau yang berada di situ. Yardara dan Edgar tampak melihat sekeliling tempat itu dan melihat kalau Faras sedang duduk sambil menunduk.


" Faras!" teriak Yardara saat melihat Faras. Faras tidak merespon apapun. Akhirnya Yardara memutuskan untuk berjalan kearah Faras, tetapi Yaraf menghalangi jalan Yardara.


" Yaraf, minggir! aku mau melihat kondisi Faras!" bentak Yardara ke Yaraf. Yaraf senyum licik didepan Yardara. Yardara tidak tau apa maksudnya dan tetap berjalan ke arah Faras.


" Faras... Faras.... kau tidak apa apa?? Faras??? ini aku Yardara.." Yardara mencoba memegang pipi Faras yang dingin sedingin es. Tiba tiba Melinda dan Morgan datang dan membuat suasana semakin memanas.


Melinda mengendus aroma obat bius yang diberikan Yaraf ke Faras, dan menyadari kalau itu bukan obat bius biasa. Melinda melihat sekeliling lagi dan terlihat kalau Saga sedang keadaan lemah. Sedangkan Yardara hanya peduli ke Faras.


" Yardara, apa kau tidak merasa kasihan ke Saga?. Apa kau tidak melihatnya??" tanya Melinda ke Yardara dengan tatapan tidak percaya


" Saga... dia.. Saga!!! Saga!!! apa yang terjadi denganmu??? Saga?! bangun... ini aku Yardara!!" teriak Yardara sambil berlari ke arah Saga yang tidak jauh dari Faras.


Yardara merasa tidak berdaya karena kedua wanita yang ia sayangi berada di bawah kendali 1 orang pria yang ia benci.


" Yaraf, apa yang kau lakukan pada mereka berdua??" tanya Yardara sambil berjalan ke arah Yaraf yang sedang duduk di sebelah Faras.


" Aku? aku tidak melakukan apapun. Aku hanya memberikan Aleya tugas. Sudah hanya itu, apa kau keberatan?" jawab Yaraf santai.


" Yaraf... Yaraf... Yaraf... apa sebenarnya mau mu? kenapa kau melakukan semua ini???! apa kau pikir nyawa mereka berdua itu mainan??!" bentak Yardara di depan Yaraf.


Yaraf malahan tertawa dengan keras seakan ada lawakan baru didepan matanya. Lalu Yaraf mendorong tubuh Yardara ke Edgar dan Melinda. Sedangkan Morgan, Aleya dan Karina berjalan ke arah Yaraf.


" Apa yang aku inginkan? yang aku inginkan menjadi Raja di 2nd World" kata Yaraf dengan sombong


" Di saat seperti ini kau memang pandai bercanda!. Lalu apa hubungannya dengan mereka berdua?!" kata Yardara yang sudah tidak bisa menahan emosi nya itu.


Edgar dan Melinda tampak ingin menenangkan emosi milik Yardara agar tidak terpengaruh dengan ucapan Yaraf. Tetapi itu semua sia sia.


" Miaw... Yardara bukannya aku sudah menanyakan nya tadi saat kita berjalan ke sini? miaw..." kata Karina sambil memainkan rambutnya itu.


Pertanyaan yang dilontarkan Karina tadi?


" Yaraf, kenapa kau melakukan semua ini?" kata Melinda sambil mengepalkan tangannya.


" Tadi aku sudah bilang. Lagian juga... jika aku memilih Saga, dia tidak akan berguna sama sekali tetapi jika aku memanfaatkan Faras mungkin situasinya berbeda..." kata Yaraf sambil memandang ke Faras


" Obat bius apa yang kau berikan ke tubuhnya?!" tanya Melinda lagi sambil menggertak kan giginya


" Aku cuma mau memanipulasi otaknya agar menuruti semua perintah ku. Aku harus membuat obat bius karena aku tidak memiliki kemampuan yang sama dengan Yardara. Tapi aku yakin efeknya sama besar dengan kemampuan milik Yardara..." kata Yaraf menjelaskan sambil memandang rendah Yardara


" Aleya, siksa Saga lagi.. biarkan mereka melihatnya" kata Yaraf memerintahkan Aleya.


Aleya segera mengambil tali dan mulai mencambuk tubuh Saga, Saga yang baru setengah sadar memberontak dengan tatapan meminta belas kasih.


Edgar, Melinda dan Yardara berdiri mematung dan hanya bisa melihat Saga di siksa. Tatapan milik Saga meminta agar Kakaknya mau menolong nya. Yardara menjadi tambah bingung apa yang akan dia lakukan.


" Apa kau memintaku untuk memilih antara Saga dan Faras? itukan intinya... Yaraf" tanya Yardara dengan tatapan murung


" Kau peka juga ternyata, jadi apa jawaban mu?" kata Yaraf sambil tertawa puas


" Hm... mungkin aku akan terus menyiksa Saga sampai matipun aku akan menyiksanya" kata Yaraf terkekeh


" Lalu, jika sebaliknya?" tanya Yardara lagi


" Aku akan menjadikan Faras Pendamping ku" jawab Yaraf puas


" Jika aku tidak memilih keduanya??" kata Yardara sambil mengangkat kepalanya


" Aku akan langsung membunuhnya... jadi, bagaimana???? apa jawabanmu?" tanya Yaraf sudah tidak sabar


Yardara tidak langsung menjawab, Edgar dan Melinda terlihat khawatir dengan Yardara dan memutuskannya untuk merundingkan nya bersama.


" Yardara, aku tidak bisa menyarankan mana yang harus kau tolong. Keputusan hanya ada di tangan mu" kata Edgar menepuk pundak Yardara


" Yardara, kau tidak apa apa? kami berdua menghargai keputusan mu. Pertimbangkan dengan baik..." kata Melinda melanjutkan


Yardara tampak lebih suram dia tidak tau harus bagaimana, siapa yang harus dia pilih. Apakah Faras atau Saga? mereka berdua sangat penting bagi Yardara.


" Siapa??? ayo cepat. Aleya, cambuk Saga lebih keras!" kata Yaraf menjadi jadi


" Baik" jawab Aleya singkat. Setelah menjawab, Aleya langsung mencambuk tubuh Saga lebih keras hingga memar. Saga menangis sangat keras tetapi tidak bisa berteriak meminta tolong.


Yardara sudah tidak tahan lagi dan memutuskan untuk memilih.


" Yaraf hentikan!. Aku memilih Saga! jangan siksa dia lagi!. Aku akan membawa Saga pulang!" kata Yardara sambil berteriak, tanpa terasa air mata Yardara menetes dan terus mengalir di pipinya itu


Edgar dan Melinda tampak terkejut dengan jawaban Yardara. Tetapi sepertinya Yardara sudah sangat yakin memilih Saga.


Sedangkan Yaraf tersenyum puas dengan jawaban Yardara, kemudian Yaraf menyuruh agar Aleya melepaskan ikatan di tubuh Saga dan menggendong nya ke Yardara.


Yardara membuka lakban yang ada di mulut Saga dan Saga langsung menangis dengan keras. Yardara juga memeluk Saga seperti sudah lama tidak bertemu dengannya terlebih lagi juga merasa bersalah dengan keputusan yang dulu ia buat.


Edgar dan Melinda juga merasa senang Saga bisa kembali pulang, hanya tinggal masalah ini


" Karena sekarang kau sudah memilih Saga, putuskan ikatan Pendamping mu dengan Faras!" kata Yarag sambil melotot


Faras.... maaf... maaf... aku- aku memang tidak berguna...


" Pe- pelepasan i- ikatan Pendamping, pu..putuskan.." kata Yardara dengan nada tidak yakin


Tiba tiba tanda di tubuh Yardara dan Faras menghilangkan dengan cepat, Edgar dan Melinda merasa sedih karena hasilnya tidak sesuai mereka harapkan.


" Baguslah, sudah selesai. Kalian sudah tidak berguna disini, jadi Morgan. Antar mereka pergi" kata Yaraf sambil membopong Faras dari kursi


" Baik Tuan Besar" jawab Morgan sedikit membungkuk.


Faras... aku benar benar minta maaf...


Kalimat tadi terus diucapkan oleh Yardara. Dengan perasaan sedih dan hampa mereka ber 4 meninggalkan ruang bawah tanah dan kembali ke Kota Haris