And You Are Mine

And You Are Mine
Apa yang harus aku lakukan?



Entah kenapa kali ini aku merasa seperti sedang di perebutkan. Apa yang akan terjadi denganku nantinya?...


Tubuhku sangat sakit untuk di gerakkan, mataku sangat lelah untuk membuka mata dan melihat. Kepalaku seperti baru saja dihantam dengan batu besar, berat sekali.


Tapi jika aku tidak bangun, aku tidak akan tau apa yang sedang terjadi diluar sana.


" Faras?? Faras?? kau sudah bangun??" tanya seorang lelaki yang dari tadi menggoyang kan tubuh Faras.


Siapa juga yang sedang memanggilku sekarang? Aku sangat ingin membuka mata..


" Tuan Besar, bukannya seharusnya efeknya sudah berhenti? kenapa masih belum sadar juga?" tanya pria itu ke Yaraf.


Yaraf hanya diam mematung dan sesekali mengambil tangan Faras untuk memastikan denyut nadinya.


" Kau kira aku dokter, Morgan?. Memang seharusnya dia sudah sadar, tetapi apa yang membuatnya tidak mau membuka mata?" kata Yaraf sambil memegang dahi Faras.


Dengan perlahan mata Faras terbuka walau penglihatan nya masih kabur. Yaraf dan Morgan tersenyum lega karena Faras masih mau membuka matanya


Aku dimana?


" Faras, kau sudah bangun?. Apakah ada bagian yang sakit??" tanya Yaraf khawatir dengan kondisi Faras. Faras hanya diam sampai penglihatan nya kembali normal.


Lalu Faras memegang bagian kepalanya yang masih saja terasa sakit. Lalu menghadap ke depan dan melihat kalau hanya ada Yaraf dan Morgan. Setelah cukup melihat sekelilingnya, Faras paham apa jawaban dari Yardara.


Faras memegangi bagian perutnya dan melihat kalau tanda Pendampingnya sudah tidak ada.


Faras menghela nafas dengan berat hati dan langsung menghadap ke arah Yaraf dengan tatapan benci.


" Ya, aku tidak papa. Tidak usah khawatir kan aku, khawatir kan saja apakah rencana mu berhasil atau tidak" kata Faras dengan nada acuh tak acuh lalu kembali tidur.


Yaraf menatap Faras dengan tatapan tidak percaya kalau itu adalah kalimat pertama yang ia ucapkan dari mulutnya. Yaraf berfikir seharusnya kata pertama yang dilontarkan wanita yang berada di tempat asing adalah " Aku dimana?" tetapi Faras malah melontarkan kalimat seperti itu. Itu cukup membuktikan kalau Faras paham dengan situasinya.


Yaraf pergi meninggalkan kamar itu dan menyuruh agar Morgan menjaganya dulu, karena masih ada beberapa urusan yang harus Yaraf selesaikan.


Morgan duduk di samping kasur Faras sambil melamun.


( Di Kota Haris )


Yardara tampak tidak bersemangat menjalani hari harinya lagi, sedangkan Melinda dan Edgar berusaha untuk mengobati semua luka yang diterima Saga disana. Lukanya cukup memprihatikan bahkan ada beberapa bagian yang sudah tidak bisa di tolong karena terlanjur parah.


Mereka harus mencari orang dengan kemampuan Medis yang tinggi untuk menyembuhkan semua luka Saga.


Di teras atas, Yardara sedang menatap langit dengan perasaan sedih yang tidak bisa di ungkapkan lagi. Edgar berjalan ke arah Yardara dan mencobanya untuk membuat nya tenang dan tegar. Edgar mencoba memberi semua motivasi yang bisa membuat Yardara kembali semangat tetapi semuanya percuma.


" Edgar, apa yang harus aku lakukan selanjutnya?. Aku sangat bingung, apakah pilihan ku itu tepat?" kata Yardara sambil memegangi kepalanya yang terasa ingin pecah.


Edgar menghela nafas sambil menepuk pundak sahabatnya itu dengan tatapan iba. Edgar tau seberapa sedihnya jika harus melepaskan Pendamping, apalagi itu adalah tunangannya di 1st World.


" Kau ini..., bagaimana aku bisa menjelaskan nya padamu? bukannya aku dan Melinda sudah sepakat kalau kami akan menghargai keputusanmu?" kata Edgar berusaha menenangkan Yardara.


Yardara tampak seperti tidak mendengar kata Edgar dan terus terusan memaki dirinya sendiri. Dan ini pertama kalinya, Edgar melihat Yardara menangis di hadapan nya. Sudah lebih dari 10 tahun, dan ini baru pertama kali bagi Edgar.


" Yar- Yardara? kau tidak apa apa??" kata Edgar panik


" Ed- Edgar.... apa yang harus aku lakukan??? katakan padaku!? se- sekarang Faras ada di tangan Yaraf. Dan- dan aku??? apa yang harus aku lakukan????" kata Yardara sambil mencengkram bahu Edgar dengan wajah menunduk


Tiba tiba Melinda datang dengan panik karena mendengar sedikit kericuhan di atas. Dan Melinda melihat kalau Yardara sedang menangis... ya, itu hal yang lumayan mengejutkan bagi mereka.


" Yardara, tidak usah menyalahkan dirimu sendiri. Aku tau kalau Faras tidak akan menyalahkan kamu. Faras paham akan situasi apa yang akan dia hadapi" kata Melinda menepuk bahu Yardara.


" Ya, aku tau kalau Faras wanita cerdas" kata Yardara sambil mengusap air matanya itu.


Edgar dan Melinda saling menatap dan merasa aneh, kalau Yardara sudah tau lalu apa yang dia tangisi?


" Lalu, kenapa kau menangis?" kata Edgar sambil memiringkan kepalanya ke kanan


" Bukannya memang seharusnya kalau pria yang memutuskan ikatan dengan wanita menangis?. Apa aku salah?" kata Yardara sambil memandangi langit lagi


" Aku tau apa yang harus aku lakukan sekarang, prioritas utama kita adalah menyembuhkan luka Saga. Edgar, bagaimana dengan pergitunganmu tentang 2 bulan yang akan datang?" Jawab Yardara dengan tatapan serius.


" 2 bulan lagi adalah pertemuan 3 Raja dari 1st World, 2nd World dan 3rd World. Sesuai dengan pernyataan Yaraf tadi, dia akan menaklukan 2nd World yang berarti dia akan melawan Raja. Jika membandingkan kekuatan Raja dengan Yaraf, pastinya dia akan kalah telak. Tapi jika dia menyuruh Kasta Atas Besar dan Kasta Atas untuk membantu melawannya ditambah dengan Faras yang akan dimanfaatkan kekuatannya tidak akan kalah jauh dari Raja. Itupun jika aku baru memperhitungkan kekuatan Raja dan bukan pasukan Raja. Tetapi beda lagi kalau Yaraf menyatakan perang dengan para Raja. Tapi menurutku itu tidak mungkin" kata Edgar menjelaskan panjang lebar


Melinda dan Yardara paham dengan penjelasan Edgar, mereka berpikir keras apa yang sebentar akan dilakukan oleh Yaraf


" Melinda, apa kau sudah selesai menganalisa darah Faras?" tanya Edgar ke Melinda.


Yardara tidak mengerti maksud dari pertanyaan Edgar, tetapi sebelum Yardara menanyakan nya ke Melinda dan Edgar. Melinda mengambil beberapa kertas yang ada di saku kanan bajunya


" Ya, sudah. Hasilnya positif" jawab Melinda dengan tatapan serius. Suasana menjadi hening tidak ada yang berani menjawab.


Udara malam mulai menyengat tubuh mereka bertiga, kemudian Yardara menyuruh agar mereka turun ke bawah dan memberikan nya penjelasan tentang pertanyaan Edgar.