And You Are Mine

And You Are Mine
Sebenarnya Yaraf itu...



Esoknya, suhu tubuh Faras mulai membaik dan normal. Yardara senang karena obat yang diberikan oleh Melinda manjur.


Faras bangun dari tempat tidur dan melihat kalau Yardara sedang membuat sarapan untuk mereka berdua.


Faras jalan pelan pelan untuk mengagetkan Yardara dari belakang.


Huss harus pelan pelan jalan yang pelan lalu...


" Ba!"


" Eh, Faras kau sudah bangun? mau sarapan? aku membuat kari hari ini. Apa kau baik baik saja? sudah tidak demam?"


" Yardara, pertanyaan mu banyak sekali. Demam ku sudah turun, siapa yang memberi kan ku obat?"


" Melinda, kau sudah tidur 1 hari. Ayo duduk"


" 1 hari?. Ah aku sudah lapar seperti 1 Minggu tidak makan"


" Ya, obatnya menguras banyak tenaga saat proses penyembuhan"


" Obatnya, bagaimana cara kau membuatku minum obat?"


" Ah, itu, anu... sebenarnya... i..itu, a- aku.. meminumnya... la- lu, aku masukkan di mulutmu-"


" Kau mencium ku?"


" Ti- tidak. A- aku tidak bermaksud begitu. Te- tetapi obatnya hanya berefek kalau kau meminumnya langsung dari mulut, kiranya begitu"


" Benar kah?. Ah sudahlah aku sedang tidak mau membahas itu. Aku sudah lapar, selamat makan!"


" Ah, iya selamat makan!"


Faras memakan sarapannya sangat cepat, Yardara hanya kebagian sedikit dari masakan yang ia buat.


Setelah selesai sarapan, Yardara mengajak Faras ke tempat penginapan untuk mengambil uang dari misi.


Faras hampir saja lupa dengan itu, dan setuju.


Sampai di penginapan, orang yang waktu itu menertawakan misi Faras muncul lagi.


" Kau selamat dari misi itu?" tanya pria itu tidak percaya


" Tentu, apa kau berharap aku mati?" jawab Faras mencela


" Ah, tidak maksudku. Itu adalah misi tingkat S dan kau hanya pemula. Sungguh keajaiban. Ini 1000 Hars. Selamat atas keberhasilan mu"


jawab Pria itu sambil menyodorkan 1 kantong besar berisi koin Hars


" Ah baik. Siapa namamu?"


" Namaku? Araya"


" Baik kalau begitu, ayo Yardara kita pulang dulu"


" Ah aku kira kau melupakan ku"


" Tidak mungkin"


Yardara senang mendengar itu.


" Faras, berapa levelmu sekarang?"


" Level ku? oh y aku belum memeriksanya. Um level 15?"


" Cepat sekali. Apa aja yang kau lakukan disana? bukannya kau di gigit ya?"


" Ah bagaimana ya? itu mimpi buruk bagiku. Bekas gigitannya juga masih ada di sini!!!!!."


" Ah sudahlah kalau begitu lupakan. Apa kamu tidak mau membeli baju dan make-up?. Dulu kau sering memakai nya"


" Karena Mama dan Papa cerai, aku tidak pernah memakai makeup lagi. Tapi aku juga ingin. Ayo antar aku belii"


" Ah baik baik"


Faras dan Yardara menghabiskan waktu seharian itu untuk membeli perhiasan dan perlengkapan.


Faras senang karena bisa bersatu kembali dengan tunangannya itu. Sungguh suatu ajaib an, di 1st World. Semua orang menganggap kalau Jastin ( Yardara ) sudah mati.


Malam harinya, Faras dan Yardara memasak bersama dan makan bersama. Setelah makan, Faras dan Yardara pergi ke teras atas untuk melihat pemandangan kota.


" Yardara, siapa sebenarnya Yaraf itu?"


" Ke- kenapa kau tiba tiba membahas dia?"


" Tidak tau. Aku merasa dia sudah membohongi ku. Aku benci orang yang berbohong"


" Ah, benar kau memang benci orang yang berbohong. Kau masih sama seperti dulu"


" Tolong jangan alihkan pembicaraan. Aku tanya, siapa Yaraf itu?"


" Yaraf, dia pemimpin pasukan gelap. Aku dan Edgar adalah bawahnya. Kanas yang asli adalah kakaknya.


Sebenarnya, akulah yang 1 menemukan mu di gurun waktu itu. Aku terkejut karena kau juga di tarik ke 2nd World. Sebenarnya, kau sudah hampir ada 1 th disini. Tetapi, aku menghapus ingatanmu dan seakan akan kau baru datang kemarin, tetapi karena ada efek sampingnya. Aku hanya sedikit mengingat mu.


Aku menelepon Yaraf untuk menjagamu sebelum aku hilang ingatan.


Di Kota Haris ini, banyak bawahan Yaraf. Yaraf ingin membuatmu menjadi eksperimen yang terkahir, jika sedang bertarung dia sangat sadis dan tidak akan mengampuni siapapun.


Pernah 1 kali bawahannya membuat Yaraf marah, Yaraf langsung mengambil jantungnya. Dia pribadi yang bermuka 2. Tetapi tidak tau kenapa aku sangat menempel padanya. Maafkan aku"


Wajah Yardara merasa sedih karena sudah membohongi Faras. Faras merasa sedikit kesal ke Yardara tetapi juga ikut merasa sedih.


" Tidak apa apa. Itu sudah berlalu. Terimakasih sudah mau jujur dengan ku. Ayo masuk, udara mulai dingin. Nanti kau bisa sakit"


" Baik, ayo"


Malam itu, mereka berdua tidur di kamar yang terpisah. Faras sedang memikirkan apa yang terjadi jika Yardara tidak membuatnya hilang ingatan. Tetapi, biarlah itu sudah berlalu.


*Sekarang hanya perlu memikirkan quest dan lalu pulang ke 1st World. Aku sudah lelah hidup di dunia paralel ini.


Mungkin saja semua orang di 1st World mengira aku mati.


Apa Mama dan Papa juga memikirkan aku*?