
Suasana di kapal malam itu sangat ramai akibat ulah dari Saga yang bertengkar dengan Yardara.
Rasa sedih yang Faras alami perlahan berubah menjadi tertawa. Yardara senang melihat Faras yang tertawa, karena ia bisa melihat wajah Faras yang senang.
Kapal terus berlayar melawan arus ombak yang berada di bawahnya. Angin malam semakin dingin Saga, Melinda, Persia dan Faras memutuskan untuk tidur karena waktu mulai malam. Sedangkan yang laki laki menjaga agar kapal tidak salah arah.
" Oy, Yaraf apa kamu sudah mulai menyukai adikku?"
" Huh, adikmu sungguh wanita yang aktif. Dengan kemampuan miliknya seharusnya ia tau aku belum menyukainya"
" Mungkin saja. Tapi, apa kau sudah mulai menyukainya????"
" Dasar pertanyaan mu apakah tidak ada yang lainnya lagi?. Mungkin baru saja dimulai"
" Karena sekarang kau Pendampingnya aku tidak akan terus terusan menjaganya. Aku berikan adikku ini. Tolong jaga dia, jangan buat dia menangis. Yaraf"
" Kalaupun, aku bisa. Tapi akan aku usahakan karena dia adikmu"
Yardara dan Yaraf bercerita sepanjang malam sedangkan Edgar dan Kanas terlihat sedang asik melihat pemandangan.
Tetap saja masih tidak bisa tidur. Apa yang terjadi? aku terus terusan saja merasa sedih. Walaupun Yardara menghibur ku, aku tetap saja merasa sedih. Ah sialll aku tidak bisa tidur. Aku ingin mencari udara segar, terlalu pengap
Faras memutuskan untuk mencari udara segar di kapal belakang. Faras melihat ke arah langit, berwarna biru dongker dengan hiasan taburan bintang bintang yang indah dan bulan sabit yang memantulkan sinarnya ke air.
Terkadang Faras mengingat masa masa bersama keluarganya, merasa di perhatikan oleh keluarga dan juga teman lamanya-.
Aiya aku tidak punya teman lagi, mereka hanya memikirkan harta milikku
Air mata menetes tanpa aba aba membasahi pipi Faras yang perlahan ber suhu dingin.
Makin lama air matanya mengalir hingga menetes. Yardara tau kalau Faras menangis lagi, Yardara yang berada di sudut depan kapal menghampiri Faras dan memberikan jaketnya dari belakang.
" Pakai ini, nanti kau kedinginan"
" Terimakasih. Yardara, apa aku bisa kembali ke 1st World?"
" Aku tidak tau tentang itu, kemungkinan nya hanya 1persen. Kenapa kau ingin kembali kesana?"
" Aku tidak tau. Yang aku mau hanya aku ingin pulang"
" Huh, kalau begitu nanti kita cari caranya"
Yardara memeluk Faras dan membopong nya masuk ke dalam tempat istirahat. Yardara khawatir kalau Faras akan demam karena angin malam.
Yardara menunggu Faras tertidur dan keluar dari tempat istirahat. Kemudian berjalan ke arah belakang kapal dan melihat sinar bulan yang memancar.
Malam di lalui dengan tenang, matahari mulai memancarkan sinar cerah nya. Melinda, Persia dan Saga sudah bangun. Sedangkan Faras masih tidur lelap tetapi seluruh tubuhnya panas dan menggigil.
Melinda langsung melihat apa yang terjadi dengan Faras. Setelah itu Melinda langsung berlari ke arah Yardara dan mengatakan kalau Faras sakit. Yardara langsung datang dan membopong Faras dan membawanya pulang kerumah.
Yaraf berjalan kearah Saga dan mengajaknya untuk kerumahnya. Yaraf bilang kalau barang barang Saga sudah ada dirumahnya. Saga mengangguk dan meminta izin ke kakaknya. Kanas dan Persia juga ikut dengan Kanas karena Yaraf dan Kanas tinggal satu rumah.
Sedangkan Melinda dan Edgar berjalan mengikuti Yardara dan Faras. Mereka ingin memastikan kesehatan Faras.
Sesampainya dirumah Yardara, Faras langsung diletakkan di kamar Yardara, sedangkan Yardara panik harus memilih obat apa. Melinda tersenyum dan berkata kalau itu hanya demam biasa.
" Apa kau sebagai laki laki tidak bisa sedikit perhatian lagi?. Aku tebak Faras sedang stres dan banyak pikiran. Yah mungkin juga tertekan setelah apa yang baru saja ia alami di Kota Luran. Kalau aku tidak salah tebak, semalam Faras tidak bisa tidur dan memutuskan untuk keluar dari tempat istirahat dan berjalan kearah belakang kapal. Cuacanya juga mulai dingin, ada tetesan air mata di bantal dan juga air mata kering di pipi. Berarti semalam dia menangis. Apa kau tidak tau itu Yardara?" kata Melinda menjelaskan panjang lebar.
" Aku tau. Aku membawanya ke tempat istirahat karena tubuhnya sudah mulai dingin" jawab Yardara merasa bersalah.
Melinda dan Edgar mengangguk, Melinda mengeluarkan sebotol kecil air jernih.
" Ini obatnya aku selalu sedia obat. Masukkan saja obatnya dari mulut terserah mau dengan cara seperti apa. Akan ada efek samping nya. Itupun kalau Faras tahan" kata Melinda menjelaskan
" Masukkan semuanya. Itu lebih baik" katanya lagi sambil berjalan keluar rumah Yardara
" Kalau begitu, aku dan Melinda pulang dulu. Jaga Faras dengan baik" kata Edgar sambil melambaikan tangannya.
Yardara sedang bingung bagaimana caranya agar ia memasukkan obatnya ke mulut Faras sedangkan Faras belum bangun.
Yardara pusing memikirkan itu lalu ia mengambil kain dan mencelupkan nya ke akr hangat lalu membawanya ke kamar dan menaruhnya di dahi Faras.
Yardara bingung apa yang akan ia lakukan? tubuh Faras semakin lama suhunya naik. Akhirnya Yardara terpaksa meminum obat itu. Lalu meremas sedikit pipi Faras dan menempelkan mulutnya dengan mulut Faras dan menuangkan semua obat yang ia minum.
Setelah selesai Yardara terpental menjauh dari Faras dan segera ke kamar mandi.
Apa yang barusan aku lakukan??? mengambil kesempatan dalam kesempitan?? ah intinya Faras meminum obatnya.
Yardara memutuskan untuk mandi.
Selesai mandi Yardara memutuskan untuk melihat keadaan Faras yang bercucuran keringat seperti habis dikejar sesuatu yang mengerikan.
Yardara mengambil baju dan memakainya di dapur dan kembali lagi ke kamar. Yardara duduk disamping Faras dan mengelus rambut Faras yang basah karena keringat.
Efek sampingnya ini?
Yardara menggenggam tangan Faras dengan erat. Karena terlalu lelah, Yardara tidur di samping Faras lagi.
Faras membuka matanya dan sadar kalau ia sudah kembali kerumahnya Yardara. Faras melihat sekeliling dan menemukan Yardara sedang tertidur pulas di sebelahnya. Faras memeluk tubuh Yardara dan membisikkan 'terima kasih'. Lalu ia tidur lagi