
Malam harinya, Melinda sedang berjalan jalan di tengah Kota Luran. Suasana nya sangat beda dari saat pagi hari mereka datang. Hening, sepi tidak ada 1 pun orang yang berjalan jalan.
Semua cahaya redup, jalanan sangat sepi dan gelap di tambah lagi berada di antara hutan hutan yang lebat. Menambah kesan yang mencekam.
Huh, semoga tidak ada apa apa. Tapi, ini bau apa?
Melinda melewati gang sempit yang kotor, tersirat rasa merinding di bulu kuduk Melinda.
Melinda memakai baju merah, panjang lengan di bajunya sampai di atas siku, bagian perutnya di perlihatkan dengan celana pendek atas lutut dan sepatu hak tinggi.
Melinda berjalan sambil menyusuri gang sempit itu. Makin masuk ke gang, kesannya tambah mencekam.
Ditengah gang, Melinda melihat banyak noda darah di dinding, dan bau darah busuk yang sangat menyengat. Melinda melihat banyak tulang belulang manusia yang tidak terurus dan berceceran dimana mana.
Pembunuhnya, kanibal?
Melinda langsung berbalik dan pergi dari gang itu. Melinda berlari ke rumahnya dan mengabari apa yang terjadi kepada Faras dan Saga.
Saat sampai di rumah, Melinda melihat Saga dan Faras sudah mengenakan seragam lengkap yang sama milik Melinda hanya saja berbeda warna.
Saga mengunakan baju berwarna biru tua dengan hiasan rambut pita tapi bukan sembarang pita, karena pita itu setajam silet dan kaku. Ya, itu adalah senjata yang selalu Saga bawa saat menjalankan misi.
Di sebelahnya, Faras memakai baju berwarna biru dongker dengan model yang sama, rambutnya dibiarkan terurai panjang dengan warna hitam yang pekat, sedikit rambut di kanan nya dikepang kecil dan diberi gantungan bulan sabit. Dan cincinnya dipasang di tengah jari kiri. Dan beberapa belati yang ia bawa di kedua saku nya.
Melinda tersenyum. Melinda masuk dan menceritakan apa yang dilihat di gang tadi. Faras dan Saga paham dan mengambil beberapa racun yang mereka buat tadi. Masing masing diberi 1 racun yang mematikan. Dan 1 penawarnya.
" Faras, darimana kamu mendapatkan banyak belati itu?" tanya Melinda heran, karena saat mereka berangkat. Melinda tidak melihat kalau Faras membawa banyak belati.
" Aku hanya membawa 4 belati. Perak, tembaga, besi, dan logam. Ini hadiah dari Kanas, tapi kata Kanas semua sudah di beri racun. Dan yang lainnya ini campuran, aku mengambil nya di laci itu." kata Faras sambil mengambil 4 belati yang diberikan oleh Kanas.
" Coba aku pinjam 4 belati itu. Aku bisa merasakan perbedaan antara benda beracun atau tidak" kata Melinda tidak percaya. Kemudian Faras menaruh belati itu di tangan Melinda. Melinda menaruhnya di meja dan memperhatikan dengan sesama dan mengendus belati perak, kemudian tembaga, besi dan logam.
Melinda terkejut setelah selesai mencium belati itu. Saga dan Faras hanya saling memandang tidak tau apa yang terjadi.
" Apa belati itu ada yang salah Linda?" tanya Saga sambil memegang pundak Melinda.
" I... ini semacam racun langka. Belati ini bisa membunuh apa pun yang mengenainya. Hanya dengan 1 kali tebas biasanya sudah sanggup membunuh orang. Faras, apa kamu yakin akan memakai benda ini?" jawab Melinda terkejut. Faras sempat berpikir untuk tidak membawanya, tapi jika tidak di bawa takutnya akan tercuri. Jadi, Faras memutuskan untuk membawanya dan memakainya kalau lawannya ingin membunuhnya.
Indra penciuman milik Melinda sangat lah bagus. Sepanjang perjalanan mereka menyusuri hutan, permukiman dan gang kota.
Mereka ber 3 berpencar agar pencari nya lebih cepat.
Jam menunjukkan pukul 10, belum ada tanda apapun, mereka berkumpul di tengah kota dan melaporkan 1 sama lain. Melinda menyusuri hutan, Melinda mengatakan kalau disana banyak sekali bau darah busuk. Sepertinya sisa 2 hari yang lalu.
Saga yang menyusuri gang sempit berkata hal yang sama tetapi banyak tengkorak dan kerangka tulang manusia.
Sedangkan Faras berkata kalau ia hanya menemukan bercak darah 1 hari yang lalu karena terlihat segar. Faras menunjukkan tempat yang ia maksud, dan benar saja kalau banyak bercak darah baru.
Melinda mengendus dan merasakan bau lainnya. Dan Melinda maju semakin maju berjalan ke depan dan melihat tubuh manusia yang masih lengkap dengan daging dan tulang. Hanya saja jeroannya sudah tidak ada.
Faras terkejut dan hendak menangis melihat itu, sedangkan Saga menahan muntahannya.
Malahan Melinda semakin maju dan menyentuh tubuh itu. Melinda menemukan bau milik pembunuh itu.
Saat Melinda baru saja mencium itu, tiba tiba ada 2 sosok pria wanita di belakang mereka ber 3.
" Sayang, aku menemukan makanan baru untukmu" kata pria pada wanita yang dibopongnya.
" Kamu memang tau makanan kesukaan ku" kata wanita itu sambil memegang pipi pria itu.
Wanita itu tersenyum puas dan turun dari bopongan. Mendadak Saga dan Melinda jatuh ke tanah dan membelalak kaget melihat pasangan yang sedang berada di belakang mereka.
" Waw sayangku ada yang mau ikut berpesta!" kata Wanita itu kembali memeluk pria tadi.
" Ah, bukannya ini adiknya Yardara dan pendamping nya Edgar,? dan siapa wanita itu? kenapa mereka ada disini?. Sayang, ayo ke bawa mangsa itu dan makan di tempat lain" kemudian mereka berjalan melewati mereka ber 3 dan mengambil mayat itu dan pergi dari gang itu.
Faras bingung apa yang terjadi dan melihat ke arah Melinda dan Saga yang terlihat pucat pasi. Melinda dan Saga berdiri dan berjalan kearah Faras dan mengatakan kalau mereka tidak akan bisa membunuhnya.
Faras tidak percaya kalau kata kata itu keluar dari mulut Melinda. Sedangkan Saga mengangguk setuju dengan perkataan Melinda.
Melinda dan Saga menarik tangan Faras dan hendak pergi.
Baru saja keluar dari gang ada pasangan lainnya yang tiba tiba memukul mereka bertiga dan akhirnya mereka pingsan di tempat.