And You Are Mine

And You Are Mine
Permainan dimulai



( Di sisi Yardara, Edgar dan Karina )


Karina dengan senang hati mengantarkan Edgar dan Yardara menuju ruang bawah tanah di kastil. Walaupun sepertinya Edgar tidak terlalu bisa mempercayai Karina, tetapi dia berusaha untuk se yakin Yardara kalau Karina akan mengantarkannya ke ruang bawah tanah. Di tengah perjalanan yang hening dan canggung, Karina mulai menanyakan beberapa hal yang menurut Yardara aneh.


" Yardara, boleh aku tanya sesuatu?" tanya Karina membuka pertanyaan


" Ya, tanya saja asalkan jangan tanya kalau aku menyukaimu. Jawabanku pasti tidak" jawab Yardara dengan nada acuh tak acuh


" Bukan, maksud ku kalau kau memilih antara Faras dan Saga. Siapa yang kau pilih?" tanya Karina sambil menggigit kuku ibu jari miliknya


" Ha? kenapa kau menanyakan hal itu? tentu aku akan memilih keduanya!" jawab Yardara kesal


" Kalau aku bilang 'Keduanya dalam bahaya dan di situasi yang sama' siapa yang akan kau pilih?. Aku tidak yakin kalau kau bisa menyelamatkan keduanya!" kata Karina sambil senyum sinis


Edgar dan Yardara tampak kebingungan dengan pertanyaan yang dilontarkan Karina. Yardara merasakan kalau ada yang tidak beres dengan pertanyaan Karina.


Apa jangan jangan...


" Karina bisakah kau jangan melontarkan pertanyaan seperti itu disaat seperti ini?!" tanya Edgar dengan nada agak naik


" Heeh... pengkhianat seperti mu itu lebih baik diam!. Lagian aku tanya nya ke Yardara bukan kau!. Jadi Yardara, apa jawabanmu?" kata Karina sambil memainkan rambutnya


" Kita lihat saja, aku masih belum bisa menjawab" kata Yardara dengan wajah suram


" Lebih baik kau cepat memutuskan!" kata Karina menutup pembicaraan.


Mereka kemudian berjalan menyusuri lorong demi lorong agar bisa sampai ke ruang bawah tanah.


( Disisi Melinda dan Morgan )


" Kau!!! kenapa kau malah ikutan?!?" tanya Melinda sambil berlari menuju kastil


" Ha?? aku juga penasaran lagian si Karina juga ikutan! sepertinya sih... anggota 5 Kasta Atas Besar menonton..." kata Morgan sambil ikutan berlari di sebelah Melinda


( Mereka tidak bisa menggunakan kekuatan karena sihir penghalang milik Yaraf )


" Tuan Besar Aleya sudah pulang?" tanya Melinda penasaran


" Nanti saja kau lihat! jangan banyak tanya, waktu kita tidak banyak!" jawab Morgan serius sambil menutup pembicaraannya dengan Melinda


Mereka berdua memasuki area Kastil dan langsung mencari ruang bawah tanah


( Di sisi Yaraf dan Faras )


Yaraf membawa paksa Faras dari Melinda. Faras yang terus terusan berusaha melawan Yaraf tapi tidak memiliki tenaga untuk memberontak. Dengan kalimat yang dilontarkan Yaraf tadi, Faras langsung terdiam dan menangis.


Mereka berdua sudah sampai di ruang bawah tanah, disana terlihat ada seorang pria tinggi, menggunakan kacamata, rambutnya berwarna merah dengan mata kuning, kulitnya putih dan sedang memakai baju yang hampir sama dengan milik Yaraf.


Disebelahnya ada wanita yang mulutnya sedang di lakban, matanya sembab karena air mata, kulitnya pucat, pakaian yang di pakai sangat lusuh, tubuhnya kurus, tangan diikat, dan banyak bekas luka di tubuhnya. Itu Saga yang sedang di siksa


" Kau tau siapa wanita itu bukan? itu yang terjadi kalau kau dengan Yardara bahagia. Bagaimana?? apa kau mau melihat dia disiksa lagi?" kata Yaraf sambil mengucapkan nya di telinga Faras.


Faras hanya bisa berdiam diri mematung melihat Saga disiksa, lalu pria itu datang dan membungkuk di depan mereka berdua.


" Kerja bagus, Aleya. Tolong siapkan kursi untuk wanita ini duduk" kata Yaraf memerintahkan pria itu ( Aleya )


" Baik, Tuan Besar"


Aleya bergegas mengambil kursi yang sudah disediakan oleh Yaraf dan membawa Faras duduk. Lalu, tiba tiba ada tali yang mengikat tangan, leher dan kaki Faras dari kursi yang Faras duduki.


Faras merasa kaget dan mencoba untuk memberontak tetapi sia sia, tenaganya malahan semakin menurun


" Faras, lebih baik kau diam dan lihat saja. Jangan mencoba untuk memberontak, tali tali itu cuma membuatmu kehabisan tenaga" kata Yaraf sambil menutupi mulut Faras dengan lakban


Yardara... atau siapapun tolong aku dan Saga!!


Lalu Yaraf menyuntikkan cairan berwarna merah darah ke tubuh Faras, setelah selesai menyuntikkan nya. Tiba tiba tubuh Faras menjadi lemas dan tidak bisa lagi memberontak. Tatapan matanya kosong, seperti tidak ada jiwa di dalamnya.


Kemudian Yaraf memerintahkan Aleya untuk menyiksa Saga lagi, Aleya menuruti perintahnya dan mengambil semacam tali dan terus memukuli Saga dengan tali itu.


Terkadang Saga mencoba melawan tetapi selalu saja tidak mendapatkan hasil.


Saga menatap Faras dan meminta tolong untuk menyelamatkan nya.


Yaraf berjalan ke samping tempat duduk Faras dan meremas pipi Faras dan mengangkat kepala Faras untuk melihat Saga disiksa. Faras hanya melihatnya tanpa bisa memberontak sedikitpun karena sudah di bius oleh Yaraf.


Obat bius yang tadi di suntikan oleh Yaraf, membuat Faras menuruti semua perintah yang dikatakan oleh Yaraf. Dan penawar nya hanya ada di tangan Yaraf sendiri.


Faras seperti boneka yang sedang dimainkan oleh Yaraf, tidak memiliki emosi, tidak bisa memberontak. Sangat tersiksa apalagi sambil melihat temannya sendiri sedang disiksa dan tidak bisa menolongnya.


Saga merintih kesakitan, berulang kali air matanya mengalir, ingin berteriak tetapi lakban tidak bisa membuatnya berteriak.


Setelah lama di siksa, Yaraf menyuruh agar Aleya berhenti menyiksanya.


Aleya langsung menyimpan tali tadi dan berjalan ke arah Yaraf dan bertanya


" Tuan Besar, siapa wanita ini? kenapa anda membawanya kesini??" tanya Aleya penasaran sambil mengendus tubuh Faras


" Dia? dia kelinci percobaan ku. Mungkin...?" jawab Yaraf sambil merapikan rambut Faras


" Tuan Besar, wangi wanita ini..."


" Ya, dia pemilik langka. Sayang kalau tidak kita manfaatkan untuk menaklukan 2nd World ini. 2 bulan lagi adalah pertemuan para Raja. 3 saudara kembar yang memiliki daerah kekuasaannya sendiri, di saat itu aku juga mau menantang salah satu Raja itu" kata Yaraf sambil membelai rambut Faras, Faras tampak tidak bereaksi apa apa dan tampak menurut


" Ambisi Tuan Besar memang tidak perlu saya tanyakan lagi. Tuan, sepertinya mereka sudah datang..." kata Aleya sambil menghadap ke arah pintu masuk


" Ya, kita lihat pertunjukan seru ini" kata Yaraf sambil melihat ke arah Faras dan berdiri menuju Saga