And You Are Mine

And You Are Mine
Angra Molas dan Jastin Antaga



Faras merasa penglihatannya mulai kabur karena kehilangan banyak darah.


Kapan Yardara dan Edgar datang?


Leher dan atas dada Faras dipenuhi luka tusukan gigi Karina yang dari tadi tidak berhenti menghisap darah Faras.


Kemudian terdengar suara langkah kaki menuju ke tengah hutan. Faras dengan penglihatan kaburnya melihat ada. pria yang berdiri disana.


Salah satu dari pria itu menggunakan kacamata.


Dia pasti Edgar!.


Kata Faras di dalam hati. Lalu Albert dan Jasin menghampiri ke 3 pria itu dan menyambutnya.


" Selamat datang Tuan Besar" kata Albert sambil menunduk.


" Ah, terima kasih sudah menyambut kami. Tapi, apa yang sedang Karina lakukan?" tanya Yardara dengan suara heran.


Itu suara Yardara, berarti ada Kanas disini!


" Aaaaaa Yardara!!!!! aku senang melihatmu. Lihat lihat aku sedang menghisap darah wanita ini!" kata Karina sambil memamerkan wajah Faras.


Yardara kaget melihat wajah Faras yang pucat mata ungu nya meredup, rambutnya terurai berantakan dan banyak sekali bekas gigitan dari Karina. Yardara berjalan menghampiri ke arah Karina.


Dia berjalan ke arah ku! Yardara berjalan ke arahku!


Tiba tiba Yardara langsung menampar muka Karina dengan sangat keras. Karina kaget dengan tamparan Yardara. Karina tidak paham apa yang terjadi. Tiba tiba ada suara teriakan dari balik pohon besar. Itu suara Melinda!


Edgar langsung berlari dan menghampiri balik pohon itu dan melihat wajah Melinda yang pucat menahan kesakitan. Ya dia diracuni oleh Jasin.


Edgar langsung melepas ikatan Saga dan Melinda dan membawanya keluar.


Di luar terlihat Yardara yang sedang marah besar kepada Karina.


" Yar Yardara. Ka. kamu menamparku?. Aku salah apa? aku hanya menghisap darah wanita ini!!!" kata Karina menahan tangisannya. Matanya membelalak kaget dan berkaca kaca.


" Dia, wanita ini. Wanita ini pendamping ku!!!. Apa kau dengar Karina, dia pendampingku! dan berganti lah mengguku." kata Yardara dengan sangat keras kemudian melepaskan ikatan tali di tangan Faras. Dan membopongnya.


" Dan kau, menghisap darahnya dan menusukkan taring kotor mu ke tubuhnya. Hukuman apa yang harus ku berikan padamu?" kata Yardara tanpa memalingkan mukanya. Tiba tiba saja tubuh Karina hancur berkeping keping dan darah berserakan dimana mana.


Yardara, orang yang sangat aku sukai dan sangat aku kagumi, membunuh ku? Yardara yang aku sayangi membunuh ku!! bohong bohong bohong!!!!


Itu adalah senjata rahasia Yardara. Pedang kilat. Pedangnya memang tidak terlihat karena itu hanya membutuhkan angin di sekitar sebagai senjatanya.


Tiba tiba di perut Faras terbentuk tanda ikatan berwarna ungu tua di perut Yardara juga. Itu adalah ikatan Pendamping khusus milik Yardara dan Faras. Karena di 1st World mereka adalah tunangan.


Satu pria lainnya berdiri mematung dan tidak percaya apa yang terjadi. Pria itu melepaskan tudungnya dan menunjukkan wajahnya.


" Yardara, beraninya kau merebut wanitaku!" kata Yaraf memelototi Yardara.


Yardara tidak peduli dan langsung mencari obat tambah darah di sakunya dan langsung menyuntikkan di leher Faras.


Wajah Faras menahan sakit suntikan dan Yardara hanya tersenyum melihat wajah Faras dan berbisik


Maaf, aku terlambat.


Bisikan itu terus terngiang-ngiang di kepala Faras.


Dia Yardara?


Perlahan lahan kesadaran dan penglihatan Faras mulai membaik dan sadar kalau dia di bopong oleh Yardara. Tenaga Faras belum pulih jadi dia lebih milih tidak memberontak.


" Kau, aku dulu yang mendapatkan nya!!" teriak Yaraf ke Yardara. Yardara terlihat tidak terlalu peduli pada ocehannya.


Siapa pria itu? apa yang sedang ia katakan


" Sebentar, aku sedang mencari bukti" kata Yardara sambil merogoh saku celananya. Setelah dapat dia langsung mengambil cincin milik Faras.


Faras terkejut karena Yardara tiba tiba mengambil cincinnya, tetapi mulutnya tidak bisa berbicara.


Aku pinjam sebentar


Bisik Yardara ke telinga Faras. Wajah Faras langsung memerah dan refleks memeluk Yardara.


Tubuhnya, harumnya kenapa tidak asing? siapa Yardara itu?


Yardara menunjukkan 2 cincin itu. Faras melihatnya dan membelalak kaget karena melihat cincin miliknya sama seperti cincin milik Yardara.


" Angra Molas, aku sudah kembali." kata Yardara tersenyum.


Faras paham dan sekarang dia tau kalau Yardara adalah tunangannya dulu.


" Jas, Jastin Jastin Antaga!" kata Faras sambil memeluk Yardara bukan Jastin lebih erat. Dan kemudian menangis karena bahagia.


" Kau memelukku terlalu erat!. Bisa bisa aku sesak napas nanti, Angra" kata Jastin tersenyum.


Yaraf hanya diam mematung melihat Faras memeluk Yardara dengan erat.


Yaraf merasa dirinya hancur berkeping keping disana.


Apa ini yang namanya cemburu?


Setelah selesai memeluk Jastin dengan erat, Angra minta di turunkan dari bopongan Jastin. Jastin menurunkan Faras dan memasang kan cincin bulan sabit milik Faras.


Faras tersenyum, kemudian Jastin mengusap air mata Faras.


Faras memalingkan muka dan melihat ada 1 pria lagi yang berdiri mematung.


" Jastin, dia siapa?" kata Angra curiga


Dia, tidak mengenali ku?


" Dia Yaraf. Atau aku sebut Kanas? apa kau percaya itu?" kata Yardara mengejek Yaraf.


Faras terkejut tidak percaya dengan jawaban milik Yardara. Faras Ingin berjalan lebih dekat tetapi ada sesuatu yang menarik dari tubuh Faras agar tidak terlalu jauh dari tubuh Yardara.


Faras melihat perutnya memiliki tanda berwarna ungu Faras tidak tau apa yang terjadi tetapi tanda itu terus menariknya sampai di tubuh Yardara.


Yardara tidak mau membicarakan hal ini sekarang.


" Kanas bukan Yaraf, aku yang menang" kata Yardara bangga dan pergi menghampiri Saga dan mengobati luka di pergelangan tangan Saga dan melihat kalau wajah Saga membiru yang berarti ia keracunan.


Yaraf diam berdiri mematung disana dan hampir menangis. Yaraf merasa ada rasa marah dan cemburu kalau boneka milik nya diambil.


Faras masih penasaran dengan di Yaraf itu tetapi sekarang kemampuan nya masih dibutuhkan oleh Saga dan Melinda yang keracunan.


" Yardara, lihat saja apa yang akan ku balas nanti" kata Yaraf dan hendak pergi


" Apa tidak ada sambutan datang untukku?"