
" Kanas, apa tidak masalah menjadikan Yaraf sebagai pendamping nya Saga?" tanya Persia cemas. Sebenarnya Persia masih menyukai Yaraf karena masa lalunya itu.
" Persia, aku adalah pendamping mu. Yang seharusnya kau khawatir kan itu aku! bukan Yaraf. Dulu aku menjadi bahan percobaan pertama nya, lalu gagal. Setelah itu semua orang mengira aku mati dan kau terbebas dan menyukai Yaraf. Aku juga tau itu! aku juga pria normal yang ingin wanita yang Kusuka menyukaiku juga!" jawab Kanas membentak Persia.
Dia tau itu?
" Bu- bukan maksud ku begitu. Aku lebih memikirkan mu daripada dia. Tetapi, Yaraf tidak menyukai Saga, orang yang dia sukai itu Faras. Dan Faras malah sudah bertunangan dengan Yardara di 1st World!. Tentu saja aku khawatir. Kau tau kan sifat Yaraf seperti apa?. Dia mau karena Faras lebih memilih Yardara, jika tidak mungkin saja Yaraf akan terus terusan mengejar Faras tanpa menoleh ke Saga. Kasihan Saga!" jawab Persia menjelaskan dengan nada agak tinggi.
Mendadak suasana hening dan sepi menyelimuti dapur. Terdengar suara langkah kaki dari kamar, itu Yaraf dan Saga.
" Saga, kamu sudah bangun? seharusnya istirahat dulu dikamar" kata Yardara khawatir.
" Ah, tidak apa apa. Apa yang sedang kalian bicarakan? eh Faras tanda itu...." kata Saga kebingungan. " Ah, aku sudah menjadi pendamping Yardara, mungkin?" jawab Faras ragu ragu. Yardara merangkul Faras dan mengacak rambut Faras.
Saga tersentak kaget sekaligus bahagia kalau ia memiliki kesempatan untuk mendapatkan Yaraf.
" Ah, jangan jadi pendamping yang merepotkan nanti. Kalau tidak kau akan ku jadikan bahan percobaan alat baruku" kata Yaraf dengan nada sedikit jengkel
" Pendamping apa?" tanya Saga bingung
" Dasar, aku Pendampingmu sekarang" jawab Yaraf jengkel
Saga berhenti bernafas dan melihat Yaraf tanpa berkedip. Saga menangis dan tertawa paksa.
" Kau tersenyum atau menangis?" tanya Yaraf sambil menarik wajah Saga.
" Aku juga tidak tau" jawab Saga sambil senyum kecil.
Yaraf membersihkan air mata di pipi Saga. Wajah Saga memanas dan langsung memalingkan mukanya.
" Aduh, makanannya sudah dingin. Mau bagaimana ini?" tanya Persia
" Ah, iya. Bagaimana ini?" jawab Faras ikut cemas
" Dasar, hal begitu saja dicemaskan. Apa kalian lapar? karena ini wanita yang memasak. Bagaimana kalau kami laki laki saja yang memasak. Kalau tidak salah, Yaraf juga pandai memasak? Benarkan?" jawab Yardara sambil melirik ke arah Yaraf.
Wajah Yaraf memerah, saat ia mau menjawab. Kanas langsung memakai kan celemek ke tubuh Yaraf. Yaraf pasrah dan akhirnya setuju untuk ikut memasak.
Sedangkan para wanita masuk ke kamar untuk ganti baju.
Melinda tidak tau pasti apa yang terjadi, yang tau hanya Faras. Saga paham dan langsung menanyakan nya ke Faras.
Sebenarnya juga Faras malas untuk bercerita, tapi Saga tetap memaksa dan akhirnya Faras menceritakan semuanya.
Saga paham dan langsung memeluk Faras dan berkata terimakasih sudah menjadi pendamping kakak.
Faras memeluk Saga balik dan mengusap rambut Saga. Dan mereka ber 4 kembali ke dapur untuk melihat sampai mana para lelaki itu memasak.
Di dapur masih bersih, para lelaki itu bisa memasak dengan terampil. Yaraf terlihat sedang mengaduk adonan saus favorit nya, Edgar menata meja dan kursi, Kanas sedang mengaduk masakan di kompor sedangkan Yaraf membersihkan dapur yang tadinya kotor.
" Lho, Kakak tidak memasak?" tanya Saga heran kenapa kakaknya tidak mau memasak. Biasanya kalau Saga sedang sakit kakaknya yang slalu memasakkan makanan untuknya dan rasanya sangat enak.
" Ah, aku terlalu bingung untuk memasak. Jadi aku putuskan untuk bersih bersih saja" jawab Yardara sambil mencuci piring kotor.
" Ah, baiklah. Jadi, apa kalian semua sudah selesai? hari mulai pagi dan kami semua lapar" jawab Persia sambil melihat kompor masakan.
" Iya. Sebentar lagi. Aku hanya perlu menuangkan ini ke mangkuk" jawab Kanas sambil mencari mangkuk yang pas.
Sedangkan Yaraf masih terlihat mengaduk saus yang ia buat. Dan meletakkannya ke meja makan. Lalu berpaling dan melepaskan celemek.
" Ah, sudah siap" jawab Yardara sambil meletakkan alat bersih dan pergi mencuci tangan.
Mereka ber 8 makan dengan lahap dan pergi tidur. Mereka semua terlihat sangat kelelahan setelah apa yang mereka alami semalam. Terutama syok yang mendalam untuk Faras padahal itu adalah misi 1nya dan malah menjadi seperti ini.
Tempat tidur mereka terpisah, karena hanya ada 3 kasur dan beberapa kursi yang luas di ruangan. Faras tidur sendiri di kasur pojok dekat jendela, Melinda sendiri di kasur sebelah Faras dan yang terakhir Saga dan Persia. Mereka tampak sangat akrab.
Pagi itu sudah pukul 3 dan Faras masih belum bisa tidur. Yardara, Edgar, Kanas dan Yaraf terlihat sudah tidur. Faras melamun dan air matanya mulai mengalir di pipinya. Ia menyelimuti seluruh tubuhnya dengan selimut. Tiba tiba seperti ada seseorang yang memeluk Faras saat Faras ingin membuka selimutnya, dia menyuruhnya agar tidur tenang dan membiarkan posisinya seperti ini.
Ini Yardara?
Faras menurut, berbalik dan memeluk Yardara , ya tentu di Yardara karena parfum yang ia pakai selalu sama seperti milik Faras.
Akhirnya Faras bisa tertidur dengan lelap dengan kehangatan seperti itu.
Faras selalu berdoa agar hidupnya selalu damai seperti ini.