
( Di lantai bawah )
" Apa maksudnya dengan 'positif' itu?" tanya Yardara curiga
" Yardara, bagaimana ya aku menjelaskan nya... Melinda, kau saja yang menjelaskan" jawab Edgar sambil membenarkan kacamata nya
" Sebelumnya maaf Yardara. Kami berdua menganalisis darah Faras tanpa izin mu. Tetapi ini sangat penting. Alasan dibalik Yaraf menginginkan Faras bukan hanya karena untuk menjadi bahan percobaan tetapi juga memiliki tujuan lain. Tetapi, aku dan Edgar belum menemukan alasan yang pasti. Ini hasil dari stempel darah dari Faras dan laporan hasil analisa nya" kata Melinda sambil menyodorkan hasil laporan
Yardara yang masih lumayan bingung menerima laporan itu dan membacanya secara perlahan.
Baru sampai setengah dari laporan yang dibaca Yardara, dia sudah panik dan hampir memarahi Edgar dan Melinda. Yardara sangat terkejut dengan hasil yang ada di laporan
" Apa- apaan maksud mu ini?. Apa kau yakin kalau ini hasil aslinya?" tanya Yardara sambil memegang erat laporan tadi
" Kau baru saja membaca setengah nya, kenapa marah marah?" tanya Melinda dengan santai
" Yardara, apa kau memang beneran tidak tau apa apa tentang Faras?. Kau juga tidak mengetahui hal ini?" tanya Edgar melanjutkan
" Aku- aku memang tidak tau apa apa tentangnya. Walaupun aku tunangannya, tapi... kenapa aku tidak menyadari hal kecil seperti ini?" kata Yardara sambil memegangi dahi
" Ya, aku juga yakin kalau Faras masih belum sadar. Tapi, Aleya dan Yaraf sudah tau aku juga tidak terlalu yakin kalau Karina dan Morgan tau hal ini. Kecuali Yaraf atau Aleya yang mengatakan nya sendiri kepada mereka berdua" jawab Edgar sambil meminum minuman yang ada di meja
" Dan aku yakin karena Faras sudah ada di tangan mereka, Yaraf cepat atau lambat mulai menyusun rencana dan mengadakan rapat Kasta Atas Besar dan Kasta Atas" kata Yardara melanjutkan
" Tapi, dengan sifat Yaraf yang seperti itu. Aku yakin untuk sementara waktu dia tidak akan menjadikan Faras sebagai pendamping nya. Dan lagi, keputusan Yaraf untuk melawan Raja 2nd World sudah bulat. Jadi, dia akan memanfaatkan 2 Kasta tadi untuk ikut menyerang nya. Dan lagi jika perkiraan ku tidak meleset, 2 Kasta tadi juga bisa tinggal di kastil untuk mengikuti pelatihan militer yang ketat untuk persiapan melawan Raja dan pasukannya" kata Melinda lagi sambil memegang laporan analisis Faras
" Ya, tapi... bagaimana dengan Saga?" tanya Yardara khawatir
" Untuk itu, kita sesegera mungkin harus menemukan orang dengan kemampuan Medis tingkat tinggi" jawab Melinda sambil berjalan ke arah kamar Saga
( Di Kastil, Siribya )
" Oy, Morgan... kenapa dia bersikeras mengurungku?" tanya Faras dari balik selimut
Morgan bingung dengan pertanyaan dari Faras. " Dia... siapa?" tanya Morgan sambil berjalan ke arah jendela yang tidak jauh dari kasur Faras.
Faras bangun dari posisi tidurnya dan duduk sambil membetulkan rambutnya yang berantakan.
" Yaraf. Kenapa dia melakukan semua ini?" tanya Faras lagi sambil berjalan ke arah meja rias. ( Karena kamar itu dibuat khusus untuk Faras dari Yaraf )
" Tuan Besar.. aku tidak tau apa apa. Maaf, apa kau lapar?" jawab Morgan sambil berjalan ke arah Faras.
" Akan aku bantu menata rambutmu" kata Morgan lagi sambil mengambil sisir di meja rias
" Jangan banyak gerak dong, susah nanti" kata Morgan dengan nada sedikit naik
" Tuan Besar ya... hm.. aku sudah berada di sini hampir 15 tahun. Kebetulan juga aku datang disini saat umur ku 20 tahun..." kata Morgan sambil mulai menyisir rambut Faras
" Tuan Besar... itu setauku dia tidak pernah dekat dengan wanita kecuali Nona Persia. Tapi, sekitaran 5 tahun lalu Nona Persia meninggal karena eksperimen Tuan Besar.
Tuan Besar mempunyai 1 Kakak kandung dari 1st World, aku juga tidak tau kenapa bisa begitu.. Kakaknya bernama Kanas. Tapi, aku yakin kalau itu bukan nama asli mereka bertiga. Sifat Tuan Besar, hampir mirip dengan Yardara. Dingin dam cuek. Tetapi menurut ku Yardara masih lumayan bisa diajak untuk bercanda daripada Tuan Besar" jawab Morgan sambil mengepang rambut Faras.
Faras hanya diam sambil menghela nafas, dia harus mulai berhati hati dalam bertindak karena disini adalah tempat kawasan Yaraf. Sedangkan jarak dari Siribya dan Haris sangat jauh. Bisa memakan waktu hampir 1 hari untuk bisa sampai.
" Lalu, kenapa aku datang disini?" tanya Faras lagi sambil menghadap ke atas, lalu mata mereka saling menatap karena Morgan masih menata kepangan rambut Faras.
" Bisakah kau diam dan jangan bergerak sembarangan? tatanan rambutmu bisa rusak lagi!" kata Morgan sambil memalingkan wajahnya
" Ya, maaf. Aku sudah terbiasa begini kalau Yardara masih menata rambutku" jawab Faras sambil menghadap ke cermin
" Yardara.. sering menata rambutmu?" tanya Morgan sambil menaikkan sebelah alisnya
" Ya, aku tidak pernah bisa menata rambut dengan benar. Jadi Yardara selalu menata rambutku" jawab Faras dengan nada sedih
Dia sangat menyukai Yardara? lalu kenapa Tuan Besar bersikeras memisahkan mereka?
" Lalu, model seperti apa Yardara menata rambutmu?" tanya Morgan lagi
" Dia akan menyisihkan poni depanku, lalu dia mengambil sedikit rambut di bagian kanan kepala dan mengepang kecil. Di samping kiri juga, lalu rambut bagian belakang dia tata tetapi aku tidak tau bagaimana caranya menata. Tetapi, aku sangat suka modelnya. Hm... bagaimana menjelaskannya.... ini model yang susah, tetapi Yardara selalu saja menata rambutku seperti itu" jawab Faras sambil mengingat ingat
" Hah, mungkin yang bisa menata rambut seperti itu hanya Yardara. Aku hanya bisa menatanya seperti ini. Apa kau suka?" jawab Morgan sambil memperlihatkan tatanan rambut Faras di cermin
" Ini bagus, tatanannya sempurna. Ternyata kau bisa menata rambut juga ya, Morgan?" jawab Faras sambil menghadap ke arah Morgan
" Ya, syukurlah kau suka. Lalu, aku menemukan bros bulan sabit. Mau kau pakai dimana?" tanya Morgan sambil mengambil barang itu di sakunya
" Siapa yang mengambilnya??? lalu.. dimana cincinku?" tanya Faras dengan tatapan melotot
" Ah... itu tadi diambil oleh Tuan Besar. Dia menyuruh ku untuk memberikannya saat kau bangun. Ini cincin dan bros nya" jawab Morgan sambil memberikan bros dan cincinnya
" Jangan sesekali kau mengambil barang milik orang lain!. Katakan itu pada Yaraf, aku benci dengan hal itu. Lalu, terimakasih aku mau makan aku lapar" jawab Faras dengan sedikit nada naik
Memangnya, apa pentingnya kedua barang itu bagi dia?