And You Are Mine

And You Are Mine
Malam Bulan Sabit



Pagi jam 8 Yardara membangunkan Faras untuk membuat sarapan bersama. Faras yang masih sangat mengantuk kembali tidur dan mengabaikan Yardara.


Karena Yardara merasa bosan, ia membisikkan sesuatu di telinga Faras, wajah Faras langsung memerah dan setuju membuat sarapan bersama dengan Yardara.


Di dapur masih sangat kotor, Yardara pergi memasak sedangkan Faras membersihkan dapur.


Jam 9 semuanya sudah rapi, Yardara memasak kari dan steik. Faras pergi membangunkan yang lainnya untuk segera makan.


Setelah semuanya berkumpul, mereka langsung pergi cuci muka dan langsung ke meja makan. Bau kari yang menggoda membuat semua orang terasa lapar.


" Hoaaamm, Yardara bumbu apa yang kau berikan di kari ini? sangat enak." kata Edgar sambil menguap.


" Bumbu biasa dari Ibuku dulu" jawab Yardata sambil menghadap ke Faras.


Faras malahan terlihat seperti orang yang sudah 1 Minggu tidak makan, sangat lahap.


Yardara hanya tertawa kecil.


Setelah semuanya selesai makan, mereka bergiliran mandi. Di sana ada 2 kamar mandi. Laki laki menggunakan kamar mandi yang ada di sebelah dapur sedangkan yang perempuan di kamar.


Setelah selesai mandi, Faras, Melinda dan Saga bersiap menemui Walikota.


Sesampainya di sana, mereka disambut oleh banyak orang. Walikota datang dan menyambutnya dengan senyuman yang lebar seakan mereka tau akan ada hal baik yang terjadi. Walikota menyuruh agar mereka ber 3 ikut ke kantornya saja.


Sesampainya di kantor, mereka di interogasi.


" Bagaimana, apa kalian sudah berhasil menangkapnya?" tanya Walikota penasaran.


" Ah, tidak. Pembunuhnya sudah melarikan diri ke 3rd World"


" Bisa kalian sebutkan ciri cirinya?"


" Ada 3 orang. Vampire, Werewolf, dan campuran. Yang vampire sudah kami bunuh, sedangkan yang lainnya berkata kalau mereka akan pergi ke 3rd World. Kami sudah melihatnya sendiri" jawab Saga menjelaskan.


" Ah aku paham. Jadi, bagaimana dengan mayat lainnya. Apa ditemukan?" tanya Walikota lagi.


" Uh, anda seharusnya tau. Mereka itu setengah hewan. Anda juga tau kan kalau hewan itu rakus?. Pertama tama. Semua organ dalam korban akan dikeluarkan dan lalu dihisap sampai kering oleh vampire. Sudah tidak ada harapan untuk hidup" jawab Melinda dengan nada yang canggung.


Raut wajah Walikota terlihat sedih. Bahkan sempat beberapa kali mengusap air matanya.


" Salah satu korbannya adalah anak ke 4 ku" jawab Walikota sedih.


" Sudah tidak ada harapan lagi untuk bertemu dengan anakku" kata Walikota melanjutkan.


Mereka ber tiga ikut merasa sedih dengan apa yang dialami oleh Walikota.


" Maafkan kami Pak, kami ber 3 tidak tau apa apa. Maaf kami terlambat datang" kata Saga menunduk sedih


" Tidak apa apa. Bukan salah kalian. Ambillah hadiahnya lalu kembalilah. Kalian akan pulang jam berapa? aku akan mengantarkan nya" kata Pak Walikota sambil menyodorkan 5 kantong penuh koin uang.


" Ah, itu terimakasih pak. Kalau tidak salah kami akan berangkat nanti jam 8 malam." kata Saga sambil menerima kantong


" Ah, baiklah." jawab Pak Walikota sambil berbalik.


Setelah itu mereka ber 3 pamit undur diri dan pergi dari kantor. Sedangkan Pak Walikota melihat kearah luar jendela dan menangis.


Tatapan matanya yang berkaca kaca membuat semua orang ikut sedih melihat nya.


Selesai berkemas kemas, mereka ber 8 memutuskan untuk membeli makanan untuk nanti perjalanan pulang. Sekalian membeli beberapa pakaian untuk Faras.


Pukul 7.30 mereka ber 8 sudah berada di pelabuhan, Pak Walikota kota juga datang untum menghadiri perpisahan dan mengucapkan terimakasih sudah mau menolong penduduknya. Walaupun harus kehilangan anak ke 4 nya.


Beberapa penduduk juga ikutan menghadiri perpisahan itu dan mengucapkan terimakasih walaupun salah satu anggota keluarganya sudah meninggal. Mereka ber 3 juga sempat meminta maaf karena terlambat menolong.


Ada juga yang memberikan beberapa makanan untuk pulang dan memberikan beberapa koin untuk tanda terimakasih.


Setelah menunggu agak lama, kapal yang dibawa dari Kota Haris datang juga, mereka ber 8 pamit undur diri.


Semua warga melambaikan tangannya, ada juga yang berteriak terimakasih dan lain-lain.


Suasana malam dengan angin yang berhembus kencang dan pecahan ombak yang menghantam bawah kapal membuat suasana tenang dan gelisah. Edgar dan Melinda sibuk mengobrol terkadang juga terlihat kalau Edgar memarahi Melinda karena kecerobohan nya.


Persia, Kanas dan Yaraf asik ngobrol bersama setelah sekian lama bersatu.


Yardara bersama dengan Saga sedang asyik bermain game kesukaan mereka ber 2.


Dan Faras sendirian di pojok belakang kapal sambil menikmati indahnya langit dengan taburan bintang dan bulan sabit yang bersinar.


Tidak tau kenapa aku merindukan Mama dan Papa.


Terkadang juga Faras melamun tentang apa yang terjadi kalau saja ia tidak datang ke 2nd World. Bagaimana nasibnya disana? menjadi gelandangan? atau apa?. Apa Mama dan Papanya masih peduli dengannya?.


Sesaat Faras merasa sedih dengan apa yang ia alami. Seharusnya ia bahagia karena tunangannya berada di 2nd World. Tetapi, Faras tidak merasa sangat bahagia.


Air mata Faras mengalir di pipinya yang merah muda dan membasahinya. Ia menangis tanpa suara di tengah sunyi nya malam hari.


Tiba tiba ada seseorang yang memeluknya dari belakang dan langsung bersandar di bahu Faras.


" Baguslah, kau tidak menangis keras. Tetapi suaramu membuat telingaku sakit"


" Yar- Yardara? kenapa kamu disini?. Bukannya kamu sedang bermain dengan Saga?" tanya Faraa kaget


" Haih, pendamping ku nangis masa harus aku tinggalin?" Jawab Yardara sambil membalikkan tubuh Faras


" Kamu tau aku menangis?" tanya Faras heran sambil air matanya mengalir


" Haduh, kamu tau ga si arti kata pendamping?" jawab Yardara sedikit jongkok


" Engga, apa emang?" tanya Faras lagi


" Pertama aku mau ngusap pipimu yang basah itu. Ga enak kalau dipandang kaya gitu.


Senyum gih, biar cantikan dikit ga cemberut kaya monster tadi hahahah" kata Yardara meledek Faras. Pipi Faras langsung memerah kaget


" Diem ah huhuhuhu" Faras menangis lagi karena diejek oleh Yardara


" Ehhh, kok malah nangis nya tambah kenceng siii" kata Yardara panik melihat Faras menangis. Tiba tiba Saga muncul dan langsung meledek Kakaknya itu.


" Ha-ha Kakak mbuat Kak Faras nangis hayo" Saga meledek Yardara dan langsung berlarian ke kapal depan


" Diem adek laknat!" jawab Yardara marah ke Saga


" Hahahaha. Oy Kak Yardara mbuat Kak Faras nangis!!! Hahahahaha"