And You Are Mine

And You Are Mine
Pulau Luran



Kota Luran, kota yang terletak di sebelah kanan Pulau Norus. Kota atau Pulau Luran, rata rata hanya diisi oleh hutan belantara.


Tetapi, masih ada penduduk yang mau tinggal disana. Kota Luran termasuk Kota yang tertutup dan hanya memiliki 1 Kota.


Penduduknya hanya sekitaran 1juta jiwa.


Mata pencaharian disana hanya berburu, berdagang ( mayoritas ).


Perjalanan dari Pulau Norus ( Kota Haris ) ke Kota Luran membutuhkan waktu 7 jam. Melinda tidak bisa menggunakan teleportasinya. Karena hanya bisa digunakan 1 orang saja.


Sesampainya disana, mereka sudah di sambut oleh Kepala Kota. Pak Kepala Kota sangat senang karena ada yang mau membantunya, karena mereka sudah tidak tahan lagi.


Padahal jam 6 pagi, sudah banyak yang bangun.


" Selamat datang di Kot Luran. Apa anda dari Pulau Norus, Kota Haris?" tanya Pak Kepala Kota.


" Benar, perkenalkan nama saya Melinda, yang ini Saga dan yang satunya Faras. Kami dari Kota Haris. Terimakasih sudah mau menyambut kami Kepala Kota. Ini sungguh penghormatan yang berharga" kata Melinda menyanjung Kepala Kota.


" Ah, terimakasih. Jangan sungkan. Perkenalkan nama saya Mukami. Saya Kepala Kota Luran. Kalau begitu, mari ikuti saya. Saya akan menjelaskan tentang rinciannya nanti." kata Pak Mukami sambil berjalan.


Di perjalanan, mereka disambut dengan berbagai kata terimakasih dari para penduduk. Kadang ada juga yang berlutut karena anaknya di culik dan belum kembali sampai sekarang.


Sungguh Kota yang kacau.


Sampai di Kantor Kepala Kota


Pak Mukami langsung memberikan dokumen yang berisi tentang semua detail kejadian, ya karena sudah semestinya agar para penculik mudah di tangkap.


" Ini semua tentang penculikan yang kami tau. Disini ada rentetan korban yang diculik dan pukul berapa mereka diculik. Beberapa hari setelah itu, mereka ditemukan sudah tidak bernyawa di pedalaman hutan. Ada juga yang belum kembali sampai sekarang, kami menduganya kalau mereka tidak disiksa, pastinya dijual" kata Pak Mukami khawatir.


Melinda, Saga dan Faras mulai memahaminya dan mereka bersedia membantu, tentang bayaran pikir terkahir saja. Yang terpenting tugas mereka sudah selesai. Pak Mukami setuju dengan itu, dan mempersilahkan mereka untuk makan dulu karena mereka pasti nya lelah setelah perjalanan lama.


Selesai makan, mereka diberi tempat bermalam di Jalan Rayana rumah nomer 20.


Rumahnya berwarna kuning cerah 2 jendela di kanan dan kiri pintu dengan ukiran bunga.


Pintunya berbentuk lonjong. Didepan rumah ada bunga tulip warna warni yang bermekaran.


Mereka ber 3 masuk rumah itu dan takjub melihat dekorasi sekitarnya. Ruang tamu yang di cat berwarna putih tumpukan beberapa buku dan tanaman hias yang indah.


Di dapur sudah di sediakan bahan makanan lengkap dan tentu kualitas nya tinggi dan mungkin harganya mahal.


Ada 1 kamar tetapi sangat luas dan disediakan 3 tempat tidur, dan beberapa kursi dan aksesori lainnya.


Mereka ber 3 masuk ke kamar dan mulai mengganti penampilan, waktu sudah mulai pagi. Mereka ingin menikmati Kota Luran terlebih dahulu.


Di Kota Luran sangat banyak tanam tanaman. Macam macam tanaman ada disana. Melinda yang dari dulu menyukai Buku dan Racun, membeli beberapa buku pengetahuan tentang racun dan membeli beberapa bahan untuk membuat racun.


Saga membeli pakaian dan makanan ( Padahal sudah ada makanan di dapur ) dan Faras hanya menghela nafas dan tidak membeli apapun karena belum memiliki uang sepeserpun.


Setelah puas jalan jalan, Saga lanjut ke dapur dan membuat masakan, Melinda pergi ke kamar untuk meracik racun dan Faras membantu Melinda membuat penawarnya sesuai petunjuk Melinda.


Walau pun Faras kemampuan pertamanya adalah Medis, tetapi racun yang dibuat oleh Melinda sangat susah di sembuhkan hanya dengan tenaga medis milik Faras. Paling tidak media di level 30 ke atas.


Faras sangat takjub dengan semua ilmu pengetahuan milik Melinda. Terkadang Melinda juga bercerita tentang racun dan pengalaman sebelum ia menjadi pendamping Edgar.


" Sebenarnya, aku tidak suka cara berpikir para kaum pria. Mereka hanya memikirkan kesenangan dengan perlahan lahan. Sedangkan aku lebih suka yang instan" kata Melinda sambil mencampurkan racikan racun.


Racun yang dicampurkan tadinya berwarna hijau dan kuning, sekarang malah menjadi Oren.


" Linda, apa kamu pernah membunuh orang?. Apa disini dibolehkan melakukan itu?" tanya Faras sambil mencampurkan bahan penawar.


" Ah, dulu aku sudah membunuh sangat banyak orang dengan racun buatan ku. Disini memang dibolehkan melakukan itu, apa Kanas tidak memberitahu mu?" jawab Melinda sambil menuangkan setengah racun tadi ke wadah suntikan.


" Kanas? dia bilang kita tidak boleh saling membunuh" kata Faras polos. Faras menuangkan semua penawar ke wadah suntikan sesuai dosis dan arahan Melinda.


Dasar, melarang Faras untuk tidak membunuh padahal sudah membunuh banyak orang.


" Aku ingin memberitahu kan satu hal. Tolong camkan baik baik" kata Melinda dengan tatapan serius tetapi ada rasa khawatir ke Faras.


" Tolong, jangan percaya Kanas" kata Melinda serius.


Faras tidak menjawab sepatah kata apapun karena ia terlihat bingung. Faras tidak paham dengan perkataan Melinda.


Kemudian Melinda melanjutkan meracik racun selanjutnya ( Padahal dia sudah membawa banyak suntikan racun dan penawar ).


Saga berteriak dengan celemek di baju dan membawa centong sayuran sambil masuk ke kamar.


" Woy, lapar tidak? makanan sudah siap!" kata Saga berbalik dan pergi.


Dasar, membahas Kanas tetapi tidak mengajakku!


Melinda dan Faras segera membereskan racun dan penawar di wadah Melinda menaruh racun lainnya dan di beri label nama agar tidak salah mengambil nanti.


Setelah itu, mereka melanjutkan ke dapur dan makan bersama.


" Saga, nanti tolong bantu aku membuat racun terlarang. Karena tidak ada Edgar, aku bisa membuat nya. Oh ya Faras nanti kamu juga bantu aku ya" kata Melinda sambil mengunyah Sayur Merah.


" Baik. Akan kami bantu" kata Faras dan Saga serentak.


" Jika memungkinkan, kita akan mencari tahu tentang kebenarannya nanti malam" kata Saga yakin.


Melinda dan Faras setuju, mereka bertiga menyelesaikan makan dan lanjut membatu Melinda membuat racun terlarang nya itu.