
Sedangkan sekarang diposisi Yardara, jiwanya sedang berjalan-jalan entah kemana. Semua tempat ditutupi oleh kabut yang tebal. Yardara sudah mencari cari dimana keberadaan Faras tapi tak kunjung bertemu dengannya.
Setelah melihat sekeliling, Yardara mengamati kalau ada seseorang yang sedang sendirian duduk termenung disana.
Apa itu Faras?
Yardara mencoba menghampiri orang itu, tetapi tiba tiba dia berlari. Yardara mencoba mengejarnya tetapi tidak bisa, dia belum bisa meraih nya
Sebenarnya tempat apa ini???
" Semua orang meninggalkan ku, bahkan Yardara juga. Mama dan Papa juga meninggalkan ku sendiri, kenapa aku harus hidup seperti ini??!"
" Faras? apa itu kamu?"
" Yardara, kenapa kamu bisa ada disini??"
" Bagaimana bisa aku meninggalkan Pendampingku sendiri termenung disini?. Apa yang sebenarnya akhir akhir ini kau pikirkan?"
" Aku tidak tau, hanya saja..."
" Apa kamu tau selama emosimu tidak stabil, tubuhmu terus saja diambil alih oleh Yaraf dan Karina. Apa kamu tau seberapa aku, Melinda dan Edgar mengkhawatirkan mu??"
" Aku tidak bermaksud begitu, hanya saja...."
" Hanya saja apa? katakan semua yang ada di pikiran mu. Faras, aku mohon... apa kau sebegitu tidak percaya nya denganku??"
" Bukan begitu, aku... aku hanya merasa kalau aku hanya beban untuk kalian semua. Aku tau, iya aku tau kalau tubuhku diambil alih oleh mereka karena mereka mengancam ku. Mereka bilang kalau mereka mau membunuhmu jika aku tidak menuruti nya. Makanya aku menuruti permintaan itu.. aku mohon pahami aku..
" Kau tidak pandai berbohong seperti biasanya, Faras katakan sejujurnya"
" Apa kau akan marah ketika aku menceritakan nya?"
" Tentu tidak"
" Baiklah, akhir akhir ini aku memang merasa bahagia, tapi aku juga merasa takut dengan semua ini. Aku tidak tau kenapa aku slalu merasa aneh dengan tubuhku ini, aku bisa mendengar yang bahkan kalian tidak bisa mendengar. Aku bisa melihat hal yang seharusnya tidak aku lihat. Aku merasa takut dan rasa takut yang membuat emosiku tidak stabil"
" Apa yang kau takutkan? aku akan selalu ada disisi mu. Itu adalah sumpah ku"
" Apa kamu yakin selalu ada disisiku?. Apa kamu tidak merasa aneh kalau wanita slalu dekat dengan pria?"
" Apa yang kau bicarakan?? aku ini sudah terhitung suami mu di 2nd World. Tidak salah bukan??"
" Memang, benar si.. tapi..."
" Tidak ada tapi tapi. Ayo kembali, jangan khawatir aku akan slalu menjaga mu"
" Ya baik"
Setelah Yardara meyakinkan Faras agar mau Kembali ke tubuhnya, tiba tiba jiwa dari Karina dan Yaraf menghadangnya.
" Lepaskan Faras!"
" Apa hak mu mengurusi kehidupan kami Yaraf?"
" Aku menyukainya, sudah hanya itu"
" Lalu kenapa kalau kau menyukai nya?? aku sudah mendapatkan nya duluan..."
" Kau- Karina besok kita lihat saja, siapa yang akhirnya akan menang"
Dan dalam sekejap mata juga jiwa mereka berdua menghilang. Faras dan Yardara kembali ke tubuh mereka masing masing dan bangun di rumah Edgar.
Edgar dan Melinda terlihat imut saat sedang tidur, ya mereka tertidur sambil menunggu Faras dan Yardara bangun. Posisi merek tertidur luru, kepala Melinda ada si bahu kanan Edgar, sedangkan kepala Edgar ada di atas kepala Melinda.
Karena jam menunjukkan pukul 2 pagi, Yardara dan Faras sekalian menginap di rumah Edgar. Faras masuk ke kamar untuk mengambil selimut dan menyelimuti Edgar dan Melinda, sedangkan Faras dan Yardara tidur dengan posisi yang sama tapi di kursi dan memakai selimut bersama.
Dan akhirnya mereka berempat tertidur lelap...
Pagi harinya pukul 8 pagi, mereka semua sudah bangun. Melinda khawatir dengan keadaan Faras, saat ia bangun dia langsung menghampiri Faras dan menanyai banyak hal.
Faras menceritakan semuanya dan Melinda juga ikut memarahinya karena hal itu.
Sedangkan yang laki-laki mereka berdua memasak sarapan pagi, dan yang perempuan membersihkan rumah. Setelah selesai memasak dan membersihkan rumah, mereka ber empat sarapan. Faras terlihat membaik dan tidak sepucat saat dia bangun.
Sedangkan Yardara kehabisan banyak tenaga karena menggunakan kekuatan yang baru pertama kali dia pakai. Sungguh menguras banyak energi..
Selesai sarapan, Melinda dan Edgar mulai menjelaskan semua hal yang ia ketahui dan menyiapkan rencana diam diam. Karena mereka berdua juga diundang ke ruang bawah tanah.
Melinda tidak tau apakah rencananya berhasil atau tidak karena peluang keberhasilan nya hanya sedikit. Di perjalanan menuju ruang bawah tanah yang ada di Siribya ( mereka terlalu malas menggunakan teleportasi, dan sengaja untuk mengulur waktu ) terkadang Yardara dan Edgar membahas sesuatu yang katanya wanita tidak boleh tau. Sedangkan Melinda dan Faras membahas tentang kemampuan milik Faras dan apa saja kelebihannya.
Melinda dengan senang hati menjelaskan semuanya, Melinda juga menyuruh Faras agar berhati hati ketika menggunakan kekuatan nya. Karena jika berlebih, bisa membuat orang tersebut menjadi gila.
" Melinda, tolong ceritakan kenapa Juvar bisa menjadi kota sepi. Aku sangat penasaran"
" Kenapa sekarang kau tertarik dengan itu?"
" Tidak tau, aku hanya ingin mendengarkan cerita. Aku sedang bosan"
" Ah, baiklah akan aku ceritakan...."
Melinda menceritakan semuanya yang ia ketahui tentang Juvar. Faras juga mendengarkan dengan seksama dan terkejut saat nama Yaraf muncul.
" Jadi intinya yang membunuh semuanya adalah Yaraf?"
" Ya, sekiranya begitu"
" Ya, baiklah aku akan membalas kan dendam mereka semua"
" Maksudmu?"
" Kau sudah tau kan lv ku naik menjadi 100? itu ulah dari Karina dan Yaraf. Aku meminjami tubuhku dan bayaran nya adalah mereka menaikkan lv ku"
" Kenapa kamu mau?"
" Karena mereka mengancam kalau Yardara akan mati hari ini"
" Bagaimana mungkin??"
" Aku juga tidak tau. Kita lihat saja nanti"
" Ya"
Mereka ber empat melanjutkan perjalanan ke Siribya, tempat tinggal Yaraf, Kanas, Persia, Saga dan Karina. Tidak tau apa yang akan terjadi setelah ini...
Mereka hanya berharap kalau mereka bisa kembali hidup hidup...