
Jangan berani nyakitin orang yang gue sayang atau lo harus memilih antara 'masuk UGD atau masuk ke tanah'
~Agatha FA~
*************
Sinar matahari mulai memasuki kamar Agatha membuat sang empu terbangun.
Agatha pun segera menuju ke kamar mandi dan melakukan ritual paginya. Selesai mandi dia memakai pakaian nerdnya kemudian turun untuk sarapan.
"Morning all."
"Too Princess."
"Kamu mau sarapan apa Princess?" Tanya Valen.
"Aku gak sarapan deh Mom nanti aja di kantin, aku lagi gak mood." Ucap Agatha.
"Ya udah tapi kamu jangan lupa sarapan ya." Ucap Valen lembut.
"Ok Mom, aku berangkat dulu ya, Assalamualaikum." Pamit Agatha.
"Iya, hati hati Princess, Walaikumsalam." Balas keluarganya.
************
Agatha tidak langsung pergi ke sekolah, dia pergi ke sebuah danau yang lumayan jauh dari sekolahnya.
"Kenapa lo ninggalin gue? Kenapa waktu itu lo nyelametin gue? Kalo lo gak nyelametin gue mungkin sekarang lo masih hidup walaupun gue yang harus mati." Ucap Agatha lirih dengan tatapan kosong.
"Andai kejadian itu gak terjadi, mungkin kita masih bersama." Lanjutnya.
Flashback on
*Dua orang anak kecil laki laki dan perempuan yang berumur 9 tahun sedang bermain di taman.
"LIO KEMBALIIN TOPI AKUUU." Teriak anak perempuan itu.
"Wlee sini kalo bisa ambil topinya, Elin lambat." Balas anak laki laki yang panggil Lio.
Karena terlalu asik mengejar, anak perempuan itu terjatuh.
"Awww." Ringis anak perempuan yang dipanggil Elin.
Lio yang melihat Elin terjatuh pun segera menghampirinya.
"Elin kamu gak papa? Mana yang sakit? Kok kamu bisa jatuh sih? Sini biar Lio obatin." Ucap Lio lalu mengobati Elin*.
"Hiks hiks sakit Lio."
"Udah gak papa kan ada Lio yang selalu jagain Elin."
"Lio janji ya gak akan pernah ninggalin Elin?" Ucap Elin.
"Iya Lio janji." Balas Lio sambil tersenyum manis yang dibalas dengan senyuman manis juga oleh Elin.
"Ya udah yuk kita pulang." Ajak Lio yang diangguki Elin.
Elin berjalan mendahului Lio, dia sangat bahagia sampai sampai dia tidak sadar ada sebuah truk yang melaju dengan kencang kearahnya.
Lio yang melihat itu pun langsung berlari ke arah Elin dan mendorong nya ke tepi jalan dan.....
Brakkk
Lio terpental lumayan jauh karena di tabrak truk itu. Kepalanya sudah mengeluarkan banyak darah karena menyentuh aspal.
Elin yang melihat itu awalnya hanya diam dan membeku namun dia segera sadar dang langsung berlari kearah Lio.
"Hiks....hiks..Lio..ba...bangun....Li..o...jang...an....tinggalin...Elin..hiks...hiks." Ucap Elin sambil terisak.
"El-in jang-an nangis. Li-o minta ma-af gak bi-sa nepa-tin janji Lio. Kalo Li-o udah gak a-da el-in janji sa-ma Lio gak ak-an nangis te-rus." Ucap Lio setengah sdar.
"Iya..hiks..Elin...hiks..jan..ji...sama...hiks...Lio...kalo Elin gak akan...nangis terus." Balas Elin.
Tidak beberapa lama datanglah orangtua Elin dan Lio.
"LIO!!!" Teriak Mama Lio.
"Lio jangan tinggalin Mama sayang." Ucap Sonya a.k.a Mama Lio nangis histeris.
"Sebaiknya kita cepat membawa Lio ke rumah sakit sekarang." Ucap Edgar a.k.a Papa Lio segera menggendong Lio ke mobil dan membawanya ke rumah sakit diikuti Elin dan orangtuanya.
Skipp Alexander Hospital
Sekarang mereka sudah berada di rumah sakit milik keluarga Alexander. Dokter segera membawa Lio keruang UGD.
Hening
Mereka diam dengan pikiran masing masing.
Cklekk
Pintu terbuka menampilkan seorang dokter yang menangani Lio.
"Dok, bagaimana keadaan anak saya? Dia baik baik saja bukan?" Tanya Sonya.
Suasana yang tadinya hening kini dipenuhi dengan tangisan histeris terutama Mamanya Lio yang sangat terpukul karena kehilangan putra satu satunya. Sedangkan Elin hanya diam dengan memejamkan matanya, dia berharap saat dia membuka matanya dia akan segera terbangun dari mimpi buruk ini, namun itu hanya harapan yang tak akan terwujud.
Saat dia membuka matanya kepalanya mendadak pusing pandangannya mulai gelap dan kemudian dia pingsan.
Orangtua Elin yang melihat itu langsung membawa anaknya keruang raqat.
5 hari kemudian.....
"Enghh"
"Elin kamu udah sadar sayang." Ucap Mommy Elin.
"Ha-us"
Valen a.k.a Mommy Elin langsung mengambilkan minum untuk Elin.
"Mom dimana Lio?" Tanya Elin.
"Kamu yang sabar ya sayang, kamu harus ikhlasin Lio." Ucap Valen lembut.
"Ok Elin akan berusaha ikhlasin Lio." Lirih Elin.
"Elin mau kemakam Lio Mom."
"Kamu yakin?" Tanya Valen yang diangguki Elin.
Skipp makam Lio*.
"*Lio yang tenang ya disana, Elin akan berusaha tepatin janji Elin buat gak nangis kalo Lio udah gak sama Elin lagi." Ucap Elin dengan suara parau.
"Elin sayang, ayo kita pulang udah sore." Ajak Valen.
"Lio, Elin pulang dulu ya, besok Elin kesini lagi kok, janji deh." Pamit Elin kemudian pergi bersama Mommy nya*.
Semenjak hari itu Elin a.k.a Agatha menjadi orang cuek, dingin, dan tak tersentuh kecuali kepada keluarganya.
Flashback off
Setelah selesai dengan lamunannya Agatha langsung bergegas ke sekolah.
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
Tett tett tett
Bel istirahat berbunyi seperti biasa Agayha dkk pergi ke kantin.
Sekarang Agatha dan sahabat sahabatnya sudah berada dikantin dan kami duduk di meja paling pojok.
"Tha, gantian lo yang mesen." Ucap Lia.
"Hmm." Dehem Agatha.
"Kaya biasa aja." Ucap Lauren.
"Hmm." Dehem Agatha dan langsung pergi untuk memesan makanan.
Setelah selesai memesan Agatha langsung kembali ke meja.
Saat berjalan Agatha di tabrak oleh si nenek lampir, siapa lagi kalau bukan Clara yang nabrak Agatha dengan sengaja.
"Heh nerd, lo kalo jalan pake mata dong, mata udah empat masih aja nabrak." Bentak Clara.
Clara yang melihat respon Agatha pun menjadi geram dan melayangkan tangannya untuk menampar Agatha.
Plakk
Suara tamparan yang cukup keras sehingga mampu menyita perhatian penghuni kantin. Namun mereka terkejut melihat siapa yang ditampar oleh Clara. Yang ditampar oleh Clara bukanlah Agatha melainkan.........
*Siapa ya?
Penasaran ya hehe.
Bersambung......
Eh gak deng berjanda ups bercanda maksudnya
Yang ditampar Clara adalah*.........
Gani. Yap yanh ditampar oleh Clara adalah Gani kembaran Agatha.
•
•
•
•
•
Bersambung....