Agatha FA

Agatha FA
17



Setelah insiden penyerangan di Alexander's Hotel, Leo segera membawa Valen ke rumah sakit milik keluarga Alexander, RS Cahaya.


Tepat setelah kepergian Agatha tadi, Valen jatuh pingsan.


"Dok, bagaimana keadaan istri saya?" Tanya Leo


"Nyonya baik-baik saja. Dia hanya syok." Jawab dokter


"Alhamdulillah. Terima kasih, dok" ucap Gani


"Apakah mom perlu dirawat dok?" Tanya Vano


"Tidak. Karena kondisinya baik-baik saja"


"Baiklah. Terima kasih dokter."


"Sama-sama. Kalau begitu saya permisi dulu" ucap dokter


"Dad" seorang gadis datang dengan tergesa-gesa. "Bagaimana keadaan mommy? Mom baik-baik aja kan?" Tanya Agatha


"Mom baik-baik aja princess. Kamu dari mana aja?" Agatha bingung harus menjawab apa.


"Tadi aku ada urusan sebentar. Terus tadi Vanya telpon aku dan kasih tau kabar mom yang hampir ditembak. Dia bilang mom pingsan dan dibawa ke RS. Jadi aku langsung ke sini." Keluarganya hanya mengangguki ucapannya.


*************


1 bulan kemudian.....


"Princess, kamu bener kan mau bongkar penyamaran kamu waktu ulang tahun sekolah?"


"Iya dad"


"Banget malah"


"Yaudah. Mom sama dad selalu dukung keputusan kamu" ucap Valen


"Lusa dong dek. Lo yakin?" Tanya Vano


"Thanks mom dad"


"Emm,,,dad aku mau izin ke Paris habis ultah sekolah. Boleh kan?" Tanya Agatha


"Kamu mau ngapain kesana princess?"


"Something deh pokoknya, nanti kalian juga tau"


"Yaudah dad bolehin. Tapi kamu hati-hati ya di sana" ucap Leo


"Siap dad"


"Jangan lupa oleh-oleh nya dek. Gue gak minta banyak kok, cuma Lamborgini aja" ucap Vino yang dihadiai jitakan oleh Vano dan Gani.


"Awww. Apaan sih kalian? Gue kan cuma minta oleh-oleh satu" ucap Vino sambil mengusap kepalanya yg dijitak oleh abang dan adek laknatnya.


"Iya emang cuma satu, tapi harganya berapa ******" balas Vano


"Tau tuh. Uang tabungan lo aja gak cukup buat beli tu mobil" sambung Gani


"Bodo so much" balas Vino. Valen dan Leo hanya tersenyum melihat kelakuan ketiga putra mereka. Sedangkan Agatha hanya memandang datar abang-abangnya, terutama Vino yang se-enak jidatnya meminta mobil padanya, ya walau pun harga mobil itu tidak apa-apanya baginya*holkay mah bebas😏.


"Terus aja terus debatnya, sampek upin ipin SMP" ujar Agatha datar dengan membawa-bawa serial kartun yang isinya dua anak kembar yang dari zaman Agatha TK sampai sekarang tak naik-naik kelas.


"Emang kapan dek?" Tanya Vano, Vino dan Gani polos


"Tanggal 32 bulan 13" ketus Agatha


"Jam berapa?" Tanya mereka lagi. Sungguh Agaha ingin menerbangkan abang-abang laknatnya ini ke bawah jurang?


"Tepat pukul 25.00 WIB"


"Detik keberapa?" Bolehkah Agatha melakukan itu sekarang?


"Au ah gelap" ucap Agatha cemberut lalu bangkit dari duduknya. Leo dan Valen tadinya hanya menyimak pembicaraan absurd anak2 mereka tertawa kecil melihat wajah cemberut putri mereka itu.


"Loh kamu mau kemana princess?" Tanya Valen


"Kamar"


"Hayo kalian, princess marah. Siap-siap aja bakal di diemin" ejek Leo pada ketiga putranya.


"Loh-loh kok jadi kita sih dad" ucap Gani tak terima. Leo hanya mengedikkan bahunya kemudian pergi ke kamar disusul oleh Valen.


"Siapkan mental untuk menerima fakta kalau isi dompet kita akan terkuras" ucap Vano sambil menepuk pelan punggung kedua adiknya. Ketiganya pun memasuki kamar masing2 dengan wajah ditekuk. Mereka tau saat meminta maaf dengan Agatha besok dompet mereka hanya akan menyisahkan debu akibat harus memenuhi permintaan adik mereka yang tercinta itu.


*************


Pagi ini, tepat pukul 06.20 Agatha sudah berada dikelas. Dia sengaja berangkat pagi untuk menghindari celotehan abang2nya.


Jika kalian berpikir Agatha marah, maka kalian salah. Dia hanya mengerjai abang2nya dengan berpura-pura ngambek dan mendiami mereka.


Nanti gue mau minta beliin apa ya sama mereka?


Itulah yang saat ini dipikirkan Agatha. Dia berencana akan menguras habis dompet abang-abangnya*dasar adek lucknat😒


"Woy!!" Teriak sahabat-sahabat Agatha mengagetkan Agatha yang mendapat tatapan tajam dari sang empu. Yang ditatap hanya cengar-cengir "Hehe, peace✌"


"Tumben" ujar Agatha


"Tumben apaan tha?" Tanya Lavena bingung


"Dateng cepet"


"Jam segini lo bilang cepet! 5 menit lagi bel masuk woy" ucap Cecilia


"Oh"


"Hftt,,susah emang kalo ngomong sama kulkas berjalan" cibir Cecilia pelan namun masih bisa didengar Agatha.


"Gue denger" sinis Agatha


"Bodo so much" balas Cecilia


"DUDUK WOY!! BU ENDANG UDAH MAU MASUK!!" Teriak Dion, biang rusuh XI IPA 1.


"****** gue belom siap pr"


"Alamat kenak ceramah 30 juz"


"Woy liat pr napa dah, pelit amat lo pada"


"Udah terima nasib aja, gak bakal sempet nyalin"


Ucap beberapa siswa laki-laki yang belum siap pr dari guru Kimia tercerewet seantero sekolah.


"Tha, lo dah siap pr?" Tanya Lauren


"Udah. Kenapa?"


"Gk papa cuma nanya doang"


"Oh"


"Assalamualaikum" ucap bu Endang yang baru memasuki kelas. "Waalaikumsalam bu!" Balas para siswa termasuk Agatha dkk.


"Kumpulkan tugas yang saya berikan minggu lalu!! Yang belum selesai berdiri didepan kelas dengan satu kaki diangkat dan tangan di telinga sampai jam saya habis!!" Tegas bu Endang


"Tumben gk diceramahin dulu bu" celetuk Dion


"Ooh jadi kamu mau saya ceramahin HAH?!!"


"Eh,,enggak bu makasih, saya udah kenyang diceramahin dirumah sama emak saya" curhat Dion


"Keluar kamu dari kelas saya!!" Ucap bu Endang


"Dengan senang hati bu" ucap Dion lalu berlari keluar kelas


"Sudah! Mari kita lanjutkan pelajaran"


Kelas Agatha pun menjadi hening karena proses belajar sudah dimulai.


•


•


•


•


❤TBC❤